SHARE TO :

Hipotermia Penyebab, Gejala Dan Mengatasinya Dengan Cepat

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 8:26 am tanggal November 14, 2016

Hipotermia Penyebab, Gejala Dan Mengatasinya Dengan Cepat – Hipotermia termasuk salah satu kondisi yang membutuhkan penanganan medis darurat. Kondisi ini terjadi saat temperatur tubuh menurun drastis di bawah suhu normal yang dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi tubuh, yaitu di bawah 35 °C. Tubuh manusia mampu mengatur suhu padazona termonetral, yaitu antara 36,5-37,5 derajat celcius. Di luar suhu tersebut, respon tubuh untuk mengatur suhu akan aktif menyeimbangkan produksi panas dan kehilangan panas dalam tubuh.

Hipotermia lebih sering terjadi pada lansia dan anak kecil akibat iklim yang keras saat musim dingin. Orang dengan Hipotermia harus di rawat sesegera mungkin. Anda dapat meminimalkan kemungkinan Hipotermia dengan mengurangi risikonya. Diskusikan dengan dokter anda untuk informasi lebih lanjut. Penyebab utama Hipotermia adalah pajanan udara dingin. Misalnya karena tidak mengenakan pakaian yang tepat saat mendaki gunung, berada terlalu lama ditempat dingin jatuh ke kolam berisi air yang dingin, mengenakan pakaian yang basah atau suhu pendingin ruangan yang terlalu rndah (khusunya Bagi manula dan bayi).

Hipotermia Penyebab, Gejala Dan Mengatasinya Dengan Cepat Dan Efektif

tentang hipotermia

Hipotermia dapat terjadi pada siapa saja, tapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini. Berikut beberapa faktor risiko terkena Hipotermia, yaitu :

  • Penyakit yang memengaruhi memori, misalnya penyakit alzheimer. Pengidap penyakit ini biasanya tidak sadar bahwa mereka sedang kedinginan atau tidak paham apa yang harus dilakukan.
  • Minuman keras dan obat-obatan terlarang. Zat alkohol di dalam minuman melebarkan pembuluh darah dan membuat banyak darah berada du permukaaan kulit. Kondisi ini mempercepat dan meningkatkan pelepasan panas tubuh. Sedangkan obat-obatan terlarang dapat membuat seseorang tidak menyadari situasi dan cuaca dingin disekitarnya.
  • Usia. Bayi dan manula. Kemampuan untuk mengendalikan temperatur tubuh yang belum berkembang dengan sempurna pada bayi dan yang menurun pada manula. Anak-anak juga terkadang mengabaikan udara dingin karena terlalu asyik bermain.
  • Pengaruh penyakit tertentu. Ada beberapa penyakit yang dapat memengaruhi mekanisme pengendali suhu tubuh, misalnya anoreksia nervosa, stroke, dan hipotiroidisme.
  •  Obat-obatan tertentu, misalnya antidepresen, sedatif, serta analgesik opiat. Obat-obatan ini dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengendalikan temperatur.
  • Orang yang menghabiskan waktu lama di tempat dingin, misalnya pendaki gunung.

Gejala Hipotermia sangat beragam dan terkadang sulit dikenali. gejala yang muncul tergantung kepada seberapa rendah suhu tubuh pengidapnya. Bayi yang mengalami Hipotermia bisa terlihat sehat, tapi kulitnya akan terasa dingin dan terlihat kemerahan. Bayi juga cenderung sangat diam, terlihat lemas, dan tidak mau makan. Berikut ada beberapa gejala dan tanda Hipotermia, yaitu :

– Badan tidak dapat menghangat (temperatur tubuh menurun hingga dibawah 35°C)
– Merasa kedinginan dan menggigil terus menerus.
– Sukar berbicara.
– Bibir berwarna biru.
– Napas pendek dan perlahan.
– Kebingungan dan hilang ingatan.
– Denyut nadi lemah.
– Kulit bayi berubah berwarna merah terang dan dingin.
– Rasa kantuk dan sangat tidak bertenaga.

Gejala-gejala hipotermia umumnya berkembang secara perlahan-lahan sehingga sering tidak disadari oleh pengidapnya. Orang yang mengalami hipotermia ringan akan menunjukkan gejala menggigil yang disertai rasa lelah, pusing, lapar, mual, kulit yang dingin atau pucat dan napas yang cepat. Jika suhu tubuh terus menurun hingga di bawah 32 derajat celcius, tubuh pengidap hipotermia biasanya tidak mampu memasuki tahap menengah hingga parah.

Cara Mengatasi Hipotermia Dengan Cepat

Orang yang terkena hipotermia biasanya tidak sadar dan jika dalam kondisi parah akan kehilangan kesadaran. Oleh sebab itu peran keluarga, saudara, atau dalam suatu kegiatan pendaki gunung, anggota team harus saling memperhatikan satu sama lain untuk mengetahui jik ada yang terkena gejala hipotermia sedini mungkin.

Berikut ini ada beberapa cara untuk mengatasi jika salah dari anda mengalami hipotermia secara cepat, yaitu :

  • Pastikan pakaian yang dikenakan penderita adalah pakaian yang kering, jika basah, gantilah dengan pakaian yang kering dan hangat agar penderita lebih cepat memperoleh suhu tubuh yang normal dan semakin hangat.
  • Penderita hipotermia harus segera diberikan minuman hangat (bukan minuman beralkohol) misalnya teh hangat atau coklat hangat. hal ini sangat membantu menaikkan suhu tubuh penderita.
  • Tubuh manusia dalam usahanya menyeimbangkan suhu badan membutuhkan kalori yang tinggi maka disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kalori tinggi seperti sup hangat, sereal, coklat, minuman manis dan lain sebagainya.
  • Jika memungkinkan sebaiknya penderita diminta untuk melakukan gerakan-gerakan tubuh ringan untuk menghangatkan tubuh, namun jangan sampai berkeringat.

Hipotermia ini sering dialami oleh para pendaki gunung. Hipotermia merupakan faktor yang teramat penting mengingat cuaca digunung biasanya sangat dingin dan dapat memicu terjadinya penyakit Hipotermia yang berujung pada kematian. Banyak kasus Hipotermia digunung berakibat fatal yaitu meninggal dunia karena kurang pahamnya pendaki akan cara mengatasinya. Bahkan para pendaki pemula sering kali meremehkan gunung yang akan didakinya dengan tidak membawa peralatan yang memadai. Untuk itu penting sekali untuk memperhatikan perlengkapan yang lengkap serta kondisi badan yang fit untuk mendaki.

Berikut ini ada beberapa cara mengatasi Hipotermia saat mendaki gunung, diantaranya :

  • Pada fase Hipotermia ringan, korban dapat dibantu menghangatkan dirinya dengan panas dirinya sendiri yaitu dengan dilepaskan semua pakaian yang basah dan bisa diganti dengan pakaian kering, kemudian dibungkus dengan selimut thermal darurat (emergency thermal blanket) dan di masukkan ke dalam sleeping bag. Cara ini disebut penghangatan pasif.
  • Pada fase Hipotermia sedang, jika nampak gejalanya segera hangatkan korabn dengan api unggun, selimuti thermal darurat atau dengan air hangat dalam kemasan botol atau hydration bag (camel bag) yang ditempelkan ke tubuh pengidap.  Panas tubuh orang lain juga bisa digunakan dengan cara dibungkus bersama dalam selimut thermal darurat (emergency thermal blanket) dan dimasukkan dalam sleeping bag. Cara ini disebut Penghangatan Aktif.
  • Pada hipotermia berat sebisa mungkin hangatkan tubuh korban dan segera mungkin mendapatkan penanganan medis. Jika terjadi henti jantung segera lakukan Resusitasi Jantung Paru (Cardio Pulmonary Resusitation/CPR) sesuai standard.

Emergency Thermal Blanket/Selimut Penahan Panas Tubuh Darurat adalah alat sederhana, murah, ringkas namun merupakan pertolongan pertama yang dapat menyelamatkan nyawa dalam kasus hipotermia. Terbuat dari Polyetilene (PE) yang dilapis dengan material Mylar. Selain dapat menahan 90% panas tubuh, juga dapat dijadikan Signalling Mirro /Cermin Sinyal. Selalu bawa emergency thermal blanket dalam survival kit anda.

Demikianlah informasi mengenai Hipotermia dan cara mengatasinya. Khusus untuk mereka pendaki gunung sangat diperlukan pengetahuan dan pemahaman yang baik agar mereka tidak kedinginan diatas gunung yang bisa mengakibatkan pada kematian, buatlah setidaknya obat yang bisa membuat suhu tubuh hangat seperti obat alami yang terbuat dari jahe.

SHARE TO :