SHARE TO :

Pengertian Cacing Kremi Gejala Dan Cara Mengatasinya

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 7:11 am tanggal September 21, 2016

Pengertian Cacing Kremi Gejala Dan Cara Mengatasinya – Kita semua pastinya pernah atau sering mendengar penyakit cacingan. Cacing kremi sendiri biasanya menyerang daerah disekitar anus dan menimbulkan rasa gatal-gatal yang hebat. Infeksi cacing kremi sendiri terdiri dari 2 tahap. Tahap pertama, yaitu dimana telur cacing akan berpindah dari anus penderita cacing kremi ke pakaian, mainan atau seprei. Dan kemudian cacing akan berpindah ke mulut anak melalui jari-jari tangan.

Cacing kremi adalah cacing parasit kecil yang menjangkit usus besar manusia. Parasit bernama latin Enterobius vermicularis memiliki fisik berwarna putih dan sekilas terlihat seperti benang putih. Cacing ini bisa terlihat pada sekitar lubang anus atau di tinja penderita. Cacing ini rata-rata memiliki panjang tubuh 5 samapai 13 milimeter, dan menaruh telur-telurnya pada lipatan kulit di sekeliling anus pada saat penderita sedang tertidur.

cacing-kremi

Penyebab cacing kremi tidak hanya disebabkan oleh perpindahan cacing dari anus ke mulut si penderita saja. Tetapi, infeksi cacing kremi ini juga bisa disebabkan akibat terhirupnya telur cacing kremi mikroskopis yang terhirup melalui udara yang selanjutnya akan membuat jalan ke dalam usus. Sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman dan gatal-gatal. Ketika si penderita menggaruknya, maka tanpa sengaja cacing kremi tersebut akan di tularkan pada orang lain melalui jari tangan si penderita cacing kremi tersebut.

Infeksi cacing kremi umumnya tidak menimbulkan kondisi medis yang serius. Namun, kadang cacing ini akan naik dari area anal menuju ke vagina, uterus, tuba falopi, dan sekitar organ di pinggul. Jika hal ini terjadi, maka penderita akan terancam terkena beberpa komplikasi seperti peradangan vagina (vaginitis) dan peradangan lapisan dinding dalam uterus (endometritis).

Orang yang terjangkit cacing kremi seringkali tidak merasakan gejala atau tanda apapun. Gejala umum yang sering kali dirasakan penderita adalah gatal. di sekitar anus dan vagina pada malam hari. Rasa gatal ini disebabkan oleh aktivitas cacing kremi saat menaruh telur-telurnya.

Berikut gejala yang biasanya dirasakan penderita:

– Mengompol.
– Hilangnya nafsu makan.
– Kesulitan tidur atau tetap tidur (insomnia).
– Berat badan berkurang.
– Infeksi kulit di sekitar anua.
– Nyeri perut dan mual.

Cacing kremi betina bisa meletakkan ribuan telurnya disekitar anus atau vagina. Cacing kremi betina juga mengeluarkan lendir yang menyebabkan penderita merasa gatal. Telur cacing kremi bisa bertahan selama dua minggu. Telur-telur cacing kremi pada tangan penderita bisa berpindah pada benda apapun yang disentuhnya, seperti :

– Sprei dan sarung bantal.
– Handuk.
– Mainan anak.
– Peralatan dapur.
– Sikat gigi.
– Perabotan rumah.
– Permukaan dapur atau kamar mandi.

Cacing kremi kebanyakan diidap oleh anak kecil karena mereka masih belum bisa menjaga kebersihan tangan dengan baik. Untuk menghindari agar tidak terserang penyakit cacingan, setiap orang di anjurkan untuk selalu memakai alas kaki, memasak daging tanpa harus matang dengan demikian dapat terhindar dari penularan cacing tambang.

Namun sebagian orang masih banyak yang salah, bahwa jika makan ikan, daging, gorengan akan menderita penyakit yang mereka sebut cacingan. adapula yang mengatakan bahwa anak yang sering makan kelapa mentah akan mengidap banyak cacing kremi. Anggapan ini jelasa kurang berdasar.

Anggapan yang benar adalah lalat yang hinggap pada makanan adalah penular utama bibit penyakit itu. Ketika lalat itu hinggap dan membawa telur ke makanan tersebut. Dan makan itu dimakan manusia, maka telur-telur tadi akan ikut pula termakan. Dalam usus, telur itu menetas, dan tubuh menjadi deawas serta berkembang biak. Cacing yang hidup dalam usus aslinya bukan dari daging, telur, ikan, susu, dan lain-lain, tapi dari telur-telur cacing yang terdapat pada makanan yang dimakan oleh calon penderita cacing kremi.

Cara Mengatasi Cacing Kremi Dengan Alami

Tujuan pengobatan cacing kremi adalah untuk menghilangkan cacing kremi dan mencegah infeksi kembali terjadi. Untuk itu, semua orang yang serumah dengan penderita juga harus menjalani pengobatan, karena risiko penyebaran infeksi cacing kremi sangat tinggi.

Tapi, untuk mengobati cacing kremi tersebut anda dianjurkan untuk berperilaku hidup bersih. Dan beberapa perilaku hidup bersih itu antara lain :

– Hindari menggunakan handuk orang lain.
– Mencuci semua baju, sprei, handuk, dan mainan.
– Membersihkan debu di seluruh rumah.
– Bersihkan kamar mandi dan dapur.
– Hindari untuk menggoyangkan benda yang terkontaminasi dengan telur cacing kremi.
– Hindari makan di kamar tidur.
– Jaga agar kuku-kuku selalu pendek.
– Ajari anak untuk tidak menggigit kuku dan mengisap jari.
– Mandi setiap hari.

Cara mengatasi cacing kremi dengan alami adalah sebagai berikut :

– Membangun kesehatan tubuh. Kita harus menjaga kesehatan tubuh dimulai dari menjaga pola hidup sehat dari sekarang, seperti mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar, mencuci pakaian, membersihkan seprei dan lain sebagainya. Hal ini dapt menghindari anda dari infeksi cacing kremi yang berpindah tempat dan juga mencegah orang lain terinfkesi atau tertular cacing kremi yang anda derita.
– Hindari menggaruk anus atau disekitar anus. Dengan menggaruk anus akan mempermudah cacing untuk menyebarkan telurnya. Untuk hal ini anda harus menghindari menggaruk ketika merasakan gatal-gatal di daerah anus.
– Memotong dan membersihkan kuku jari tangan dan kaki. Hal ini bisa menghindari menempelnya telur cacing pada kuku anda.
– Menjauhkan tangan dan jari dari mulut dan juga hidung. Hal ini untuk menghindari tertelannya telur cacing yang tersebar melalui jari tangan anda.
– Mengatur pola makan. Jenis makan yang sangat disarankan adalah berupa sayuran dan buah-buahan serta makanan yang tidak banyak mengandung gula dan karbohidrat.

Anda juga bisa melakukan pengobatan menggunakan bahan alami, seperti :

– Ekstrak biji anggur

Ekstrak biji anggur mengandung senyawa yang bisa menetralisir cacing kremi dan telurnya secara alami tanpa menyebabkan efek samping. Caranya adalah dengan mencampur ekstrak biji anggur ke dalam segelas air hangat kemudian minum airnya. Terapi ini bisa dilakukan selama tiga kali dalam seminggu.

– Bawang putih

Bawang putih yang banyak mengandung senyawa alisin ini bisa membantu membunuh cacing kremi yang sudah masuk ke dalam tubuh. Caranya adalah dengan menambahkan bawang putih ke dalam masakan yang akan dimakan atau jika anda merasa gatal pada bagian dubur saat malam hari karena infeksi cacing kremi, maka bisa mencoba untuk mengoleskan bawang putih yang sudah dihaluskan di sekitar dubur. Pada pagi harinya maka akan banyak cacing kremi dan telur yang keluar dan sudah dalam kondisi mati.

– Minyak jarak dan kelapa

Minyak kelapa sangat berkhasiat untuk membunuh cacing kremi. Anda bisa mengambil satu sendok minyak kelapa yang sudah dicampur dengan minyak jarak kemudian oleskan pada bagian anus. Sesaat setelah itu maka maka cacing kremi yang berada di dubur akan mati.

– Biji labu

Biji labu yang masih segar ternyata juga sangat efektif untuk mengobati cacing kremi. Caranya adalah dengan menghancurkan biji labu yang masih segar, kemudian rebus hingga mendidih. Setelah itu saring agar airnya bisa diambil. Setelah dingin maka airnya bisa diminum. Air ini akan membunuh cacing kremi secara langsung karena air akan diserap ke dalam usus. Cara ini bahkan bisa membuat infeksi cacing kremi agar tidak kambuh lagi.

– Wortel Mentah

Wortel mengandung vitamin dan mineral yang sangat baik untuk tubuh, sementara cacing kremi tidak suka dengan nutrisi wortel sehingga akan mati. Cacing kremi kemudian akan keluar dari tubuh bersama dengan feces.

Cacing kremi adalah infeksi yang sangat umum, namun juga harus benar-benar dibasmi. Karena itu menjaga kesehatan dan kebersihan akan lebih baik untuk mencegah cacing kremi. Demikianlah informasi mengenai Cacing Kremi, semoga informasi tersebut bisa menambah pengetahuan anda tenang penyakit yang tidak lagi asing di dengar oleh masyarakat. Terima Kasih.

SHARE TO :