SHARE TO :

Penyakit Angin Duduk Penyebab dan Cara Mengobatinya

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 3:16 am tanggal September 20, 2016

Penyakit Angin Duduk Penyebab dan Cara Mengobatinya – Angin duduk atau angina merupakan suatu kondisi dimana penderitanya mengalami nyeri pada dada akibat otot-otot jantung kurang mendapat pasokan darah. Terganggunya pasokan darah ini terjadi karena adanya penyempitan atau pengerasan pada pembuluh darah. Serangan angin duduk dapat terjadi secara tiba-tiba.

Gejala Angin Duduk

Penyakit Angin Duduk Penyebab dan Cara Mengobatinya

Berikut ini adalah beberapa gejala angin duduk, diantaranya adalah:

  • Nyeri pada dada, yang kemungkinan dapat menyebar ke lengan kiri, punggung, rahang, dan leher.
  • Sesak napas.
  • Tubuh terasa lelah.
  • Mual.
  • Pusing.
  • Gelisah.
  • Mengeluarkan keringat berlebihan.

Segera temui dokter apabila anda merasakan nyeri pada dada, namun belum pernah terdiagnosis menderita masalah apa pun pada jantung. Walau tidak semua nyeri pada dada disebabkan oleh gangguan pada jantung, memeriksakan diri ke dokter adalah langkah yang paling aman.

Penyebab angin duduk (angina)

Agar bisa bekerja dengan baik, jantung membutuhkan asupan darah yang kaya akan oksigen secara cukup. Darah untuk organ ini akan dialirkan melalui dua pembuluh besar yang disebut dengan pembuluh koroner. Angin duduk terjadi ketika pembuluh koroner tersebut mengalami penyempitan.

Berdasarkan hal-hal yang bisa memicu penyempitan pembuluh koroner, angin duduk dibagi menjadi dua jenis, diantaranya adalah:

– Angin duduk stabil.
Aktivitas fisik merupakan terjadinya penyakit ini, salah satunya adalah olahraga. Karena ketika seseorang melakukan olahraga, jantungnya akan membutuhkan lebih banyak asupan darah. Asupan tersebut tidak akan tercukupi jika pembuluh koroner mengalami penyumbatan. Serangan angin duduk stabil juga bisa dipicu oleh beberapa hal yang lainnya, seperti merokok, stress, makan berlebihan, dan udara dingin.

– Angin duduk tidak stabil.
Kondisi ini dapat dipicu oleh timbunan lemak atau pembekuan darah yang mengurangi atau menghalangi aliran darah menuju jantung. Tidak seperti angin duduk stabil, nyeri yang diakibatkan angin duduk tidak stabil akan tetap ada walau penderita sudah beristirahat dan mengonsumsi obat untuk angina. Jika tetap dibiarkan, serangan angin duduk tidak stabil bisa berkembang menjadi serangan jantung.

Sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena angin duduk. Beberapa faktor tersebut adalah:

– Kolestrol tinggi
Tingginya kadar kolestrol di dalam tubuh seseorang berpotensi menumpuk di dalam pembuluh darah. Jika ini terjadi, tentu saja darah akan sulit mengalir ke dalam jantung.

– Memiliki penyakit diabetes.
Tingginya kadar gula akibat diabetes, dapat merusak dinding arteri. Selain itu, diabetes juga bisa meningkatkan kadar kolestrol di dalam tubuh.

– Hipertensi.
Apabila aliran darah terhalang, jantung akan semakin kuat memompa dan meningkatkan tekanan agar darah bisa mengalir. Apabila ini terus terjadi, maka tekanan tinggi tersebut bisa merusak dinding arteri atau mengakibatkan pengerasan pada pembuluh tersebut.

– Stres.
Saat kita mengalami stres, tubuh akan memproduksi sejumlah hormon yang bisa mempersempit pembuluh darah. Selain itu, stres juga bisa meningkatkan tekanan darah.

Obesitas.
Orang yang mengalami obesitas akan rentan mengalami sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan risiko terkena angin duduk, seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi.

– Merokok.
Aktivitas ini dapat merusak dinding arteri dan mengakibatkan penimbunan kolesterol sehingga darah akan kesulitan membawa oksigen untuk diedarkan.

– Riwayat.
Apabila kita pernah terkena penyakit yang berhubungan dengan jantung atau memiliki keluarga yang memiliki riwayat tersebut, maka kita juga akan berisiko tinggi terkena angin duduk.

– Kurang berolahraga.
Orang yang kurang olahraga berisiko terkena angin duduk karena akan rentan terhadap obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

– Umur.
Orang yang berusia lanjut lebih berisiko terkena angin duduk dibandingkan dengan orang yang masih muda. Terutama bagi pria, peningkatan risiko ini dimulai pada umur 45 tahun, sedangkan pada wanita dimulai pada umur 55 tahun.

Pengobatan Penyakit Angin Duduk

Pengobatan angin duduk bertujuan mengurangi tingkat keparahan gejalanya dan menurunkan risiko penderitanya terkena serangan jantung atau mengalami kematian.

Angin duduk dengan gejala ringan atau menengah sebenarnya masih bisa ditangani tanpa obat-obatan, melainkan dengan menjalani pola hidup sehat dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat memicu munculnya angin duduk. Beberapa hal tersebut adalah:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang atau yang mengandung banyak serat, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian utuh. Hindarilah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung garam.
  • Jangan makan melebihi porsi atau kalori yang dibutuhkan oleh tubuh.
  • Seimbangkan antara aktivitas fisik yang dilakukan dengan istirahat. Ada baiknya minta nasihat dokter terlebih dahulu mengenai olahraga yang sehat untuk kondisi anda.
  • Hindari stress atau tangani stres jika anda mengalaminya.
  • Lakukanlah program penurunan berat badan jika anda mengalami obesitas.
  • Hindari asap rokok.
  • Batasi konsumsi minuman keras.
  • Selalu kontrol kadar gula darah jika anda menderita diabetes.

Jika angin duduk tidak cukup diatasi dengan penerapan gaya hidup sehat, maka dokter dapat meresepkan beberapa obat berikut ini:

– Obat-obatan pencegah pembekuan darah.
Obat ini berfungsi memisahkan kepingan-kepingan darah dan mencegah penggumpalan. Beberapa contoh obat dari golongan ini adalah clopidogrel dan ticagrelor.

– Aspirin.
Obat ini berfungsi menurunkan kemampuan darah untuk menggumpal, sehingga darah akan mudah mengalir melalui pembuluh yang sempit sekalipun. Selain mengatasi angina, aspirin juga dapat menurunkan resiko terkena serangan jantung. Beberapa efek samping penggunaan aspirin diantaranya: mual, gangguan pencernaan, dan iritasi lambung.

– Statin.
Obat ini mampu menurunkan kadar kolesterol sehingga kerusakan pembuluh darah dapat dicegah. Selain itu, statin juga dapat menurunkan risiko terkena stroke dan serangan jantung.

Pencegahan angin duduk (Angina)

Langkah pencegahan angin duduk hampir sama dengan langkah pengobatan awal angin duduk tanpa menggunakan obat, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat . Selain mencegah terjadinya serangan angin duduk pada orang-orang yang belum pernah mengalaminya, penerapan pola hidup sehat juga dapat mengurangi tingkat keparahan gejala angin duduk yang dideritanya. Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah angin duduk, di antaranya:

– Berolahraga.
Anda bisa melakukan olahraga ringan, seperti bersepeda santai, berjalan, atau berenang. Selain dapat menurunkan berat badan, olahraga juga dapat membuat peredaran darah menjadi lancar dan menurunkan tekanan darah, sehingga jantung dan pembuluh koroner tetap sehat.

–  Mengonsumsi makanan yang sehat untuk jantung.
Agar bisa tetap bekerja dengan baik, Anda butuh makanan penunjang. Makanan yang sehat untuk jantung harus kaya akan serat. Anda bisa mendapatkan kebutuhan serat melalui buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian utuh. Selain serat, makanan yang mengandung lemak tidak jenuh juga sehat untuk jantung karena lemak tidak jenuh dapat membantu menurunkan penyumbatan pembuluh darah. Beberapa contoh makanan yang mengandung lemak tidak jenuh adalah ikan tuna, salmon, tahu, minyak zaitun, kacang almond, dan buah avokad.

– Hindari makanan yang berbahaya bagi jantung.
agar terhindar dari angin duduk, hindarilah makanan yang terlalu banyak mengandung garam. Takaran garam yang direkomendasikan untuk kesehatan adalah sekitar satu sendok teh per hari. Terlalu banyak mengonsumsi garam dapat memicu hipertensi. Selain garam, waspadai makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti jeroan, santan, keju, gorengan dan mentega. Lemak jenuh dapat mengendap di dalam arteri dan menghambat peredaran darah.

– Menjaga berat badan.
Berat badan yang sehat penting untuk dipertahankan. Karena jika kita mengalami obesitas, jantung akan lebih sulit mengedarkan darah sehingga harus memompa lebih keras. Lama-kelamaan hal ini dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu angin duduk.

– Membatasi konsumsi minuman keras.
Kandungan kalori di dalam alkohol sangat tinggi. Karena itu, mengonsumsi minuman keras secara berlebihan dapat menyebabkan obesitas dan hipertensi yang pada akhirnya dapat memicu angin duduk.

– Berhenti merokok.
Zat-zat yang terkandung di dalam rokok dapat menghambat arteri dan meningkatkan tekanan darah. Jika kondisi itu sampai terjadi, anda bukan hanya berisiko terkena angin duduk, tapi juga berisiko terkena stroke dan serangan jantung.

Cukup sekian artikel yang dapat kami sampaikan kali ini, semoga bermanfaat untuk anda. Terima kasih.

SHARE TO :