SHARE TO :

Iskemia Penyebab, Dan Gejala Serta Pengobatannya

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 2:28 am tanggal March 6, 2017

Iskemia Penyebab, Dan Gejala Serta Pengobatannya – Iskemia adalah ketidakcukupan suplai darah ke jaringan atau organ tubuh. Iskemia timbul oleh adanya permasalahan pada pembuluh darah. Iskemia juga dapat diartikan sebagai anemia lokal yang umumnya terjadi pada area tubuh tertentu saja, misalnya jantung, usus, otak, dan ekstrimitas (tangan dan kaki). Kondisi ini menyebabkan jaringan atau organ mengalami defisiensi nutrisi dan oksigen yang diperlukan untuk proses metabolisme sel sekaligus tetap hidup. Bila tidak ditangani dengan tepat, kematian sel-sel dapat terjadi. Iskemia yang alam dapat menyebabkan kematian otot atau nekrosis. Keadaan nekrosis yang berlanjut dapat menyebabkan kematian otot jantung (infark miokard). Ventriekel kiri merupakan ruang jantung yang paling rentan mengalami iskemia dan infark, hal ini disebabkan kebutuhan oksigen ventriekel kiri lebih besar untuk berkontraksi.

iskemia

Penyebab iskemia karena adanya gangguan pada pembuluh darah yang menganggu suplai darah ke jaringan atau organ. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan ketidakcukupan suplai darah antara lain :

– Infark miokard. Adalah kerusakan otot jantung pada bagian tertentu yang menetap akibat kurangnya pasokan aliran darah yang kaya oksigen. Otot-otot jantung yang sudah mati tersebut tidak dapat berfungsi seperti semula.

– Trauma atau perlukaan. Penekanan, pergesaran, atau perobekan yang ditimbulkan dari kejadian trauma dapat menyebabkan penutupan total atau sebagian dari pembuluh darah.

– Okulasi atau tertutupnya pembuluh darah. Penggumpalan (trombus) yang terjadi di dalam pembuluh darah dapat lepas dan mengikuti aliran darah, kemudian menyebabkan sumbatan (emboli).

– Anemia. Adalah berkurangnya jumlah sel darah merah atau kandungan hemoglobin di dalam darah.

– Hipotensi. Adalah keadaan ketika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal dan biasa disebut dengan tekanan darah rendah.

– Kardiomiopati. Adalah penyakit yang melemahkan dan membesarkan ukuran otot jantung.

– Takikardia. Adalah kondisi di mana detak jantung seseorang di atas normal dalam kondisi beristirahat.

– Hipoglikemia. Adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar gula di dalam darah berada di bawah kadar normal.

Berkurangnya persediaan darah dalam proses metabolisme dapat memicu iskemia pada jaringan dan organ tubuh yang berbeda-beda. Dengan kata lain, kondisi ini memiliki gejala yang berbeda-beda pula, ada beberapa jenis iskemia dan juga gejala yang dapat dialami oleh pendertia tergantung jenis iskemia yang anda alami, diantaranya ;

– Iskemia pada jantung

Gejala pada kondisi ini dapat berupa sakit dada (angina) akibat otot jantung tidak menerima cukup aliran darah (angina pektoris). Nyeri dada yang timbul dapat menjalar ke tangan, leher, dagu, maupun punggung. Selain nyeri dada (angina), dapat pula terjadi serangan jantung bila pembuluh jantung tertutup secara total.

– Iskemia pada usus

Gejala pada kondisi ini dapat berupa sakit perut akibat terjadinya peradangan pada usus besar (iskemia kolitis) maupun usus kecil (iskemia mesenterika). Gejala lainnya dapat berupa diare, mual, mengeluarkan kotoran berarna kemerahan dan terkadang darah, serta dehidrasi.

– Iskemia pada otak

Gejala iskemia pada otak bergantung pada area yang terkena. Gejala dapat mencakup pusing, linglung, pandangan mengabur, kehilangan koordinasi tubuh atau kesulitan berbicara maupun memahami perkataan orang lain.

– Iskemia pada tungkai

Gejala pada kondisi ini antara lain berupa kelumpuhan, kram pada salah satu area tungkai, dingin, nyeri yang tidak kunjung hilang pada jari, kaki, atau tungkai, dan perubahan warna tungkai.

Gejala iskemia yang tidak segera ditangani dapat turut merusak organ dalam waktu yang relatif cepat, misalnya pada organ ginjal. Jaringan dengan metabolisme rendah akibat kekurangan oksigen yang diperoleh dari darah dapat mengalami kerusakan setelah 20 menit. Untuk itu kita harus segera melakukan pengobatan pada iskemia ini, karena iskemia ini dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya pada tubuh kita. pengobatan dengan cara medis bisa segera kita lakukan untuk mengatasi masalah iskemia. berkonsultasilah dengan dokter agar kita lebih mengetahui iskemia jenis apa yang sedang kita alami dan pengobatan pun bisa kita lakukan.

Pengobatan Untuk Penyakit Iskemia

Pengobatan iskemia ini meliputi pemberian obat-obatan, bedah vaskular, penyesuaian kondisi tubuh, hingga pilihan untuk melakukan amputasi. Hal ini tentunya disesuaikan dengan area tubuh yang mengalami iskemia. Beberapa penanganan yang mungkin dilakukan, antara lain :

– Pemberian obat antikoagulan. Heparin dapat disuntikan kepada penderita iskemia untuk mencegah terjadinya atau membesarnya penggumpalan darah di dalam pembuluh darah. Pengobatan ini juga dapat berjalan untuk periode yang panjang pada kasus penggumpalan darah parah yang dapat memicu iskemia akut.

– Bedah revaskularisasi. Prosedur pembedahan yang dilakukan terhadap pembuluh darah untuk memulihlan organ atau bagian tubuh. Misalnya dengan membuat irisan atau sobekan pada dinding pembuluh arteri, disebut juga arteriotomy.

– Kateter angiografi. Prosedur ini menyasar pembuluh darah yang mengalami penyempitan, kemudian melebarkannya dengan cara melarutkan obat-obatan yang akan melancarkan aliran darah.

– Amputasi. Tindakan ini merupakan pilihan pengobatan akhir pada iskemia yang terjadi di area tungkai dan tidak memungkinkan untuk ditangi dengan prosedur lain.

Itulah penjelasan mengenai iskemia dan cara pengobatan medis berdasarkan jenis iskemia yang kita alami. Iskemia ini harus segera di obati dengan cepat dan benar agar tidak menimbulkan komplikasi yang berbahaya lainnya. Semoga bermanfaat.

SHARE TO :