SHARE TO :

Hemofilia Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya Secara Alami

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 6:30 am tanggal November 15, 2016

Hemofilia Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya Secara Alami   – Hemofilia adalah suatu penyakit yang menyebabkan tubuh kekurangan protein yang dibutuhkan dalam proses pembekuan darah bilamana terjadi pendarahan. Protein ini lazim disebut faktor pembekuan atau faktor koagulasi. Ada beberapa jenis penyakit Hemofilia, yang paling umum yaitu Hemofilia A dan B. Semuanya dapat menyebabkan pendarahan berkepanjangan. Luka kecil yang terjadi pada orang dengan Hemofilia biasanya tidak menjadi masalah yang serius. Masalah serius, terutama pada Hemofilia A dan B, ketika terjadi pendarahan dalam (interna) dan pendarahan pada sendi.

Penyakit Hemofilia merupakan penyakit yang diwariskan atau diturunkan (inherited) karena terkait dengan kromosom X. Sehingga Hemofilia merupakan penyakit seumur hidup, walaupun demikian dengan perawatan yang tepat dan perawatan diri yang baik, kebanyakan orang dengan Hemofilia dapat mempertahankan gaya hidup aktif dan produktif.

Hemofilia Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya Dengan Sederhana

hemofilia

Proses pembekuan darah membutuhkan unsur-unsur seperti trombosit, faktor-faktor pembekuan, dan sebagainya. Terdapat 13 faktor pembekuan di tubuh, penamaannya ditandai dengan hurup romawi. Di dalam kasus Hemofilia , terdapat mutasi gen yang menyebabkan tubuh tidak cukup memiliki faktor pembekuan tertentu. Sebagai contoh, Hemofilia A disebabkan kurangnya faktor pembekuan VIII (8) dan Hemofilia B disebabkan faktor pembekuan IX (9) di dalam darah.

Untaian DNA atau sebutan lainnya adalah kromosom merupakan suatu rangkaian intruksi lengkap yang mengendalikan produksi berbagai faktor. Kromosom bukan hanya menentukan jenis kelamin pada bayi, namun juga mengatur kinerja sel-sel di dalam tubuh. Semua manusia memiliki sepasang kromosom seks dimana komposisi pada wanita adalah XX dan pada pria adalah XY. Hemofilia adalah penyakit yang diwariskan melalui mutasi pada kromosom X. Oleh sebab itu pria cenderung menjadi pengidap, sementara wanita cenderung menjadi pewaris atau pembawa mutasi gen tersebut.

Tingkat keparahan atau timbulnya tanda dan gejala Hemofilia sangat tergantung pada seberapa berat kekurangan faktor pembekuan dalam darah, jika kurangnya hanya sedikit maka pendarahan hanya terjadi ketika ada luka, namun jika kadar faktor pembekuan sangat rendah bisa terjadi pendarahn spontan (tanpa sebab). Tanda dan gejala pendarahan yang dapat terjadi pada Hemofilia adalah :

– Beberapa memar pada kulit berukuran besar.
– Memar berlebihan setelah terbentur.
– Sendi bengkak dan nyeri yang disebabkan oleh pendarah internal.
– Darah dalam urin atau feses (tinja).
– Pendarahan yang tak kunjung berhenti setelah terjadi luka atau cedera atau setelah operasi atau cabut gigi.
– Mimisan tanpa diketahui penyebabnya.
– Pendarahan yang tidak biasa setelah di suntik atau imunisasi.

Gejala utama Hemofilia adalah pendarahan yang sulit berhenti atau berlangsung lebih lama. Gejala ini bisa ringan atau berat. Tingkat keparahan tergantung dari jumlah faktor pembekuan di dalam darah. Pada Hemofilia ringan, jumlah faktor pembekuan berkisar antara lima hingga lima puluh persen. Penderita Hemofilia jenis ini biasanya tidak akan merasakan gejala kecuali dirinya mengalami kecelakaan yang menyebabkan luka yang berarti atau menjalani prosedur cabut gigi atau operasi lainnya.

Pada Hemofilia sedang, jumlah faktor pembekuan berkisar antara satu hingga lima persen. Penderita Hemofilia jenis ini mudah memar dan rentan mengalami pendarahan sendi, terutama bila terantuk atau jatuh. Sendi yang paling umum terkena adalah bagian lutut, siku, dan pergelangan kaki. Gejala awalnya berupa kesemutan dan nyeri ringan yang selanjutnya bisa bertambah sakit, bengkak, kaku, serta terasa panas apabila tidak ditangani.

Jenis Hemofilia yang terakhir adalah Hemofilia berat. Pada jenis ini jumlah faktor pembekuan kurang dari satu persen. Penderita biasanya akan sering mengalami pendarahan seperti gusi berdarah, mimisan, dan pendarahan sendi serta otot tanpa sebab yang jelas. Hemofilia berat bisa menimbulkan komplikasi seperti pendarahan internal (pendarahan di dalam tubuh) yang serius, pendarahan jaringan lunak, dan deformitas sendi apabila tidak ditangani.

Pengobatan Alami Hemofilia

Pengobatan yang biasa dilakukan yaitu menggunakan suntikan lambat hormon desmopressin (DDAVP) ke pembuluh darah untuk merangsang pelepasan faktor pembekuan darah lebih banyak untuk menghentikan pendarahan. Sedangkan untuk pengobatan Hemofilia A dan B. Pendarahan dapat dihentikan hanya setelah infus faktor pembekuan yang berasal dari darah manusia yang disumbangkan oleh donor atau dari produk rekayasa genetika yang disebut faktor pembekuan rekombinan. Infus yang berulang-ulang mungkin diperlukan jika pendarahan berlangsung serius.

Menggunakan obat Hemofilia yang disebut antifibrinolitik diresepkan bersama dengan terpai penggantian faktor pembekuan. Fungsi obat ini untuk membantu pembekuan darah yang lebih kuat. Jika anda atau anak anda mengalami luka kecil yang berdarah, gunakanlah perban atau kasa dingin (diberi es) agar pendarahan mengecil dan cepat berhenti.

Namun, ada hal yang lebih baik anda lakukan untuk mencegah Hemofilia ini dengan melakukan langkah-langkah yang bisa menghindari pendarahan berlebih dan dapat melindungi sendi, diantaranya :

  • Berolahraga secara teratur. Kegiatan seperti berenang, naik sepeda dan berjalan dapat membangun otot sekaligus melindungi sendi. Namun, olahraga yang melibatkan kontak fisik seperti sepakbola, hoki atau gulat tidak aman untuk orang dengan Hemofilia.
  • Hindari obat-obatan tertentu. Obat yang dapat memperburuk pendarahan antara lain aspirin dan ibuprofen. Oleh karena itu, sebalinya gunakanlah acetaminophen (parasetamol), yang aman untuk menghilangkan rasa sakit ringan dan ketika demam. Selain itu hinadri juga obat-obatan tertentu yang memiliki efek mengencerkan darah, seperti heparin dan warfarin.
  • Jaga kebersihan gigi dan mulut. Hal ini dapat membantu agar tidak memerlukan pencabutan gigi karena gigi yang rusak. pencabutan gigi dapat menyebabkan pendarahan yang berlebihan.
  • Istirahatkan. Sendi yang mengalami pendarahan diistirahatkan. Letakkkan lengan ataupun kaki yang mengalami pendarahan ke atas bantal. jangan menggerakkan persendian yang terluka atau mencoba berjalan dengan kondisi seperti ini.
  • Kompres air dingin. Letakkan kantung es diatas handuk basah pada bagian yang terluka. Biarkan selama lima menit. Kemudian, diamkan bagian yang terluka tanpa es selam 10 menit. Lakukan hal tersebut berulang-ulang dan selama bagian yang terluka masih terasa panas. Tindakan ini berguna untuk meringankan rasa sakit sekaligus memperlambat laju pendarahan.

Hemofilia adalah kelainan genetik pada darah yang disebabkan adanya kekurangan faktor pembekuan darah. Darah pada seorang penderita Hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. pendarahan pada pasien Hemofilia dapat mengancam kehidupannya jika terjadi pada bagian organ tubuh yang vital seperti pendarahan pada otak.

Jika anda terdiagnosis menderita Hemofilia, jagalah kebersihan gigi anda gar terhindar dari penyakit gigi dan gusi yang dapat menyebabkan pendarahan. Selain itu, hindari mengikuti aktivitas yang melibatkan kontak fisik, seperti olahraga beladiri atau sepabola. Jangan sembarangan minum obat karena beberapa obat mengandung efek samping yang dapat mengganggi kinerja pembekuan darah saat terjadi pendarahan, maka dari itu konsumsilah obat yang susah diresepkan dokter.

SHARE TO :