SHARE TO :

Penyakit Hepatitis B Penyebab Dan Pengobatannya

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 3:46 am tanggal September 26, 2016

Penyakit Hepatitis B Penyebab Dan Pengobatannya – Fungsi hati yaitu bisa memproduksi cairan empedu yang membantu percernaan lemak, sehingga bisa tersimpan karbohidrat dan memproduksi senyawa yang sangat penting dalam pembentukan darah, juga bisa menghilangkan racun dari tubuh.

Manusia mempunyai satu hati yang juga mempunyai daya tahan yang cukup kuat, bahkan tetap berfungsi meski sudah merasakan kerusakan dan mampu terus beregenerasi (memperbaiki diri) serta selama tidak pernah merasakan kerusakan yang benar-benar parah.

Suatu infeksi yang bisa menyerang hati yaitu hepatitis B yang di pengaruh oleh virus. Beberapa gejala hepatitis B di antranya:

  • Hilangnya nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Penyakit kuning (sehingga bisa dilihat dari kulit di bagian putih mata yang menguning).
  • Suatu gejala yang hampir mirip pilek , contohnya lemas, dan nyeri pada seluruh tubuh dan sakit kepala.

Gejala-gejala bisa tidak secara langsung dapat  dirasakan dan juga sama sekali tidak muncul. Inkubrasi merupakan waktu diantara virus yang awal sehingga memasuki ke dalam tubuh, sehingga bisa terjadi gejala pertama infeksi.  Inkubasi hepatitis B berkisar 1-5 bulan sehingga terjadi penularan terhadap virus.

Penyebab Penyakit Hepatitis B Gejala Dan Penularannya

penyakit hepatitis b

Hepatitis B adalah salah satu gangguan kesehatan dunia, sehingga bisa masuk di indonesia. Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan bahwa hepatitis B mengakibatkan 780.000 kematian tiap tahunnya di dunia.

Di Indonesia sendiri, dari hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2007 menyatakan bahwa prevalensi hepatitis B sebesar 9,4%.  Dengan berarti satu dari 10 penduduk jiwa indonesia telah terinfeksi Hepatitis B. Sayangnya, satu dari lima yang merasakan hepatitis B di indonesia tidak sadar mereka mengidap penyakit.

Penularan Hepatitis B

Hepatitis B bisa menular serta berjalan melalui darah dan caiaran tubuh, contohnya sperma dan ciaram vagina.  Virus itu lebih gampang menular bila di bandingkan dengan HIV.  Cara penularannya yaitu :

– Kontak seksual, contohnya berganti-ganti pasangan dan berhubungan seks tanpa alat pengaman.
– Berbagai jarum suntik. Contohnya memakai secara tidak sengaja.  Dengan contoh dengan petugas kesehatan (paramedis) sering sekali berurusan dengan darah manusia.
–  Ibu dan bayi. Ibu yang sedang hamil dapat menularkan penyakit ini pada bayinya saat persalinan.

Diagnosis pada Hepatitis B

Diagnosis hepatitis B dilakukan melalui pemeriksaan darah. Yang perlu diperhatikan adalah pendeteksian HBsAg (hepatitis B surface antigen). HbsAg adalah lapisan luar virus hepatitis B yang memicu reaksi dari sistem kekebalan tubuh Anda.

Dengan munculnya hasil positif menunjukkan bahwa hati Anda melepaskan protein hepatitis B ke dalam darah. Hal ini mengindikasikan adanya infeksi. Selain tes HBsAg, dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk menjalani pemeriksaan yang lebih spesifik, yaitu evaluasi fungsi hati. Pemeriksaan ini juga dilakukan melalui tes darah untuk mengetahui adanya kerusakan hati atau tidak.

Hepatitis B Akut dan Kronis
Infeksi hepatitis B dapat terjadi dalam waktu singkat (akut) atau jangka panjang (kronis). Virus hepatitis B umumnya tinggal dalam tubuh selama kira-kira 30-90 hari. Inilah yang dikenal sebagai hepatitis B akut. Infeksi akut ini umumnya dialami orang dewasa. Jika mengalami hepatitis B akut, sistem kekebalan tubuh Anda biasanya dapat melenyapkan virus dari tubuh dan Anda akan sembuh dalam beberapa bulan.

Sedangkan hepatitis B kronis terjadi saat virus tinggal dalam tubuh selama lebih dari enam bulan. Jenis hepatitis B ini lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Anak-anak yang terinfeksi virus pada saat lahir berisiko empat sampai lima kali lebih besar untuk menderita hepatitis B kronis dibanding anak-anak yang terinfeksi pada masa balita. Sementara untuk orang dewasa, 20% dari mereka yang terpapar virus ini akan berujung pada diagnosis hepatitis B kronis.

Langkah Pengobatan Hepatitis B

Tidak ada langkah khusus dalam pengobatan hepatitis B. Tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi gejala dengan obat pereda sakit serta menjaga kenyamanan sehari-hari si penderita dan keseimbangan gizinya.

Sementara cara mengobati penyakit hepatitis B kronis tergantung pada tingkat keparahan infeksi pada hati. Langkah penanganan penyakit ini menggunakan obat-obatan yang berfungsi untuk:

  • Menghambat produksi virus.
  • Mencegah kerusakan pada hati.

Langkah Pencegahan Penyebaran Hepatitis B

Langkah pengobatan memang dapat menghambat penyebaran hepatitis B kronis dan mencegah komplikasi, tetapi tidak bisa menyembuhkan infeksi. Penderita hepatitis B kronis tetap dapat menularkannya pada orang lain. Vaksin dan Langkah Pencegahan Terpapar Virus Hepatitis B.

Langkah efektif dalam pencegahan hepatitis B adalah dengan vaksin. Di Indonesia sendiri, vaksin hepatitis B termasuk vaksin wajib dalam imunisasi. Proses pemberian vaksin dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu saat anak lahir, saat anak berusia satu bulan, dan saat anak berusia 3-6 bulan. Tetapi orang dewasa dari segala umur dianjurkan untuk menerima vaksin hepatitis B.

Pemberian vaksin ini juga dianjurkan untuk mereka yang berisiko tinggi tertular hepatitis B, seperti:

  • Orang yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual.
  • Orang yang menggunakan obat suntik atau berhubungan sek dengan pengguna obat suntik.
  • Petugas kesehatan (paramedis) yang berisiko terpapar virus hepatitis B
  • Orang yang tinggal serumah dengan   penderita hepatitis B. Penderita penyakit hati kronis.
  • Penderita penyakit ginjal.

Pemeriksaan hepatitis B juga diterapkan bagi ibu hamil. Jika sang ibu mengidap penyakit ini, bayinya dapat menerima vaksin pada saat lahir (12 jam setelah persalinan) untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi.

Langkah lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena hepatitis B di antaranya adalah:

  • Berhenti dan jangan menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Hindari berbagi penggunaan barang seperti sikat gigi, anting-anting,serta alat cukur.
  • Waspadalah saat ingin menindik dan menato tubuh.
  • Jangan berhubungan seks tanpa alat pengaman kecuali Anda yakin pasangan Anda tidak memiliki hepatitis B atau penyakit           
  • Bagi Yang Sudah Merasakan Hepatitis B

Merasakan hepatitis B dewasa umumnya sanggup mengendalikan virusnya.  Mereka dapat kembali sehat dalam waktu beberapa bulan meski mengalami gejala yang parah. Kerusakan hati merupakan risiko yang mempunyai oleh bagi penderita hepatitis B kronis.

Sebagian besar dari mereka mengalami kerusakan hati yang sangat kecil. Tetapi ada juga yang merasakan hepatitis B kronis yang akhirnya menderita sirosis dan terkadang kanker hati. Karena itu, vaksinasi sangat penting sebagai langkah pencegahan. Terutama jika Anda termasuk dalam salah satu kategori orang yang berisiko tinggi terkena hepatitis B.

SHARE TO :