SHARE TO :

Pengertian Buta Warna, Jenis, Penyebabnya dan Pengobatannya

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 12:32 am tanggal March 28, 2017

Buta warna adalah kekurangan atas penglihatan atas warna. Mata tidak akan melihat warna seperti biasanya jika ada masalah dengan pigmen pada reseptor warna. Jika salah satu pigmen hilang, maka mata akan memiliki masalah melihat warna tertentu. Penderita buta warna bisa kesulitan melihat warna merah, hijau, biru, atau campuran warna-warna ini. Namun pada kondisi buta warna total, tidak ada warna yang dapat dilihat sama sekali dan hal ini sangat jarang terjadi.

Pengertian Buta Warna, Jenis, Penyebabnya dan Pengobatannya

Gejala Buta warna

Penderita buta warna mungkin hanya bisa melihat beberapa gradasi warna, sementara sebagian besar orang dapat melihat ratusan warna. Sebagai contoh, ada penderita buta warna tidak dapat membedakan antara warna merah dan hijau, namun bisa melihat warna biru dan kuning dengan mudah. Beberapa orang bahkan tidak menyadari bahwa dirinya mengalami buta warna hingga mereka menjalani tes penglihatan warna.

Jenis-jenis Buta Warna

Secara Umum buta warna dibedakan menjadi 2 jenis yaitu buta warna total dan buta warna parsial. Tetapi jika dilihat dari faktor penyebabnya, buta wwarna dapat dibedakan dalam beberapa jenis. Berikut jenis-jenis buta warna:

1. Anomalous trichromacy

Anomalous trichromacy adalah gangguan penglihatan warna yang dapat disebabkan oleh faktor keturunan atau kerusakan pada mata setelah dewasa. Penderita anomalous trichromacy memiliki tiga sel kerucut yang lengkap, namun terjadi kerusakan mekanisme sensitivitas terhadap salah satu dari tiga sel reseptor warna tersebut. Penderita buta warna dapat melihat berbagai warna akan tetapi dengan interpretasi berbeda dari pada normal yang paling sering ditemukan adalah:

  • Trikromat anomali, kelainan terdapat pada short-wavelenght pigment (blue). Pigmen biru ini bergeser ke area hijau dari spectrum merah. Penderita mempunyai ketiga pigmen kerucut akan tetapi satu tidak normal, kemungkinan gangguan dapat terletak hanya pada satu atau lebih pigmen kerucut. Pada anomali ini perbandingan merah hijau yang dipilih pada anomaloskop berbeda dibanding dengan orang normal.
  • Deutronomali, disebabkan oleh kelainan bentuk pigmen middle-wavelenght (green). Dengan cacat pada hijau sehingga diperlukan lebih banyak hijau, karena terjadi gangguan lebih banyak daripada warna hijau.
  • Protanomali adalah tipe anomalous trichromacy dimana terjadi kelainan terhadap long-wavelenght (red) pigmen, sehingga menyebabkan rendahnya sensitifitas warna merah. Artinya penderita protanomali tidak akan mempu membedakan warna dan melihat campuran warna yang dilihat oleh mata normal. Penderita juga akan mengalami penglihatan yang buram terhadap warna spektrum merah. Hal ini mengakibatkan mereka dapat salah membedakan warna merah dan hitam.

2. Dichromacy

Dichromacy adalah jenis buta warna di mana salah satu dari tiga sel kerucut tidak ada atau tidak berfungsi. Akibat dari disfungsi salah satu sel pigmen pada kerucut, seseorang yang menderita dikromatis akan mengalami gangguan penglihatan terhadap warna-warna tertentu. Dichromacy dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan pigmen yang rusak:

  • Protanopia adalah salah satu tipe dichromacy yang disebabkan oleh tidak adanya photoreceptor retina merah. Pada penderita protonopia, penglihatan terhadap warna merah tidak ada. Dichromacy tipe ini terjadi pada 1 % dari seluruh pria. Keadaan yang paling sering ditemukan dengan cacat pada warna merah hijau sehingga sering dikenal dengan buta warna merah – hijau.
  • Deutranopia adalah gangguan penglihatan terhadap warna yang disebabkan tidak adanya photoreceptor retina hijau. Hal ini menimbulkan kesulitan dalam membedakan hue pada warna merah dan hijau (red-green hue discrimination).
  • Tritanopia adalah keadaan dimana seseorang tidak memiliki short-wavelength cone. Seseorang yang menderita tritanopia akan kesulitan dalam membedakan warna biru dan kuning dari spektrum cahaya tanpak. Tritanopia disebut juga buta warna biru-kuning dan merupakan tipe dichromacy yang sangat jarang dijumpai.

3. Monochromacy

Monochromacy atau akromatopsia adalah keadaan dimana seseorang hanya memiliki sebuah pigmen cones atau tidak berfungsinya semua sel kerucut(cones cell). Pasien hanya mempunyai satu pigmen kerucut (monokromat rod atau batang). Pada monokromat kerucut hanya dapat membedakan warna dalam arti intensitasnya saja dan biasanya 6/30. Pada orang dengan buta warna total atau akromatopsia akan terdapat keluhan silau dan nistagmus dan bersifat autosomal resesif. Bentuk buta warna ini dikenal juga :

  • Monokromatisme rod (batang) atau disebut juga suatu akromatopsia di mana terdapat kelainan pada kedua mata bersama dengan keadaan lain seperti tajam penglihatan kurang dari 6/60, nistagmus, fotofobia, skotoma sentral, dan mungkin terjadi akibat kelainan sentral hingga terdapat gangguan penglihatan warna total, hemeralopia (buta silang) tidak terdapat buta senja, dengan kelainan refraksi tinggi. Pada pemeriksaan dapat dilihat adanya makula dengan pigmen abnormal.
  • Monokromatisme cone (kerucut), di mana terdapat hanya sedikit cacat, hal yang jarang, tajam penglihatan normal, tidak nistagmus.

Penyebab Buta Warna

Dalam banyak kasus, buta warna merupakan faktor genetika dari orang tua, namun bisa saja terjadi akibat efek samping dari sebuah pengobatan atau gangguan kesehatan yang telah ada sebelumnya. Jika ada reseptor penglihatan warna yang tidak berfungsi secara normal, maka mata tidak bisa melihat spektrum warna-warna sepenuhnya.

Melihat warna melintasi spektrum cahaya diawali dengan kemampuan mata untuk membedakan warna-warna utama, seperti warna merah, biru, dan hijau. Ada beberapa penyebab seseorang mengalami buta warna, di antaranya adalah:

  1. Penyakit. Terdapat penyakit yang bisa menyebabkan buta warna, seperti penyakit Parkonson, penyakit Alzheimer, glaukoma, neuritis optik, leukemia, diabetes, pecandu alkohol kronis, maculardegeneration dan anemia sel sabit.
  2. Usia. Kemampuan seserang untuk membedakan warna perlahan-lahan akan berkurang seiring bertambahnya usia. Ini adalah hal yang alami dalam proses penuaan dan tidak perlu dicemaskan secara berlebihan.
  3. Faktor genetika. Kebanyakan penderita buta warna mengalaminya sejak lahir dan merupakan faktor genetika yang diturunkan oleh orang tua. Penderita buta warna akibat faktor genetika jauh lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita.
  4. Bahan Kimia. Seseorang bisa mengalami buta warna jika terpapar bahan kimia beracun misalnya di tempat kerja, seperti karbon disulfida dan pupuk.
  5. Efek samping pengobatan tertentu. Beberapa pengobatan berpotensi menyebabkan buta warna, seperti diogxin, pheytoin, chloroquine dan sildenafil yang juga dikenal sebagai Viagra. Jika gangguan disebabkan oleh pengobatan, biasanya pandangan akan kembali normal setelah berhenti mengkonsumsi obat.

Baca Juga : Cara Efektif Dan Sederhana Mencegah Kebutaan

Pengobatan Buta Warna

Banyak penderita buta warna belajar beradaptasi dan menemukan cara untuk mengatasi masalah membedakan warna. Sampai saat ini belum ada obat atau metode untuk mengobati buta warna. Gejala buta warna dapat dikurangi dengan menggunakan pengobatan alternatif atau perawatan kondisi yang mendasar jika buta warna yang diderita diakibatkan oleh pengobatan tertentu atau gangguan kesehatan yang telah ada sebelumnya. Berikut cara mengobati buta warna:

  1. Susu kanbing
    Mengkonsumsi susu kambing sangatlah baik. Jika Anda meminumnya secara teratur setiap hari agar dapat membantu menjaga kesehatan mata dan dapat mengurangi semakin parahnya penglihatan mata Anda.
  2. Bawang merah
    Selain susu kambing, bawang merah juga sangatlah baik. selain dikonsumsi bawang mearh juga baik Anda gosokan pada kedua kelopak mata Anda. Awalnya pasti akan terasa perih namaun hal tersebut akan menjadi terbiasa dan sangat membantu untuk mengobati mata Anda.
  3. Buah pepaya
    Mengkonsumsi buah pepaya sebagai sumber vitamin A dan C juga akan secara rutin mengobati buta warna Anda.
  4. Wortel
    Wortel yang kaya akan vitamin A bisa Anda konsumsi sebagai sayur dan juga jus. Ada baiknya mengkonsumsi wortel pada pagi hari sebelum Anda beraktifitas.
  5. Apel
    Kesehatan mata juga dapat Anda jaga dengan mengkonsumsi apel secara teratur. Buah apel bisa Anda konsumsi setelah makan atau sebelum tidur.
  6. Belimbing
    Selain kaya akan vitamin belimbing juga memiliki banyak mineral yang baik untuk kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu mengobati buta wrna parsial dengan mengkonsumsi buah belimbing dapat membantu Anda.
  7. Susu Sapi
    Susu yang banyak mengandung kalsium selain dapat menjaga kesehatan tulang juga dapat anda gunakan untuk membantu mengobati mata anda yang buta warna.
  8. Buah Naga
    Mengkonsumsi buah naga secara teratur setiap hari agar dapat menjaga kesehatan mata dan dapat mengurangi semakin parahnya penglihatan mata tersebut.

Artikel Terkait :

Penyebab Dan Gejala Buta Warna

SHARE TO :