SHARE TO :

Penyakit Flu Burung Penyebab dan Cara Mengobatinya

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 3:58 am tanggal September 20, 2016

Penyakit Flu Burung Penyebab dan Cara Mengobatinya – Flu Burung adalah suatu jenis penyakit influenza yang ditularkan oleh burung terhadap manusia. Virus yang masuk ke tubuh manusia akan berinkubasi terlebih dahulu selama 3-7 hari sebelum menimbulkan gejala.

Seseorang yang terkena flu burung akan mengalami gejala utama, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, pilek, batuk, dan gangguan pernapasan.

Penyakit Angin Duduk Penyebab dan Cara Mengobatinya

Namun sebelum gejala tersebut muncul, ada juga penderita yang terlebih dahulu mengalami:

  • Sakit perut
  • Diare
  • Pendarahan gusi
  • Pendarahan hidung
  • Nyeri dada

Pengobatan flu burung harus dilakukan secepat mungkin. Karena jika tidak, penyakit ini sangat berpotensi menimbulkan komplikasi yang dapat membahayakan nyawa penderitanya, seperti:

  • Sindrom gagal napas akut
  • Pneumonia
  • Gagal multi organ (misalnya gangguan jantung, disfungsi ginjal, dan pneumothorax atau pengumpulan udara di dalam rongga pleura).

Penyebab Penyakit Flu Burung

Virus flu burung awalnya hanya menyebar antar unggas saja, baik itu unggas liar maupun unggas peternakan (ayam, bebek, angsa atau burung kicauan). Seiring waktu, virus flu burung bermutasi menjadi beberapa turunan sehingga pada akhirnya mampu menulari manusia. Beberapa turunan virus tersebut diantaranya adalah H5N1, H7N7, H9N2, H5N6, H6N1, H7N9, dan H10N8.

Dari semua turunan virus flu burung, sampai saat ini hanya dua jenis yang pernah menyebabkan wabah dengan jumlah korban jiwa yang banyak, yaitu H5N1 dan H7N9.

H5N1 yang mewabah sejak tahun 1997 telah menginfeksi sekitar 840 orang di seluruh dunia dengan jumlah penderita meninggal dunia mencapai 447 orang. Dari data tersebut, Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena dampak flu burung paling parah, bersama dengan Vietnam dan Mesir.

Sedangkan H7N9 yang mewabah sejak bulan Maret tahun 2013, dilaporkan telah menginfeksi 665 orang dan 229 diantaranya meninggal dunia. Tiongkok bagian tenggara adalah wilayah yang paling besar terkena dampaknya akibat virus flu burung jenis ini.

Flu burung berisiko tinggi menular apabila kita menyentuh unggas yang telah terinfeksi, menghirup debu dari kotoran unggas sakit yang telah mengering, atau menyantap daging/telurnya dengan tidak dimasak sampai benar-benar matang. Selain itu, bahaya yang sama juga mengintai apabila kita mengunjungi pasar unggas dengan tingkat kebersihan yang buruk atau mengunjungi suatu daerah yang sedang dilanda wabah flu burung.

Pengobatan Penyakit Flu Burung

Pasien yang telah terbukti menderita flu burung biasanya akan diobati secara terpisah (terisolasi) di rumah sakit untuk menghindari penularan. Selain dianjurkan untuk minum banyak cairan, mengonsumsi makaan sehat, istirahat, dan minum obat pereda rasa sakit, dokter juga akan meresepkan obat-obatan anti virus agar penyakit tidak berkembang makin parah. Pemberian obat antivirus juga bertujuan mencegah terjadinya komplikasi dan membuat peluang hidup pasien tetap besar.

Contoh obat-obatan antivirus yang dapat diberikan adalah Oseltamivir dan Zanamivir. Oseltamivir adalah obat pilihan utama.

Sebenarnya obat kedua ini dianjurkan untuk mengobati flu biasa dan sangat efektif apabila penggunaanya tidak melebihi dua hari setelah gejala muncul. Obat ini dapat diberikan secepatnya setelah pasien dinyatakan positif terjangkit flu burung.

Selain berguna untuk pengobatan, oseltamivir dan zanamivir juga dapat dikonsumsi sebagai obat pencegah flu burung, terutama diberikan kepada para petugas medis yang menangani pasien penyakit ini dan kepada mereka yang aktivitas sehari-harinya berdekatan dengan unggas.

Pencegahan Penyakit Flu Burung

Ketika flu burung mewabah di Indonesia, pemerintah banyak melakukan upaya penanggulangan, diantaranya dengan melakukan penyemprotan (sterilisasi) ke sejumlah peternakan atau pasar unggas, hingga pemusnahan jutaan unggas yang dicurigai membawa virus flu burung.

Penyebaran virus flu burung memang sulit untuk dicegah. Namun terlepas dari hal itu, kita harus tetap melakukan hal-hal yang dapat memperkecil risiko terjangkit. Beberapa contoh sederhananya adalah dengan selalu menjaga kebersihan tangan, menjaga kebersihan kandang apabila kita memelihara unggas, memastikan untuk mengonsumsi daging atau telur unggas yang telah dimasak dengan baik, dan tidak mengonsumsi unggas liar hasil buruan karena kita tidak tahu penyakit apa saja yang mungkin ada pada tubuh mereka.

Belilah daging unggas yang sudah dipotong di swalayan atau pasar tradisional yang kebersihannya baik. Daging siap masak akan meminimalkan risiko terkena flu burung karena kita tidak perlu repot-repot memotong, mencabuti bulu atau membersihkan isi perut unggas. Sebisa mungkin hindarilah lapak unggas hidup di pasar yang kebersihannya tidak higienis.

Selalu gunakan masker (penutup mulut dan hidung) ketika kita berada di tempat-tempat umum. Meski flu burung jarang menular dari manusia ke manusia, tetapi langkah ini tidak ada salahnya dilakukan sebagai tindakan preventif. Apabila Anda tinggal di wilayah yang aman dari flu burung, hindari melakukan perjalanan ke wilayah-wilayah yang sedang dilanda flu burung.

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap virus influenza, upayakan untuk rutin mengikuti vaksinasi flu tiap tahun. Jika perlu, sertakan juga vaksinasi pneumokokus untuk menjaga diri dari komplikasi flu burung apabila sewaktu-waktu kita terjangkit kondisi tersebut.

Cukup sekian artikel yang dapat kami sampaikan tentang penyakit flu burung kali ini, semoga bermanfaat untuk anda. Terima kasih.

SHARE TO :