SHARE TO :

Penyakit Kawasaki, Gejala, Penyebab Pada Anak-anak Dan Cara Pengobatannya

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 3:58 am tanggal October 29, 2016

Penyakit Kawasaki merupakan penyakit akibatkan dari inflamasi pada dinding pembuluh darah di semua tubuh. Juga termasuk penyakit langka yang mayoritas bisa menyerang pada anak-anak di bawah usia lima tahun. Pada umunya balita yang masih berusia antra sembilan bulan hingga satu tahun. Penyakit kawasaki bisa menyerang noda limfa, kulit, dan membran mukosa yang terdapat di dalam mulut, hidung juga tenggorokan penyakit itu juga sindrom dari noda limfa mukokutan.

Penyebab penyakit kawasaki masih belum dapat untuk di pahami dengan secara pasti. Juga terdapat beberapa faktor yang mungkin melatarbelangi penyakit ini contoh faktor dari keturunan kondisi autoimun juga bereaksi terhadap obat-obatan dan panjanan bahan kimiawi dari lingkungan disekitar.

Penyakit Kawasaki, Gejala, Penyebab Pada Anak-anak Dan Cara Pengobatannya

Penyakit Kawasaki, Gejala, Penyebab Pada Anak-anak Dan Cara Pengobatannya

Gejala-gejala Penyakit Kawasaki

Gejala penyakit kawasaki ini yang berdampak dalam tiga tahap. Pada umunya akan berlangsung selama 1,5 bulan.

Tahap pertama akan menjadi pada minggu 1-2. Gejala utama yang berdampak merupakan demam lebih dari lima hari :

  • Demam tinggi
  • Muncul bercak-bercak merah di badan, mirip penderita campak
  • Kedua mata memerah, tetapi tidak belekan
  • Terjadi pembengkakan kelenjar bening di salah satu sisi leher, sehingga kadang diduga penyakit gondokan.
  • Ruam kemerehan yang dari awal berdampak di area organ intin dan meyeluruh ke semua tubuh bagian atas, tangan, kaki, juga wajah. Biasanya akan hilang dalam waktu satu minggu.
  • Mata merah, tetapi tidak keluar ciaran.
  • Perubahan kondisi mulut ini dari tenggorokan merah juga bibir yang kering dan pecah-pecah.
  • Jari tangan dan kaki yang membesar dan kemerahan. Tangan dan kaki akan mengalami rasa nyeri.
  •  Pembesaran di kelenjar getah bening pada leher.

Pada minggu 2-4, Anda akan merasakan tahap kedua. Dengan biasa sudah turun, anak yang merasakan gejala-gejala yang meliputi kulit pada ujung jari tangan dan kaki mengelupas gangguan pencernaan ( contoh diare, muntah, dan sakit perut) juga rasa nyeri dan pembesaran pada bagian sendi.

Risiko komplikasi yaitu aneurisma dapat berdampak. Aneurisma merupakan pembesaran pada pembuluh koroner akibat dari kelemahnya dinding pembuluh kononer akibat dari inflmasi.

Berikut ini yang berlangsung pada minggu 4-6 ini Gejala penyakit kawasaki ini perlahan-lahan berkurang, kondisi anak pada umumnya masih lemas sehingga mudah lelah.

Gejala penyakit ini sangat cenderung mirip sekali dengan infeksi yang lain, terutama gejala demam pada tahapan yang awal. Sebaiknya anda harus waspadai dan segera anak anda ke dokter bila berdampak gejal yang kemungkinan mengidikasikan penyakit kawasaki pada anak anda.

Penyakit kawasaki kini tidak bisa untuk dicegah, tetapi diagnosis dan penanganan yang dapat menurunkan risiko komplikasi. Penanganan dini sebagian besar yang mengidap penyakit ini dapat sembuh dengan waktu enam minggu hingga dua bulan.

Proses Diagnosis Penyakit Kawasaki

Proses diagnosis dilakukan dokter biasanya merupakan untuk memeriksa kondisi fisik dan gejala yang dirasakan oleh anak. Indikasi yang umum dianggap sebagai patokan merupakan gejala tahap yang pertama adalah durasi dan suhu demam yang diderita, mata merah juga perubahan pada mulut, bibir, juga jari tangan dan kaki.

Pemeriksa juga akan dianjurkan, contoh tes darah, tes urine, elektrodiagram, juga ekokardiogram. Proses ini bisa guna untuk menghapus dengan adanya penyakit yang mempunyai gejala yang hampir sama campak skarlatina juga lupus.

Langkah Dari Pengobatan Kawasaki

Penanganan yang seeferktif sangat penting untuk mempercepat proses penyembuhan dan menurunkan risiko komplikasi. Waktu penanganan yang paling ideal merupakan dalam 10 hari pertama anak anda merasakan gejala.

Tujuan yang utama pengobatan tahap awal untuk merendahkan demam mengurangi inflamasi untuk mengatasi kerusakan pada bagian jantung. Akan dilakukan dengan memberikan aspirin dan imunoglobulin.

Aspin seharusnya tidak untuk dibolehkan konsumsi pada anak dibawah 16 tahun, penyakit kawasaki ini adalah salah satu pengecualian. Dapat mengatasi inflamasi, merendahkan gejala demam juga mengurangi inflamsi dan rasa sakit. Dosis dan durasi penggunaan aspirin bisa ditentukan dengan dokter bedasarkan kondisi anak anda.

Pemberian imunoglobulin infus juga dibutuhkan untuk merendahkan demam dengan sekaligus risiko komplikasi jantung. Gejala penyakit kawasaki pada umunya berkurang dari pasien menerima infus ini.

Di samping obat anda bisa memberikan penangan yang sederhana untuk merendahkan panas. Contohnya dengan memberikan banyak minum anak anda.

Demam sudah turun, dokter akan memberikan aspirin dengan dosis yang renda bila anak nya terdeteksi suatu permasalahan pada pembuluh darah koroner. Aspirin dosis rendah yang berkerja untuk mengatasi penggumpalan darah. Obat ini bisa untuk diberikan hingga 1,5-2 bulan anak anda merasakan gejala.

Risiko Komplikasi Penyakit Kawasaki

Komplikasi yang utama berakibat dari kawasaki merupakan jantung. Tidak bisa untuk diatasi dengan efektif, diperkirakan sekitar satu di antra lima anak pengidap penyakit ini menderita dari komplikasi jantung dan terdapat dari satu diantra 100 kasus yang berakibat fatal.

Komplikasi yang sangat serius akibatkan dari inflamasi dan pembesaran pada pembuluh darah koroner. Pembuluh darah mungkin juga bisa melemah sehingga bisa akibat terbentuknya aneurisma dan dinding pembuluh bisa menyempit dan memicu penggumpalan darah. Kini bisa berujung pada kerusakan jantung.

Dokter juga menganjurkan pemeriksaan yang lebih lanjut untuk memantau kondisi jantung anak anda dengan secara yang berkala terdapat indikasi bahwa anak anda mengidap masalah jantung. Biasanya pada enam hingga delapan minggu setelah gejala penyakit kawasaki yang berdampak timbul.

Bila masalah jantung jiak berkelanjutan, anak anda akan menjalani penanganan oleg dokter spesialis jantung. Pada umunya bisa untuk diatasi dengan obat seperti antikoagulan dan antiplatelet dan prosedur operasi yang meliputi angioplasti koroner dan bedah bypass arteri jantung (CABG).

SHARE TO :