SHARE TO :

Kudis Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya Yang Efektif

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 6:26 am tanggal November 11, 2016

Kudis Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya Yang Efektif – Terdapat bermacam-macam penyakit yang dapat menyerang kulit yang merupakan organ terbesar tubuh. Salah satunya adalah kudis. Kudis adalah tungau atau sejenis kutu sarcoptes scabiei yang ciri utamanya adalah timbul borok atau keropek kebotakan dan gatal gatal pada kulit. Sarcoptes scabiei adalah tungau atau kutu dengan ciri-ciri berbentuk pipih hampir bulat dengan 8 kaki pendek, pipih, berukuran 300-600 miu. Biasanya tungau hidup di lapisan epidermis. Permukaan dorsal dari tungau ini dilindungi oleh lipatan dan lekukan terutama bentuk garis yang melintang sehingga membuat skala segitiga kecil.

Pada tungau betina terdapat ekor seperti cambuk pada pasangan kaki ke 3 dan ke 4 sedangkan pada tungau jantan, bulu cambuk hanya terdapat pada pasangan kaki ke 3. Penyebab penyakit kudis sendiri biasanya terjadi karena sanitasi yang buruk yang menyebabkan tungau atau kutu dapat berkembang biak dengan baik. Berbeda dengan penyakit kulit seperti kurap dan panu yang disebabkan oleh jamur.

Kudis Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya Yang Efektif Serta Alami

kudis

Kudis bukanlah infeksi, tetapi kutu. Tungau kecil yang disebut sarcoptes scabiei mendirikan sarang di lapisan luar kulit manusia. Sebagai tungau liang dan bertelur di dalam kulit, kutu menyebabkan gatal tanpa henti dan bentol merah. Penyakit kudis ini banyak di derita di masyarakat kita, maka tak heran banyak penamaan untuk penyakit ini seperti gudikan, kudisan, gatal agogo, budukan, dan lai-lain.

Seperti telah disebutkan diatas penyakit kudis disebabkan oleh tungau yang berukuran kecil tak tampak oleh mata telanjang sehingga untuk melihatnya diperlukan alat bantu berupa mikroskop. Ukuran kutu (tungau) betina 0,3-0,4 mm, sedangkan S.scabiei jantan stengah dari ukuran betina. Kutu betina sudah dibuahi akan tinggal dikulit dengan membuat liang terowongan pada kulit, disana ia bertelur skitar 40-50 butir telur, dan akan menetas dalam waktu 3-5 hari. Di luar kulit, kutu ini hanya dapat bertahan hidup 2-3 hari pada suhu kamar.

Untuk lebih jelasnya ada proses dari perkembangan biakan tungau pada kulit sehingga menjadi penyakit kudis adalah sebagai berikut :

– Infeksi dari tungau yang membuat terowongan di kulit epidermis dan pada terowongan atau jalur tersebut biasanya tungau meninggalkan 2-3 butir telur.
– Telur menetas dalam waktu 2-4 hari berikutnya dan kemudian menjadi larva tungau.
– Dalam 1-2 hari larva akan berubah menjadi limfa stadium pertama kemudian akan berubah menjadi limfa stadium 2. Limfa ini akan berkembang menjadi tungau muda yang dalam proses siap bereproduksi kembali.
– Tungau berkembang menjadi tungau dewasa dalam waktu hanya 2-4 hari.

Untuk menyelesaikan daur hidupdari telur hingga dewasa hanya diperlukan 10-14 hari, bisa dibayangkan perkembangan infeksi penyakit kudis ini jika tidak dirawat dengan benar. Tungau ini tahan terhadap air hangat serta sabun, jika tidak bisa diberantas walau pengidap sudah menggosok tubuh sampai bersih pada saat mandi. Pengidap tetap membutuhkan penanganan medis.

Gejala umum yang terjadi pada penderita penyakit kudis adalah gatal yang sangat terasa pada permukaan kulit, berwarna kemerahan dan biasanya disertai infeksi lanjutan seperti yang diakibatkan oleh bakteri maupun jamur. Pada bayi, gejala yang khas yaitu adanya bisul pada telapak tangan atau kaki. Ketika seseorang menderita penyakit kudis untuk pertama kalinya, akan memakan waktu empat sampai enam minggu untuk kulit bereaksi. Gejala yang paling umum, yaitu : Rasa gatal, terutama pada malam hari. Bentol/bintil merah seperti jerawat. kulit lecet atau melepuh. Kulit luka yang disebabkan oleh garukan.

Pengobatan Alami Penyakit Kudis

Penyakit ini dapat diobati dengan obat medis, tapi anda juga bisa menggunakan bahan alami yang tersedia di sekitar anda. Berikut ini ada beberapa bahan tradisional yang bisa anda gunakan untuk mengobati kudis atau gudik, yaitu :

  • Kunyit

Sifat antiseptic dan anti inflamasi yang terdapat dalam kunyit, sangat berguna untuk mengobati kudis dengan cepat. Caranya, buatlah pasta lembut dengan menumpuk rimpangnya. Campur dengan air lemon, oleskan pada kulit yang timbul kudis. Lakukan pengobatan ini secara teratur sampai bercak kemerahan pada kulit sedikitnya berkurang.

  • Temu ireng 

Temu ireng diyakini oleh banyak orang dapat mengatasi kudis dengan cepat. Caranya, ambil 1 rimpang temu ireng kemudian cuci dengan air yang mengalir. Tumbuk, campur dengan minyak kelapa sampai merata. Terapkan pasta ini pada kulit yang bermasalah, bungkus menggunakan kasa bersih. Lakukan pengobatan ini, 3 kali dalam sehari.

  • Daun mimba

Pengobatan penyakit kudis secara tradisional dapat juga menggunakan daun mimba atau mimba. Daun ini memiliki sifat anti jamur dan anti bakteri yang efektif untuk membasmi tungau penyakit kudis. Caranya, haluskan daunnya, aplikasikan pada kulit selam 20 menit kemudian bilas dengan air bersih.

  • Tanaman brotowoli

Cara lain untuk mengobati kudis secara tradisional adalah menggunakan batang tumbuhan brotowoli. Anti bakteri dalam brotowoli ternyata efektif untuk melawan kutu scabies dan telurnya. Caranya, tumbuk batan tanaman ini sampai lumat, aplikasikan pada bagian kulit yang menjadi sarang kutu.

  • Minyak lavender 

Manfaat minyak lavender termasuk untuk meumpas parasit penyebab kudis, serta meningkatkan regenerasi sel. Aplikasikan minyak ini pada kulit anda, untuk menyembuhkan kudis dengan cepat. Lakukan pijatan lembut selama beberapa menit, bilas dengan air bersih.

  • Bawang putih 

Bumbu dapur ini memiliki sifat anti radang dan anti bakterial, yang ampuh untuk mengatasi penyakit kudis. Caranya, haluskan bawang putih berbentuk pasta lembut, terapkan pada koloni scabies dikulit.

  • Cuka

Salah atu khasiat cuka adalah tingkat pH kulit, sehingga kutu scabies tidak betah untuk tinggal di kulit. Teteskan cuka pada kapas, oleskan pada kulit yang terserang penyakit kudis.

  • Lidah buaya

Sifat anti-mikroba dalam aloe vera membantu untuk mempercepat penyembuhan luka akibat scabies. Cara menggunakan, terapkan gel lidah buaya pada kulit yang muncul kudis. Biarkan selama 60 menit atau sampai kering, kemudian cuci dengan sabun dan air bersih.

Itulah informasi mengenai pengeritan tentang penyakit kudis dan cara mengobatinya menggunakan bahan tradisional. Pengobatan menggunakan bahan tradisional memang jauh lebih baik dibandingkan dengan menggunakan bahan kimia. Bahan alami pada dasarnya minim efek samping dan sangat mudah untuk di dapatkan juga tidak memerlukan biaya yang mahal. Semoga informasi tersebut bermanfaat bagi anda. Terima Kasih.

SHARE TO :