SHARE TO :

Penyakit Alzheimer Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 2:15 am tanggal January 30, 2017

Penyakit Alzheimer Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya – Penyakit Alzheimer adalah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berfikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita akibat gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau perlahan-lahan. Seseorang yang terkena Penyakit Alzheimer biasanya akan terlihat mudah lupa, seperti lupa nama, benda, atau tempat, lupa tentang kejadian-kejadian yang belum lama dilalui, dan lupa mengenai isi percakapan yang belum lama dibicarakan bersama orang lain. Penyakit Alzheimer juga bisa disebut dengan suatu gangguan pada otak atau demensia (pikun) yang menahun, terus berlanjut, dan tidak dapat kembali seperti semula lagi.

Seiring perkembangan waktu, gejala akan meningkat. Penderita Penyakit Alzheimer kemudian akan kesulitan melakukan perencanaan, kesulitan bicara atau menuangkan sesuatu ke dalam bahasa, kesulitan membuat keputusan, kerap terlihat bingung, tersesat ditempat yang tidak asing, mengalami gangguan kecemasan dan penurunan suasana hati, serta mengalami perubahan kepribadian, seperti mudah curiga, penuntut, dan agresif. Pada kasus yang parah, penderita Penyakit Alzheimer bisa mengalami delusi dan halusinasi, serta tidak mampu melakukan aktivitas atau bahkan tidak mampu bergerak tanpa dibantu orang lain.

Penyakit Alzheimer Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya Yang Sederhana

Penyakit Alzheimer

Hingga saat ini penyebab pasti Penyakit Alzheimer belum diketahui. Namun, para ahli kesehatan melakukan penelitian mengemukakan bahwa di dalam otak penderita terjadi pengendapan protein beta-amyloid dan kekusutan neurofibril yang menghalangi suplai nutrisi anta sel otak. Seiring waktu, beta amyloid yang mengendap dan neuofibril yang kusut akan merusak dan mematikan sel-sel otak sehingga akhirnya membuat ukuran otak menyusut. Saat proses tersebut berjalan, gejala akan tampak pada penderita, yaitu berupa daya ingat berkurang, perubahan suasana hati, dan menurunnya kemampuan bicara. Rusaknya sel-sel pada otak juga dapat menurunkan neurotransmitter di dalam otak yang berimbas kepada kacaunya koordinasi antar saraf otak.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena Penyakit Alzheimer :

– Umur. Penyakit Alzheimer rentan diidap oleh orang-orang yang telah berusia di atas 65 tahun (terlebih lagi bagi mereka yang berusia di atas 80 tahun). Namun dari keseluruhan kasus yang terjadi, lima persen penderita penyakit alzheimer adalah orang-orang yang berusia 40-65 tahun.

– Berjenis kelamin wanita.

– Pernah mengalami cedera parah pada bagian kepala.

– Genetik. Menurut penelitian, mereka yang memiliki orang tua atau saudara dengan Alzheimer akan lebih berisiko terkena penyakit yang sama. Kurang dari lima persen kasus penyakit Alzheimer terjadi akibat perubahan atau mutasi genetik yang diturunkan dari generasi sebelumnya.

– Mengidap sindrom Down. Gangguan genetik yang menyebabkan terjadinya sindrom Down juga dapat menyebabkan penumpukan protein beta-amyloid di otak sehingga memicu terjadinya penyakit Alzheimer.

– Mengidap gangguan kognitif ringan. Orang-orang dengan kondisi ini biasanya akan memiliki masalah pada daya ingat yang mungkin saja dapat memburuk seiring perkembangan usia.

Selain faktor-faktor di atas, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit Alzheimer. Karena itu, harap waspada jika Anda sering terpapar asap rokok, jarang berolahraga, jarang mengonsumsi makanan berserat, menderita kolesterol tinggi, hipertensi, obesitas, dan diabetes tipe-2.

Pengobatan Sederahana Penyakit Alzheimer

Penyakit jantung sering dikaitkan dengan risiko mengidap Penyakit Alzheimer. Jika seseorang memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung, maka dirinya pun lebih rentan terkena Penyakit Alzheimer. Karena itu, lakukanlah beberapa langkah untuk membuat jantung tetap sehat dan terhindar dari Penyakit Alzheimer. Ada beberpa langkah yang bisa anda lakukan untuk menghindari Penyakit Alzheimer, yaitu :

– Konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, kadar lemak dan kolesterolnya rendah. Tingkatkan asupan serat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

– Berhenti merokok dan batasi konsumsi minuman beralkohol.

– Jika Anda menderita stroke, diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi, teraturlah dalam mengonsumsi obat resep dan menjalani nasihat dari dokter mengenai pola hidup sehat.

– Jika Anda mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, berusahalah untuk menurunkan berat badan secara aman.

– Pastikan Anda selalu rutin memeriksakan tekanan darah, serta kadar kolesterol dan gula secara teratur untuk mengantisipasi gangguan yang makin parah.

– Berolahraga secara rutin sedikitnya 2,5 jam tiap minggu, seperti bersepeda atau berjalan kaki.

Umumnya, orang-orang yang pikiran dan fisiknya selalu aktif, serta mereka yang suka bersosialisasi tidak akan mudah terkena penyakit Alzheimer. Karena itu lakukanlah hal-hal menyenangkan yang dapat menstimulasi gerak tubuh dan pikiran Anda. Misalnya dengan bermain musik, bermain yang dapat menstimulasi otak, menulis, membaca, belajar bahasa asing, mengikut kegiatan sosial, dan berolahraga. Jalan santai di pagi atau sore hari, berenang, tenis, bulutangkis, dan golf adalah contoh-contoh olahraga ringan yang direkomendasikan.

Itulah beberapa cara sederhana yang bisa anda lakukan untuk menghindari Penyakit Alzheimer dan diatas juga menjelaskan penyebab dan gejala yang sering di alami orang penderita Penyakit Alzheimer. Meskipun penyakit alzheimer biasanya muncul pada seseorang yang berusia tengah 60-an dengan jumlah yang meningkat secara nyata pada usia 80-an, penyakit alzheimer ini dapat juga mengenai orang-orang yang berusia 40-50 tahun. Jadi bukan penyakit khusus untuk orang-orang berusia tua atau sangat tua. Tapi, tidak ada salahnya kita yang masih berusia juga harus tetap menjaga kesehatan tubuh dengan baik.

SHARE TO :