SHARE TO :

Kejang Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya Yang Alami

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 2:40 am tanggal October 19, 2016

Kejang Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya Yang Alami – Semua gerakan kita dikendalikan oleh otak yang mengirim sinyal-sinyal listrik melalui saraf ke otot. Jika sinyal otak mengalami gangguan atau keabnormalan, otot-otot tubuh dapat berkontraksi secara tidak terkendali. Itulah yang terjadi saat tubuh mengalami kejang. Kejang merupakan respon terhadap muatan listrik abnormal di dalam otak. Dua pertiga orang yang pernah mengalami kejang, di kemudian hari tidak pernah mengalami kejang lagi. Sepertiganya mengalami kejang kambuhan (suatu keadaan yang disebut epilepsi).

Secara pasti, apa yang terjadi selama kejang tergantung kepada otak yang memiliki muatan listrik abnormal. Jika hanya melibatkan daerah yang sempit, maka penderita hanya merasakan bau atau rasa yang aneh, jika melibatkan daerah yang luas, maka akan terjadi sentakan dan kejang otot di seluruh tubuh. Penderita juga bisa merasakan perubahan, kehilangan pengendalian otot atau kandungan kemih dan menjadi linlung.

kejang

Tiap orang mengalami gejala kejang yang berbeda-beda. Perbedaan ini umumnya tergantung pada bagian otak yang mengalami gangguan. Beberapa gejala yang dapat muncul secara tiba-tiba meliputi :

– Kehilangan kesadaran untuk sesaat dan merasa bingung ketika sadar karena tidak ingat apa yang terjadi.
– Mengiler atau mulut berbusa.
– Perubahan suasana hati, misalnya mendadak marah atau panik.
– Gemetaran di seluruh tubuh.
– Tiba-tiba jatuh.
– Perubahan gerakan bola mata.
– Mulut terasa pahit atau ada sensasi rasa logam pada mulut.
– Kejang otot yang disertai gerakan-gerakan ritmis pada lengan dan kaki.

Kejang sering kali di dahului oleh aura, yaitu indikasi peringatan sebelum terjadi kejang. Hal merupakan sensasi yang tidak biasa dari penciuman, rasa atau penglihatan atau perasaan yang kuat bahwa akan terjadi kejang. Kadang sensasi menyenangkan dan kadang sangat tidak menyenangkan. Sekitar 20% penderita epilepsi mengalami aura. Kejang biasanya berlangsung selama 2-5 menit. Durasi kejang juga tidak sama pada tiap penderita. Sesudahnya penderita bisa merasakan sakit kepala, sakit otot, sensasi yang tidak biasa, linglung dan kelelahan. Penderita biasanya tidak dapat mengingat apa yang terjadi selama dia mengalami kejang.

Pada sisi lain, terdapat sebagian penderita yang hanya mengalami tangan gemetar dan tanpa kehilangan kesadaran. Bahkan terkadang ada yang kehilangan kesadaran dan terlihat seperti bengong untuk sesaat, tapi tanpa mengalami gemetaran. Itulah kenapa kondisi kejang-kejang kadang sulit terdeteksi. Yang terpenting segera bawa penderita ke rumah sakit untuk menjalani penanganan darurat, terutama jika :

– Ini adalah kejang pertama yang dialami penderita.
– Penderita tidak sadarkan diri selama lebih dari 10 menit.
– Durasi kejang melebihi lima menit.
– Kejang kembali terulang.

Penyebab utama kejang adalah adanya gangguan pada aktivitas sinyal listrik dalam otak. Sekitar satu dari sepuluh orang yang mengalami kejang memiliki medis tertentu. Pemicu utama gejala ini adalah epilepsi, tapi masih ada faktor-faktor lain yang mungkin dapat menyebabkan gejala ini, yaitu :

Akibat cedera, misalnya luka di kepala.
– Pengaruh kondisi kesehatan tertentu, seperti demam (terutama pada anak-anak), gula darah yang rendah, meningitis, eklamsia, atau stroke.
– Pengaruh obat-obatan, misalnya tramadol atau baclofen.
– Pola hidup yang buruk, misalnya terlalu banyak mengonsumsi minuman keras atau obat-obatan terlarang. Gejala putus obat atau alkohol dapat memicu kejang.
– Racun akibat gigitan hewan, misalnya ular.

Ada juga kejang yang terjadi tanpa akibat yang jelas. Kondisi ini disebut kejang idiopatik dan dapat terjadi pada semua umur. Tetapi umumnya dialami oleh anak-anak dan remaja.

Pengobatan Alami Kejang

Hampir semua penderita kejang akan sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Tetapi selama mengalami reaksi otot yang terkendali, penderita mungkin saja dapat terluka. Tujuan utama penanganan kejang adalah untuk mencegah cidera pada penderitanya. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa diambil oleh anda, yaitu :

– Baringkan penderita agar tidak jatuh, tapi jangan memindahkannya.
– Letakkan alas yang empuk di bawah kepala penderita, misalnya bantal atau jaket, jika memungkinkan.
– Jauhkan benda-benda berbahaya dari penderita, misalnya benda tajam.
– jangan memakai kekerasan untuk menahan gerakan penderita.
– Longkarkan pakaian yang ketat, terutama di sekitar leher penderita.
– Miringkan kepala penderita. Posisi ini akan mencegah penderita untuk menelan muntahnya jika dia muntah.
– Hindari menyuapi penderita dengan apa pun sebelum kejang berhenti dan sepenuhnya sadar.

Setelah kejang berhnti, pastikan anda memeriksa pernapasan penderita, memberikan napas buatan jika dibutuhkan, memantau tanda-tanda vital penderita (misalnya jantung), dan jangan lupa untuk mencatat durasi kejang yang terjadi. Atau anda juga bisa menggunakan daun pegagan sebagai pengobatan kejang, berikut adalah langkah-langkah membuat ramuan alami untuk kejang, yaitu :

– Ambil segenggam daun Pegagan dan cuci bersih.
– Ambil gula aren atau gula jawa secukupnya.
– Campurkan daun Pegagan dan gula.
– Blender atau tumbuk hingga halus dan tercampur rata.
– Ambil sebanyak satu sendok ramuan dan seduh dengan satu gelas air mendidih.
– Saring air dari ramuan tersebut dan minum rutin satu gelas sehari.

Kejang juga dapat menjadi tanda dari penyakit yang lebih serius, seperti meningitis. Anak-anak maupun orang dewasa yang pernah mengalami kejang dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Langkah ini diambil untuk mendiagnosis kemungkinan epilepsi. Dengan demikian, pengobatan sedini mungkin bisa dilakukan jika positif terdiagnosis epilepsi.

Demikianlah informasi mengenai Penyebab, gejala dan pengobatan kejang. Jika teman, saudara, atau salah satu keluarga kita mengalami kejang, sebaiknya anda segera berkonsultasi dengan dokter agar anda lebih memahami bagaimana cara yang baik untuk melakukan penanganan. Mudah-mudahan apa yang disampaikan bisa bermanfaat bagi anda. Terima Kasih.

SHARE TO :