SHARE TO :

Autisme Pada Anak Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya Yang Efektif

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 3:09 am tanggal October 20, 2016

Autisme Pada Anak Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya Yang Efektif – Anak-anak berkebutuhan khusus berbeda dari anak-anak biasa dalam hal ciri-ciri mental, kemampuan sensorik, kemampuan komunikasi, tingkah laku sosial ataupun ciri-ciri fisik (special needs). Anak-anak dalam kategori ini misalnya anad dengan masalah pendengaran (tunarungu), penglihatan (tunanetra), masalah dalam pembelajaran meliputi cacat mental, autisme, cerebral palsy, masalah dalam komunikasi, penuturan dan bahasa, down syndrome, anak hiperaktif atau gangguan konsentrasi (attention defisi disorder), gangguan emosi, diskalkulia, disgrafia, disleksia, serta berbagai ketidakmampuan lainnya.

Ciri anak autisme mulai terlihat sebelum anak-anak berumur tiga tahun. Keadaan ini akan dialami disepanjang hidup anak-anak tersebut. Autisme atau Autisme Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi anak dalam berkomunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. Autis tak hanya mencakup autisme, tapi juga melingkupi sindrom asperger, sindrom heller, dan gangguan perkembangan pervasuf (PPD-NOS).

Autisme Pada Anak Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya Yang Efektif Dan Aman

autisme

Ciri anak autisme sering menimbulkan kekeliruan bagi pengasuhnya karena mereka kelihatan normal tetapi memperlihatkan tingkah laku dan pola perkembangan yang berbeda. Pemahaman dan tanggapan yang salah terhadap keadaan ini akan menyebabkan hambatan perkembangan yang serius dalam semua bidang, terutama dalam bidang kemampuan sosial dan komunikasi.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, diperkirakan ada sekitar 2,4 juta orang penyandang autisme di indonesia pada tahun 2010. Jumlah penduduk indonesia pada saat itu mencapai 237,5 jiwa, berarti ada sekitar satu penyandang autisme pada setiap 100 bayi yang lahir. Sangatlah penting untuk mewaspadai gejala-gejala sedini mungkin, sebab autisme termasuk kondisi yang tidak bisa disembuhkan.

Secara umum, gejala autisme terdeteksi pada usia awal perkembangan anak sebelum mencapai tiga tahun. Gejala dan tingkat keparahan autisme juga cenderung bervariasi pada tiap penyandang. Tetapi, gejala-gejala tersebut dapat dikelompokan dalam dua kategori utama.

Kategori pertama adalah gangguan interaksi sosial dan komunikasi. Gejala ini dapat meliputi masalah kepekaan terhadap lingkungan sosial dan gangguan penggunaan bahasa verbal maupun non verbal. Sedangkan kategori kedua meliputi pola pikir, minat, dan perilaku yang terbatas serta bersifat pengulang. Contohnya gerakan repetitif, misalnya mengetuk-ngetuk atau meremas tangan, serta merasa kesal saat rutinitas tersebut terganggu.

Penyebab autisme belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga bisa memicu seseorang untuk mengalami gangguan ini. Faktor-faktor pemicu tersebut, yaitu :

– Jenis Kelamin. Anak laki-laki memiliki resiko hingga 4x lebih tinggi mengalami autisme dibandingkan dengan anak perempuan.
– Faktor Keturunan. Orang tua seorang pengidap autisme berisiko kembali memiliki anak dengan kelainan yang sama.
– Pajanan selama dalam kandungan. Contohnya, pajanan terhadap minuman beralkohol atau obat-obatan (terutama obat epilepsi untuk ibu hamil) selama dalam kandungan.
– Pengaruh gangguan lainnya. Seperti sindrom down, distrofi otot, neurofibromatosis, sindrom tourette, lumpuh otak (celebral pasly) serta sindrom rett.

Kondisi autisme terkadang baru terdeteksi hingga pengidapnya dewasa. Proses diagnosis saat dewasa dapat membantu para pengidap serta keluarga untuk memahami autisme dan memutuskan jenis bantuan yag di butuhkan. Penyandang autisme juga cenderung memiliki masalah dalam belajar dan kondisi kejiwaan lain, misalnya hiperaktif atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (AHD), gangguan kecemasan, atau depresi.

Pengobatan Autisme Yang Efektif

Autisme termasuk kelainan yang tidak bisa disembuhkan. Namun, banyak layanan bantuan pendidikan serta terapi perilaku khusus yang dapat meningkatkan kemampuan penyandang autisme. Aspek-aspek penting dalam perkembangan anak yang seharusnya menjadi fokus adalah kemampuan berkomunikasi, berinteraksi, kognitif, serta akademis.

Penanganan autisme bertujuan untuk mengembangkan kemampuan para penyandang semaksimal mungkin agar mereka bisa menjalani kehidupan sehari-hari. Beberapa langkah penanganan yang umumnya dianjurkan adalah :

Terapi Perilaku dan komunikasi. Terapi ini dilakukan agar penyandang autisme lebih mudah beradaptasi.
Terapi keluarga. Hal ini dilakukan agar orangan tua atau saudara bisa belajar cara berinteraksi dengan penyandang autisme.
Pemberian obat-obatan. Obat-obatan ini bertujuan untuk mengendalikan gejala-gejala tertentu. Seperti antidepresan untuk mengendalikan gangguan kecemasan, penghambat pelepasan selektif serotonin (SSRI) untuk menangani depresi, melatonin untuk mengatasi gangguan tidur, atau obat anti-psikotik untuk menangani perilaku yang agresif dan membahayakan.
Terapi psikologi. Penanganan ini dianjurkan apabila penyandang autisme juga mengidap masalah kejiwaan lain, seperti gangguan kecemasan.

Peran orang tua sangat penting bagi anak-anak penyandang autisme. Partisipasi aktif orang tua akan mendukung dan membantu meningkatkan kemampuan sang anak. Mencari informasi sebanyak mungkin tentang autisme serta penanganannya sangat dianjurkan untuk para orang tua. Membantu anak anda untuk berkomunikasi juga dapat mengurangi kecemasan dan memperbaiki perilakunya, berikut ada beberapa cara langkah sederhana yang bisa anda lakukan pada anak penyandang autisme, diantaranya :

– Menggunakan kata-kata yang sederhana.
– Selalu menyebut nama anak saat mengajaknya bicara.
– Manfaatkan bahasa tubuh untuk memperjelas maksud anda.
– Berbicara dengan pelan dan jelas.
– Beri waktu pada anak anda untuk memroses kata-kata anda.
– Jangan berbicara saat di sekeliling anda berisik.

Hubungi dokter jika anda menyadari adanya gejala autisme atau gangguan perkembangan pada diri anda maupun anak anda. Penanganan sedini mungkin sebaiknya dilakukan guna meningkatkan keefektifan perkembangan kondisi ini. Penyakit ini memang tidak bisa disembuhkan secara total tetapi setidaknya anda sudah melakukan sesuatu untuk anak penyandang autisme agar menjadi lebih baik.

Demikian informasi mengenangi penyebab, gejala dan pengobatan bagi penyandang autisme pada anak. Semoga apa yang di sampaikan bisa bermanfaat bagi anda. Terima Kasih.

SHARE TO :