SHARE TO :

Limfoma Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya Yang Efektif

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 2:57 am tanggal November 1, 2016

Limfoma Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya Yang Efektif – Limfoma adalah kanker yang muncul dalam sistem limfatik yang menghubungkan noda limfa atau kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Sistem limfatik termasuk bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Sel-sel darah putih limfosit dalam sistem limfatik akan membantu pembentukan antibodi tubuh untuk memerangi infeksi. Tetapi jika sel-sel limfosit B dalam sistem limfatik diserang kanker, sistem kekebalan tubuh penderita akan menurun sehingga rentan mengalami infeksi.

Sistem limfatik atau sistem pembuluh getah bening merupakan sistem yang mempertahankan tubuh secara alami terhadap serangan benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Pada limfatik terdapat cairan yang bernama limfatik. Cairan ini seperti susu yang menggenangi sel-sel tubuh, dimana terkandung protein, lemak, dan limfotik. Sistem limfatik teridir dari beberapa rangkaian pembuluh dan kelenjar yang tersebar diseluruh tubuh. Cairan ini mengalir melewati dinding kapiler menuju ke pembuluh getah bening dan meneruskannya ke dalam aliran darah.

Limfoma Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya Yang Efektif Dan Alami

limfoma

Pada limfosit terdapat 2 jenis sel, yaitu sel B dan sel T. Sel B memproduksi protein sebagai antibodi untuk menyerang benda asing ketika menginfeksi tubuh. Dalam sehari sel B dan Sel T bertugas hingga beberapa kali untuk memeriksa apakah ada sel yang rusak, sakit, atau sudah tua pada tubuh. Apabila menemukan sel-sel tersebut, maka limfosit dengan otomastis akan memusnakannya.

Organ tubuh yang berhubungan dengan produktifitas dan sirkulasi limfosit adalah limpa, kelenjar timus, susmsum tulang, dan amandel (tonsil). Organ-organ inilah yang diserang oleh limfoma. Ada dua jenis Limfoma yaitu Limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin. Perbedaan utamanya terletak pada jenis sel limfosit yang di serang kanker dan dapat diketahui melalui pemeriksaan di bawah mikroskop oleh dokter.

Yang dimaksud dengan Limfoma jenis Hodgkin adalah jika dokter mendeteksi adanya sel abnormal Reed-Sternberg dalam sel kanker. Sementara Limfoma tanpa sel abnormal tersebut termasuk dalam kategori Limfoma non-Hodgin. Limfoma non-Hodgkin lebih sering terjadi dibandingkan Limfoma Hodgkin. Diperkirakan sekitar 8 dari 10 kasus Limfoma merupakan jenis ini.

Gejala utama yang dialami pengidap Limfoma adalah tumbuhnya benjolan. Benjolan ini tidak terasa sakit dan umumnya munculnya pada leher, ketiak, dan selangkangan. Selain benjolan, ada beberapa gejala yang mungkin dirasakan pengidap. Indikasi-indikasi tersebut biasanya meliputi :

  • Selalu merasa lelah.
  • Berkeringat pada malam hari.
  •  Demam Dan menggigil.
  • Sering mengalami infeksi atau infeksi yang sulit sembuh.
  • Gatal-gatal di seluruh tubuh.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Tidak nafsu makan.
  • Pembengkakan pada perut.
  • Sakit perut.
  • Batuk yang tidak kunjung sembuh.
  • Gangguan pernapasan.
  • Sakit dada.

Limfoma terjadi karena adanya perubahan atau mutasi pada DNA sel-sel limfosit sehingga pertumbuhannya menjadi tidak terkendali. Penyebab di balik mutasi tersebut belum diketahui secara pasti. Tetapi ada beberapa hal yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena limfoma. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi :

  • Usia. Sebagian besar limfoma Hodgkin terjadi pada pengidap yang berusia 15-30 tahun dan lansia diatas 55 tahun. Sedangkan risiko limfoma non-Hodgkin akan meningkatkan seiring usia, khususnya lansia berusia di atas 60 tahun.
  • Faktor keturunan. Risiko anda untuk terkena limfoma akan meningkatkan jika anda memiliki anggota keluarga init (ayah,ibu, atau saudara kandung) yang menderita jenis kanker yang sama.
  •  Pernah tertular virus Epstein-Barr atau EBV. Virus ini menyebabkan demam kelenjar. Orang yang pernah mengalami demam kelenjar lebih berisiko mengalami limfoma Hodgkin.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena mengidap HIV atau menggunakan obat imunosupresan.
  • Jenis kelamin. Limfoma lebih sering menyerang pria dibandingkan dengan wanita.

Menanyakan gejala-gejala yang dialami pasien merupakan langkah awal diagnosis pada semua penyakit, termasuk limfoma. Riwayat kesehatan anda dan pemeriksaan fisik juga akan anda jalani. Jika menduga anda mengidap Limfoma, dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan atau tes untuk mematikan dignosis. Langkah pemeriksaan tersebut, diantaranya : Tes darah dan urin, X-ray, CT, MRI, Dan PET scan, dan Biopsi.

Pengobatan Limfoma Secara Alami

Pengobatan Limfoma bisa tidak sama bagi tiap pengidap. Dokter akan menentukan langkah yang terbaik untuk anda berdasarkan kondisi kesehatan, jenis, dan stadium Limfoma anda. Khusus untuk Limfoma non-Hodgkin, tidak semuanya membutuhkan penanganan medis secepatnya. Jika kanker yang anda idap termasuk jenis yang lambat berkembang, dokter mungkin akan menyarankan untuk menunggu dan melihat perkembangannya terlebih dulu. Bahkan ada Limfoma non-Hodgkin stadium dini dengan ukuran kecil yang dapat diatasi melalui prosedur pengangkatan pada saat biopsi sehingga pasien tidak membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Jika Limfoma anda membutuhkan pengobatan, langkah utama dalam menanganinya adalah kemoterapi. Kemoterapi dapat diberikan melalui infus atau obat minum. Jenis yang diberikan oleh dokter tergantung pada stadium kanker yang anda derita. Terapi ini juga terkadang dikombinasikan dengan :

– Radioterapi.
– Obat-obatan steroid.
– Terapi biologis, contohnya obat rituximab. Obat ini akan menempelkan diri pada sel-sel kanker lalu merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menyerang dan membunuhnya.
– Transplantasi sumsum tulang. Langkah ini dibutuhkan bagi penderita Limfoma yang mengalami kerusakan sumsum tulang akibat kemoterapi dosis tinggi.

Di samping manfaat dan keefektifannya, langkah-langkah tersebut juga memiliki efek samping. Beberapa efek samping yang umumnya berpotensi dialami oleh penderita meliputi kelelahan, diare, mual, serta muntah.

Namun, ada beberapa pengobatan yang minim dengan efektif samping yaitu dengan menggunakan bahan-bahan tradisional, seperti :

  • Madu

Madu mengandung zat karsinogen, yang bermanfaat untuk mencegah tumor dan kanker. Madu mampu diserap tubuh dengan cepat, memperomosikan penyembuhan, bekerja sebagai agen anti-inflamasi, serta mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.

  • Kulit Manggis 

Kulit manggis kini sangat populer khasiatnya, karena dipercaya mampu sembuhkan berbagai jenis penyakit, salah satunya kanker. Salah satu langkah mudah untuk mengolah kulit manggis ini ialah dengan merebusnya dengan air sebanyak 300 ml, masak sampai mendidih lalu sajikan. Jika anda tidak menyukai rasanya yang sedikit pahit, anda bisa mencampurnya dengan madu.

  • Daun Sirsak

Daun dari buah sirsak ini memiliki kandungan gizi yang tinggi, seperti  vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, kalsium, fosfor, karbohidrat, dll. Daun Sirsak ini mampu mengatasi penyakit berbahaya seperti tumor dan kanker. Untuk pengolahannya, anda bisa mengambil 5 lembar daun yang dicuci bersih dan rabus didalam air mendidih sebanyak 400ml, sampai air berubah warna. Aman di konsumsi setiap hari dan tidak mengandung efek samping.

Demikianlah informasi mengenai Penyakit Limfoma atau bisa juga disebut dengan kanker Limfoma, semoga apa yang disampaikan bisa menambah pengetahuan anda dan juga bermanfaat bagi anda. Terima Kasih.

SHARE TO :