SHARE TO :

Ejakulasi Dini Penyebab, Gejala Dan Pengobatannya Secara Alami

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 7:12 am tanggal October 12, 2016

Ejakulasi Dini Penyebab, Gejala Dan Pengobatannya Secara Alami – Ejakulasi dini adalah kondisi ketika seorang pria mengeluarkan sprema (mencapai klimaks) terlalu cepat ketika berhubungan seksual. Ejakulasi dini juga bisa didefinisikan ketika ejakulasi terjadi sebelum atau sesaat setelah penetrasi seksual. Ejakulasi erat sekali kaitannya dengan orgasme, tetapip merupakan dua peristiwa yang berbeda. Pada pria normal orgasme disertai ejakulasi. Tetapi pada pria mengalami gangguan seksual dapat terjadi orgasme tanpa ejakulasi atau ejakulasi tanpa orgasme.

Tiap pria dipastikan pernah mengalami ejakulasi dini. Jika hal ini terjadi sesekali, tidak perlu khawatir. Namun, anda disarankan menemui dokter jika 50 persen hubungan seksual yang pernah anda lakukan berakhir dengan ejakulasi dini. Sebuah penelitian dilakukan terkait berapa lama hubungan seks sebaiknya berlangsung. Hasilnya, rata-rata waktu bagi pria untuk mencapai ejakulasi setelah melakukan penetrasi adalah sekitar lima setengah menit.

Ejakulasi Dini Penyebab, Gejala Dan Pengobatannya Secara Alami Dan Efektif

ejakulasi dini

Ejakulasi dini ini terbagi menjadi dua, yaitu ;

– Ejakulasi dini primer, ejakulasi dini yang selalu dialami oleh seorang pria sejak dia pertama kali melakukan seksual atau tiap kali berhubungan seksual.

– Ejakulasi dini sekunder, saat ejakulasi dini terjadi pada seorang pria yang sebelumnya memiliki riwayat ejakulasi normal atau tanpa masalah ejakulasi.

Ejakulasi lazim terjadi karena adanya suatu rangsangan atau stimulasi. Akibat stimulasi tertentu ini, maka penis akan mengalami ereksi. Ereksi adalah keadaan dimana otot-otot penis keras atau tegang karena rongga. Aliran darah di dalamnya mengakibatkan Mr P lembek (keadaan normal tanpa stimulasi).

Penyebab ejakulasi dini ini beragam, kondisi bisa disebabkan oleh faktor psikologis atau fisik. Contoh masalah psikologis yang bisa menyebabkan ejakulasi adalah gangguan kecemasan, stress, dan depresi. Sedangkan contoh masalah fisik yang bisa menyebabkan ejakulasi dini adalah gangguan prostat dan tiroid. Selain itu, bisa disebabkan juga oleh efek samping konsumsi obat-obatan terlarang.

Dalam kebanyakan kasus, Faktor Penyebab Ejakulasi Dini perpaduan antara faktor fisik dan psikologis, antara lain sebagai berikut :

– Kondisi fisik yang mengalami gangguan karena darah tidak mengalir secara sempurna yang diakibatkan penyakit seperti darah tinggi, kolesterol, diabetes, dan pengerasan arteri.
– Trauma saraf karena cedera atau penyakit yang mengganggu hubungan sistem saraf dengan alat vital, seperti cedera tulang belakang, multiple sclereosis, stroke dan operasi prostat.
– Kondisi psikologis yang kacau seperti kegelisahan dan stres.
– Konsumsi obat-obatan yang mempunyai efek samping terhadap seksual.
– Konsumsi alkohol yang berlebihan, merokok dan penggunaan narkoba.

Dengan terjadinya ejakulasi dini terkadang membuat pria merasa minder, hilang rasa percaya diri arau bahkan tidak memiliki rasa ingin untuk melakukan aktivitas seksual disebabkan oleh masalah ejakulasi dini. Hal tersebut terjadi disebabkan pria tidak ingin kecewa atau bahkan mengecewakan pasangannya. Apabila masalah ejakulasi dini dibiarkan berlarut maka dapat menganggu atau merusak sisi psikologis pria akan kehilangan gairah seksual.

Untuk menghindari dari masalah tersebut, maka hendaknya ejakulasi dini sesegera mungkin dicarikan jalan keluar yang aman, nyaman dengan tidak adanya efek samping yang merugikan terhadap kesehatan tubuh manusia, setelah ejakulasi dini dapat teratasi maka selanjutnya aktivitas seksual tidak memiliki kendala dan pada akhirnya kepuasan secara optimal dapat diperoleh kedua belah pihak.

Pengobatan Ejakulasi Dini Secara Alami

Jika Anda mengalami ejakulasi dini, tidak perlu langsung pergi ke dokter. Cobalah untuk melakukan penanganan sendiri di rumah, misalnya memakai kondom tebal untuk menurunkan sensitivitas penis, melakukan masturbasi terlebih dahulu satu atau dua jam sebelum berhubungan seksual, atau menarik napas dalam-dalam ketika akan ejakulasi. Atau anda juga bisa melakukan posisi seksual dengan wanita di atas ketika berhubungan seks. Tujuannya adalah agar pasangan Anda dapat dengan mudah menarik diri ketika Anda mulai mendekati ejakulasi. Setelah rasa ingin ejakulasi telah hilang, Anda bisa kembali melanjutkan penetrasi.

Jika cara tersebut tidak membuahkan hasil positif, anda dapat menemui dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik. Dokter akan meresepkan beberapa obat seperti  fluoxetine, sertraline, paroxetine, dan dapoxetine. Seluruh obat-obatan ini termasuk kelompok antidepresan. Selain dengan obat, ejakulasi dini juga bisa ditangani melalui terapi jika Anda dan pasangan memiliki masalah yang efeknya berpotensi memicu kondisi tersebut.

Ejakulasi dini juga bisa bersifat turunan. Artinya seseorang memiliki risiko lebih tinggi mengalami ejakulasi dini jika di dalam keluarganya ada yang memiliki kondisi sama. Cara mengobati ejakulasi dini lainnya adalah dengan melakukan operasi pada saraf yang mengendalikan dan mengontrol terjadinya proses ejakulasi. Namun dari cara diatas walau memang sudah pernah dilakukan di beberapa negara tertentu, namun masih tidak populer dan tidak banyak digunakan juga.

Untuk itu jika anda mengalami ejakulasi dini. Cobalah untuk sesegera mungkin melakukan pengobatan agar tidak menganggu keharmonisan dalam mengarungi biduk rumah tangga. Demikianlah informasi yang dapat disampaikan semoga apa yang disampaikan bisa menambah pengetahuan anda dan juga bisa bermanfaat bagi anda khususnya untuk pria. Terima Kasih.

SHARE TO :