SHARE TO :

Depresi Penyebab, Gejala dan Mengatasinya Tanpa Obat

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 8:16 am tanggal October 6, 2016

Depresi Penyebab, Gejala dan Mengatasinya Tanpa Obat – Depresi adalah suasana hati yang buruk dan berlangsung selama kurun waktu tertentu. Ketika mengalami depresi kita akan merasa sedih berkepanjangan, putus harapan, tidak punya motivasi untuk beraktivitas, kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang dulunya menghibur, dan menyalahkan diri sendiri.

Semua orang pernah merasa sedih, tapi ketika kita mengalami depresi, suasana hati yang sedih berlangsung sampai berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Kondisi ini akan sangat memengaruhi perasaan, perilaku, dan pola berpikir Anda.

Gejala Depresi Berbeda-beda

Depresi Penyebab, Gejala dan Mengatasinya Tanpa Obat

Banyak orang yang menganggap depresi adalah sesuatu yang sepele dan dapat hilang dengan sendirinya, padahal sebenarnya deprwesi adalah bentuk suatu penyakit yang lebih dari sekedar perubahan emosi sementara. Depresi bukanlah kondisi yang bisa diubah dengan cepat atau secara langsung.

Akibat depresi, kegiatan sehari-hari seperti bersekolah atau bekerja menjadi tidak menyenangkan. Bahkan untuk mempertahankan hubungan dengan orang lain ataupun dengan keluarga sendiri terasa begitu berat. Depresi dapat membuat anda merasa hidup ini tidak adab artinya, bahkan dapat memicu penderita untuk melakukan bunuh diri.

Menurut catatan WHO, setidaknya 350 juta orang mengalami depresi di dunia. Masih banyak penderita depresi yang tidak mengakui kondisi mereka, sehingga tidak pernah ditangani atau setidaknya dibicarakan. Depresi lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki.

Terdapat hampir satu juta orang di dunia melakukan bunuh diri akibat depresi. Diperkirakan dari dua puluh orang yang berniat untuk melakukan bunuh diri, satu orang dari mereka berakhir tewas.

Gejala yang Muncul pada Penderita Depresi

Gejala dan juga pengaruh depresi berbeda-beda pada berbagai orang. Berikut ini adalah beberapa gejala psikologi yang muncul akibat depresi :

  • Kehilangan selera untuk menikmati hobi.
  • Merasa bersedih secara berkepanjangan.
  • Mudah merasa cemas.
  • Merasa hidup tidak ada harapan.
  • Mudah menangis.
  • Merasa sangat bersalah.
  • Tidak percaya diri.
  • Menjadi sangat sensitif atau mudah marah terhadap orang di sekitar.
  • Tidak ada motivasi untuk melakukan apa pun.

Gejala fisik akibat depresi:

  • Badan selalu merasa lelah.
  • Gangguan pada pola tidur.
  • Merasakan berbagai rasa sakit.
  • Tidak berselera untuk melakukan hubungan seksual.

Tanpa penanganan dan pengobatan yang tepat, depresi bisa mengganggu hubungan dengan orang di sekitar Anda. Untuk depresi yang berat atau parah, depresi bisa berakibat pada hilangnya hasrat untuk hidup dan keinginan untuk bunuh diri.

Ketika merasakan beberapa gejala depresi yang bertahan lebih dari beberapa hari, segera menemui dokter agar proses pemulihan bisa dimulai dan dilakukan sepenuhnya.

Cara Mengatasi Depresi Tanpa Obat

1. Olah Raga Secara Teratur
Ketika anda sedang berolah raga, maka otak akan mengeluarkan banyak hormon yang dapat menentramkan suasana hati. Hal ini bisa mengurangi tingkatan stress dalam kehidupan sehari-hari. Dalam suatu penilitian, orang yang sering berolah raga memiliki depresi lebih rendah d banding orang yang jarang olah raga. Lakukanlah olah raga minimal 2 kali dalam seminggu.

2. Tidur yang cukup
Ketika tidur sel-sel dalam tubuh akan beregenerasi, hal ini berguna untuk memperkebal daya tahan tubuh. Selain itu berguna untuk merileksasikan otot dalam tubuh. Tidur yang cukup juga dapat meningkatkan fungsi otak salah satunya noradrenalin, dan ketika tidur sel otak memperkuat sel-sel tersebut sehingga otak lebih bisa berkonsentrasi.

3. Tertawa
Fungsi tertawa adalah mencegah timbul hormon stress dan menambah kekebalan tubuh. Dengan tertawa tubuh mengeluarkan hormon endorpin dan serotonin yang berguna untuk menenangkan tubuh. Penelitian dari 10 orang yang 5 orang di antaranya sering tertawa dan 5 orang yang jarang tertawa menunjukkan bahwa 5 orang yang sering tertawa memiliki tingkat depresi yang sangat rendah.

4. Mendengarkan Musik
Menurut penelitian mendengarkan musik 20 menit dalam 1 hari dapat meminimalisir tingkat depresi seseorang. Selain mengurangi depresi juga meningkatkan kecerdasan otak, pilihlah musik yang beraliran classic, upbeat, jazz dan religi. Secara Kognitif musik ini dapat mencerdaskan dan meningkatkan konsentrasi otak.

5. Menggunakan Aromaterapi
Dari ratusan tahun lalu sejak kebudayaan mesir kuno, memakai minyak essensial atau lavender untuk mengurangi tingkat depresi. Aroma bunga lavender memberi efek santai. Dengan cara menyemprotkan ke udara atau memoles di pergelangan tangan dan leher.

6. Membaca Buku
Buku motivasi hidup sangat berperan penting untuk memotivasi orang-orang yang terkena depresi. Penelitian membuktikan pasien yang terkena depresi dinyatakan berangsur membaik setelah membaca buku motivasi diri. Buku ini juga berguna untuk membentuk sifat seseorang agar lebih baik.

7. Melakukan Meditasi
Pada awalnya meditasi terkenal memperkuat pemahaman tentang kekuatan gaib. Tetapi belakangan ini Meditasi digunakan untuk memberikan perasaan tenang dan tentram secara emosional. Teknik Meditasi ini dianggap paling cepat dan mudah di lakukan di semua kalangan usia karena tidak hanya sedang Meditasi mendapat perasaan tenang, setelahnya pun tetap mendapatkan ketenangan, dalam menghadapi masalah ataupun tidak.

Apabila cara-cara diatas sudah dilakukan, tetapi masih mengalami depresi berat sebaiknya segera menghubungi pihak dokter untuk penannganan lebih lanjut. Depresi bukan hal yang perlu di spelekan karena berakibat fatal apabila terjadi kronis dalam jangka waktu yang lama. Semoga artikel ini bermanfaat, selamat Mencoba dan semoga lekas sembuh. Terima kasih.

SHARE TO :