SHARE TO :

Cara Mengobati Tetanus Secara Tradisional

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 3:35 am tanggal October 8, 2016

Cara Mengobati Tetanus Secara Tradisional – Semua orang pasti pernah mengalami luka pada kulit. Jika tidak dirawat dan diobati dengan benar, luka tersebut memiliki risiko terkontaminasi dan mengalami infeksi. Salah satu infeksi yang mungkin terjadi adalah penyakit tetanus.

Tetanus yaitu virus infeksi dengan tergolong yang sangat serius dipengaruh dari bakteri Clostridium tetani. Kini virus bakteri pada umunya terdapat dalam debu, tanah kotoran hean dan manusia. Virus bakteri sering sekali masuk dalam tubuh, sehingga virus bakteri tetanus bisa berkembang biak dan melepas neurotoksin, adalah racun yang bisa membahayakan suatu sistem saraf.

Neurotoksin yang mengancurkan kinerja saraf bisa akibatkan suatu pengidap di rasakan kejang dan kekakuan pada otot adalah gejala tetanus yang terutama. Gejala ini bisa mengakibatkan rahang pengidap mengatup rapat tidak bisa untuk dibuka dengan istilah rahang terkunci (lockjaw). Selain itu, suatu permasalahan sukar menelan dapat dirasakan oleh pengidap tetanus.

Cara Mengobati Tetanus Secara Tradisional dan Aman

Cara Mengobati Tetanus Dengan Pengobatannya

Diagnosis Dan Cara Pengobatan Tetanus

Untuk mendianosis tetanus, dokter biasanya bisa memeriksa fisik pemeriksaan luka dan menanyakan tentang riwayat kesehatan, vaksinasi yang sudah dialami diterima contoh gejala-gejala yang dirasakan oleh passien.

Langkah pengobatan yang diberikan juga tergantung pada riwayat vaksinasi pasien. Jika pasien sudah divaksinasi, dokter akan memberikan obat imunoglobulin tetanus (TIG) untuk mencegah terjadinya infeksi. Tetapi jika ada pasien yang belum divaksinasi tetanus, perawatan di rumah sakit akan diperlukan. Penanganan ini biasanya meliputi pemberian antibiotik, obat relaksan otot, serta antitoksin. Masa penyembuhan penyakit ini umumnya akan membutuhkan waktu sekitar 16 minggu.

Pencegahan Dan Komplikasi Tetanus

Yaitu untuk mengatasi tetanus merupakan dengan vaksinasi. Di Indonesia, vaksin  tetanus termasuk dalam daftar imunisasi wajib untuk anak. Imunisasi tetanus diberikan sebagai bagian dari vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus). Proses vaksinasi ini harus diberikan dalam lima tahap, yaitu pada usia 2, 4, 6, 18 bulan, dan 4-6 tahun.

Bagi anak berusia di atas 7 tahun, tersedia vaksin Td yang berfungsi memberikan perlindungan terhadap tetanus sekaligus difteri. Proses vaksinasi ini perlu diulang tiap 10 tahun untuk mempertahankan kekebalan tubuh terhadap tetanus serta difteri.

Selain  vaksinasi, pencegahan tetanus juga dapat dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan, terutama ketika merawat luka agar tidak terkena virus infeksi. Infeksi tetanus yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi dan berakibat fatal. Beberapa komplikasi tetanus yang dapat terjadi adalah jantung yang tiba-tiba berhenti, emboli paru, pneumonia, dan gagal ginjal akut.

SHARE TO :