SHARE TO :

Cara Mengatasi Penyebab Infeksi Jamur Pada Kuku

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 8:39 am tanggal October 27, 2016

Penyebab Gejala Infeksi Jamur Pada Kuku –  Infeksi jamur adalah salah satu penyakit yang umum bisa diakibatkan dari jamur. Sehingga mencapai 1,5 juta macam jamur di dunia sebagian besar tidak berbahaya. Ada beberapa macam jamur berpotensi mengancam kesehatanya.

Jenis dari infeksi bisa terjadi dapat dirasakan oleh siapa saja. Dengan demikian orang dengan sistem bagi kekebalan tubuh yang sangat lemah dan memiliki risiko yang sangat tinggi untuk mengidap infeksi jamur. Yaitu, pengidap HIV/AIDS yang menjalani kemoterapi, untuk mengunakan kortikosteroid juga pasien di rumah sakit.

penyebab-gejala-infeksi-jamur-pada-kuku

Infeksi jamur sangat beragam, tergantung di seluruh tubuh sehingga menyebar di jamur sehingga akibatkan. Infeksi jamur yang ringan pada bagian kulit sudah terlihat seperti ruam kulit biasa dan sangat sering terjadi. Infeksi jamur pada paru-paru mempunyai gejala yang hampir sama dengan gejala flu dan tuberkulosis.  Bila gejala ini alami mengganggu dan tidak lukas sembuh, untuk itu segera kunjungi dokter. Periksaan dan pengobatan sedini mungkin akan menambahkan potensi kesembuhan untuk mengatasi yang sangat serius. Mengenai berbagai macam gejala infeksi jamur bedasrkan akibatnya.

Aspergilosis

Infeksi ini bisa akibatkan dari jamur Aspergilluss. Sering tidak di sengaja untuk terhirup oleh semua manusia dan jarang bisa berakibat infeksi. Penyakit paru dan sistem bagi kekebalan tubuh yang lemah dan mempunyai risiko sangat tinggi untuk merasakan infeksi dari jamur ini.

Beberapa contoh aspergilosis jenis yang sering terjadi yaitu :

  • Allergic bronchopulmonary aspergillosis (ABPA). Penyakit ini bisa menyerang penderita asma dan cystic fibrosis. Inflamasi pada paru-paru yang berdampak juga disertai dengan gejala batuk, mengi, terkadang disertai dengan gejala demam, juga sesak nafas yang pendek. Obat-obatan steroid berguna untuk merendahkan bagi sistem pada kekebalan tubuh terhadap jamur, obat anti jamur akan di berikan untuk membunuh jamur.
  • Chironic pulmonary aspergillosis (CPA) Kini sudah terjadi pada pengidap gejala paru-paru contoh tuberkulosis, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan sarcoidosis. Bisa terjadi gejala batuk yang tidak akan lukas sembuh, kelelehan, napas pendek, penurunan berat badan, juga batuk darah. Pada umumnya bisa tangani dengan obat anti jamur untuk perlukan dalam jangka panjang. Bila ada aspergilloma (bola jamur) yang bertumbuh pada bagian paru-paru, langkah operasi akan bisa dianjurkan untuk menambah asoergilloma dan jaringan yang sudah terkena infeksi juga mengatasi pendarahan pada paru-paru.
  • Invasive pulmonary aspergillosis (IPA). Bagi suatu sistem kekebalan tubuh yang sudah lemah untuk mengalami IPA. Contohnya pasien transplantasi sumsum tulang jantung dan paru-paru dan pengidap kanker darah yang menjalani kemoterapi dosis yang sangat tinggi. Sakit di bagian dada mengalami batuk, juga napas menjadi pendek karena gejala infeksi. Infeksi ini bisa meyeluruh dengan cepat bisa untuk diatasi dengan pemberian anti jamur yang kuat dan infus.

Candidiasis

Bisa akibatkan dari jamur memang ada pada permukaan kulit manusia. Sehingga bisa terjadi jamur dan bisa untuk berkembang secara tidak terkendali.

Infeksi pada umunya bisa berdampak pada bagian mulut, tenggorokan, vagina dan dalam aliran darah. Juga sangat berbeda-beda, pada bagian tubuh yang merasakan infeksi contohnya:

  • Candidiasis mulut (oral trush) Pada umumnya bisa meliputi bercak-bercak putih pada seluruh dalam mulut dan lidah, kulit di sudut mulut yang mulai pecah-pecah, sehingga berdampak kemerahan pada rongga mulut, rasa nyeri di bagian tenggorokan juga kesulit untuk menelan.
  • Ruam popok gejala kulit yang berdampak kemerahan pada bokong, paha dan di seluruh genital.
  • Candidiasis di sekitar kelamin. Infeksi jamur pada vagina meliputi gatal luar biasa yang terasa disekitar vagina, dibagian seluruh vagina sehingga memerah dan terasa perih serta keputihan yang menumpuk seperti keju. Gejala ini yang dirasakan oleh semua pria berupa ruam merah pada penis, sehingga merasakan gatal dan sensasi pun terbakar di ujung penis juga bau yang tidak sedap. Kini penyakit ini bisa menular seksual, pada khususnya terjadi pada pasangan. Karna pengobatan sangat penting bagi pasien yang terkena infeksi.

Bila tidak segera untuk diatasi dan bila terlalu lama, candidiasis yang berpotensi akibat jamur masuk ke aliran darah bisa memicu infeksi di darah (sepesis). Mengatasi yang utama untuk infeksi jamur yaitu dengan obat anti jamur. Menjaga dari kebersihan juga kan membatu dari pemulihan sekaligus dari pencegahannya.

Kurap merupakan dari infeksi jamur dan masa inkubasi 4 hari sehingga 2 minggu setelah terkena jamur. Mempunyai gejala yang khas berupa ruam seperti kemerahan yang berbentuk cincin dengan tepi yang tidak teratur sehingga berdampak pada bagian kaki, kulit dan kepala juga genital. Ruam alami luar yang luar biasa dan berpotensi menyebar ke semua bagian tubuh.

Contoh dari obat anti jamur untuk mengatasi kurap dan jenis-jenis dan dijual secara bebas. Pada umunya terbentuk pada obat oles, juga berupa bubuk. Bila terkena infeksi yang tidak lukas sembuh meski sudah diobati dengan baik maka untuk memeriksakan diri ke dokter.

 Infeksi Jamur pada kuku

 Infeksi jamur ini sering menyerang pada bagian kuku kaki dan bagaian kuku tangan. pengidap kurap di kaki, diabetes dan gangguan sirkulasi darah yang terkena penyakit ini. Juga orang yang mempunyai sistem pada kekebalan tubuhyang lemas.

 Infeksi pada bagian kuku tidak berbahaya pada umunya sulit untuk diobati dan memengaruhi kenyamanan. Sangat jarang terkena penyakit ini.

 Infeksi Cryptococcus neoformans

Akibatnya dari gejala jamur paling sering dirasakan dari orang dengan sistem bagi kekebalan tubuh yang sangat lemah. Paru-paru sistem saraf pusat ini bagian tubuh yang rentan diseranginfeksi ini. 

 Bisa meyerang pada bagian paru-paru gejala ini hampir sama dengan indakasi dari pneumonia berupa nafas menjadi pendek, batuk, sakit dibagian dada, dan gejal demam. Infeksi pada otak akan akibatkan meningitis gejala sakit kepala, demam sakit leher dan mual muntah sensitif terhadap cahaya linglung juga perubahan dari tingkah laku.

Suatu dari penangganan infeksi tidak menyebar sehinngga bisa tergantung pada tingkat keparahannya. Penggunaan obat anti jamur bagi pengidap infeksi C. neoformans pada umunya akan dianjurkan dengan setidaknya selama 6 bulan.

 Histoplasmosis

Infeksi akibat jamur Histoplasma pada umunya bisa akibatkan dari kotoran burung dan kelalawar. Masa inkubasi pada histoplasmosis adalah sekitar 3 hari hingga 2,5 minggu setelah seseorang menghirup spora histoplasma. Infekssi ini bisa memicu gejala-gejala seperti demam, batuk, kelelahan, mengigil, sakit kepala, sakit dada, dan pegal-pegal.

Gejala ini pada umumnya bisa hilang dalam waktu dari beberapa minggu dan setelah sebulan. Namun tidak lukas sembuh dan bertambah semakin parah, Anda sebaiknya untuk segera memeriksa diri ke dokter. Apabila harus dibiarkan, histoplasmosis yang berpotensi bisa akibatkan infeksi paru-paru dalam jangka juga bisa menyebar hingga ke sistem saraf pusat. Khususntya pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah, pada bayi, juga dewasa umur di atas 55 tahun.

Dari penanganan yang dilakukan untuk pemberian obat anti jamur bisa dibutuhkan untuk mengobati histoplasma paru, kronis, atau sudah menyeluruh dari paru ke bagian lain tubuh. Masa pengobatan infeksi ini pada umumnya bisa memerlukan waktu sampai 3-12 bulan.

 Pneumocystic pneumonia (PCP)

Bisa diakibatkan dari jamur Pneumocystic jirovecii. Orang dan dari sistem kekebalan tubuh yang lemah mempunyai risiko yang sangat tinggi bila terkena penyakit ini. COntohnya  pengidap HIV/AIDS, anak-anak yang terpajan HIV dan tidak tertular, orang yang menjalani terapi imunosupresif, serta pengidap penyakit paru-paru kronis.

Batuk kering, demam, napas pendek, serta kelelahan merupakan gejala dari PCP. Orang dengan risiko tinggi dianjurkan ke dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut karena penyakit ini dapat membahayakan mereka.

Obat trimethoprim sulfamethoxazole yang diberikan untuk menangani PCP umumnya harus dikonsumsi selama 21 hari. Obat ini juga dapat memicu efek samping seperti munculnya ruam-ruam dan mual.

Sporotrichosis

Penyebab sporotrichosis adalah jamur Sporothrix yang banyak ditemukan pada tanah maupun tanaman. Sporotrichosis terbagi dalam 3 jenis, yaitu:

 Sporotrichosis kulit. Ini merupakan sporotrichosis yang paling umum terjadi. Gejalanya berupa benjolan kecil berwarna merah, ungu, atau merah muda yang tidak terasa sakit dan tumbuh di tangan. Benjolan tersebut bisa muncul lebih dari satu dan akan membesar serta menjadi bisul atau luka yang sulit sembuh. Sporotrichosis paru-paru dengan gejala batuk, demam, napas pendek, serta sakit dada.

Sporotrichosis yang menyebar ke bagian tubuh lain, misalnya tulang, sendi, atau sistem saraf pusat. Jenis sporotrichosis ini biasanya menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Sebagian besar kasus sporotrichosis ditangani dengan obat antijamur selama beberapa bulan hingga 1 tahun. Khusus sporotrichosis paru-paru, pengidap mungkin akan menjalani operasi pengangkatan jaringan yang terinfeksi jika dibutuhkan.

Infeksi Cladosporium

Pengidap alergi dan asma sangat rentan terkena infeksi akibat jamur Cladosporium. Jamur ini umumnya bisa ditemukan pada tanaman, udara, atau tempat-tempat lembap dalam ruangan. Contohnya, di permukaan dinding atau karpet. Meski jarang, jamur ini dapat menyebabkan infeksi pada kulit, mata, sinus, serta otak.

SHARE TO :