SHARE TO :

Mengenal Cedera Hamstring Dan Cara Mengobatinya

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 7:09 am tanggal September 26, 2016

Mengenal Cedera Hamstring Dan Cara Mengobatinya – Cedera hamstring adalah cedera yang menimpa tiga kelompok otot yang ada di paha bagian belakang. Otot ini tidak terlalu banyak digunakan saat seseorang berdiri atau berjalan. Hamstring akan sangat aktif saat melakukan aktivitas yang menuntut seseorang membengkokkan tungkai kaki, seperti berlari, melompat, dan memanjat. Melakukan aktivitas seperti itu dapat memperbesar risiko terkena cedera hamstring. 

Tiga otot tersebut masing-masing adalah semimembranosus, semitendinosus, dan otot bisep femoris. Cedera otot akibat lari seringkali terjadi di bagian otot bisep femoris yang berada di titik pertemuan otot dan tendon. Dan cedera akibat peregangan biasanya terjadi di bagian atas belakang paha, yaitu pada otot semimembranosus.

Cedera Hamstring Dan Cara Mengobatinya

cedera

Cedera hamstring terjadi ketika salah satu otot di paha belakang mengalami robekan atau peregangan akibat aktivitas fisik atau saat berolahraga. Anda mungkin mengalami cedera hamstring jika anda bermain sepakbola, basket, tenis atau olahraga serupa yang mengharuskan anda berlari dengan berhenti tiba-tiba. Cedera hamstring dapat terjadi pada pelari dan penari juga.

Faktor penyebab cedera hamstring ini kebanyakan sering dialami parat atlit olahraga. Hal ini memungkinkan risiko terjadinya regangan yang berlebih pada otot hamstring sehingga sangat rentan mengalami cedera. Cedera hamstring dapat menyebabkan kerusakan otot paha, baik sebagian maupun seluruhnya.

Adapun beberapa faktor resiko yang dapat mempertinggi resiko cedera hamstring ini, yaitu :

– Sebelum berolahraga tidak diawali dengan pemanasan otot-otot sebelumnya.
– Hilang keseimbangan otot.
– Pernah mengalami cedera sebelumnya.
– Mengalami kelenturan yang tidak baik.
– Berolahraga berat.

Cedera ini akan menimbulkan beberapa gejala, salah satu rasa sakit yang sangat menyakitkan pada paha bagian belakang secara mendadak serta akan merasakan sakit yang hebat sehingga penderitanya sulit melangkah apalagi berjalan.

Berikut beberapa gejala yang terjadi saat cedera hamstring :

– Otot paha terasa robek dan putus.
– Kaki bagian belakang lebam dan berubah warna.
– Otot melemah, dan kaki tidak mampu mengangkat beban.
– Nyeri paha di belakang yang secara tiba-tiba ketika beraktivitas.
– Hamstring bengkak dan terasa lunak dalam beberapa jam setelah cedera terjadi.
– Pembengkakan.
– Otot melemah bahkan tidak bisa memberi beban pada kaki yang cedera.

Cedera hamstring dapat juga terjadi ketika seseorang melakukan gerakan pelan tapi menarik otot belakang paha secara berlebihan. Jika seseorang pernah menderita cedera hamstring, maka ia punya risiko lebih besar terkena cedera yang sama.

Cedera hamstring bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu :

– Tingkat 1 : Otot-otot hamstring hanya tertarik ringan atau menegang. Kaki yang cedera masih dapat menanggung beban. Biasanya, masa penyembuhan hanya beberapa hari.
– Tingkat 2 : Robeknya sebagian otot-otot hamstring. Terasa lebih nyeri, tampak bengkak, memar, dan kaki yang cedera lebih lemah saat meenahan beban. Masa penyembuhan bisa beberapa minggu hingga beberapa bulan.
– Tingkat 3 : Seluruh otot-otot hamstring robek. Sangat nyeri, bengkak, memar, terasa sensasi robekan saat cedera, dan kaki tidak dapat digunakan sama sekali untuk berjalan. Masa penyembuhan bisa beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Cara Pengobatan Cedera Hamstring Dengan Aman

Penderita cedera hamstring diharuskan untuk tidak melakukan aktivitas berat hingga otot pulih kembali. Selain itu, ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk mengatasi cedera hamstring.

Berikut ini adalah cara sederhana untuk mengatasinya cedera tersebut, yaitu :

– Istirahat

Hindari beragam aktivitas yang dapat menimbulkan nyeri, pembengkakan atau rasa tidak nyaman. Untuk cedera otot yang lebih luas, dokter anda mungkin menyarankan untuk menggunakan tongkat peyangga sehingga kaki yang cedera tidak perlu menyangga berat badan.

– Es batu

Tempelkan segera es batu ke bagian kaki yang sakit. Untuk beberapa hari pertama setelah cedera, tempelkan es batu selama 15-20 menit setiap 2-3 jam sekali. Dinginnya es batu dapat mengurangi rasa sakit, pembengkakan, serta peradangan pada otot yang cedera. Namun, jika kulit menjadi pucat ketika es menempel, jangan diteruskan.

– Kompres

Balut kaki anda dengan perban kompres elastis sampai bengkak berkurang. Berhati-hatilah untuk tidak membalut terlalu ketat agar aliran darah tidak terhambat. Kendurkan perban kompres jika rasa nyeri bertambah, terjadi mati rasa atau pembengkakan di bawah area yang di balut.

– Evelasi

Duduk atau berbaringlah dengan posisi kaki terangkat, tapi jangan sengaja diangkat. Sangga kaki dengan bantalan atau gantung kaki agar posisi kaki lebih tinggi dari posisi jantung. Gaya gravitasi dapat membantu mengalirkan cairan berlebih di kaki sehingga pembengkakan berkurang.

– Pembedahan

Untuk melekatkan kembali otot-otot hamstring tertarik sepenuhnya dari tulang panggul atau tulang kering. Pembedahan juga bisa menangani otot yang robek cukup parah.

– Terapi fisik

Dengan melakukan latihan yang didesain untuk meningkatkan fleksibilitas serta menguatkan otot-otot hanstring.

Pemeriksaan rontgen akan bermanfaat pada kasus avulsion injury, dimana akan tampak serpihan tulang yang tercabut bersama tendon. Magnetic Resonance Imaging (MRI) sangat baik untuk melihat jenis cedera hamstring dan menentukan dejat keparahannya.

Penderita cedera hamstring diharuskan untuk tidak melakukan aktivitas berat hingga otot kembali pulih. Cobalah untuk beristirahat dengan cukup dan jangan terlalu memaksa otot anda bekerja keras terus, karena bisa menimbulkan keparahan yang tidak akan anda ingin kan (mungkin anda tidak bisa berjalan lagi).

Demikianlah penjelasan mengenai Pengobatan cedera hamstring. Mungkin sebagian orang menggap cedera ini hanya akan dialami oleh atlit olahraga saja, tidak tertutup kemungkinan anda yang tidak sama sekali atau jarang berolahraga bisa mengalami cedera hamstring ini.

Segala masalah pasti ada sebab dan akibatnya, dan pasti ada juga solusi untuk mengatasinya. Rawatlah anggota tubuh anda selalu menerapkan pola hidup yang baik dan sehat, karena semua itu bukan orang lain tapi untuk anda sendiri. Semoga informasi tersebut bermanfaat. Terima Kasih.

SHARE TO :