SHARE TO :

Penyakit Tetanus Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 6:23 am tanggal September 19, 2016

Penyakit Tetanus  Gejala, Penyebab dan Pengobatannya – Semua orang pasti pernah mengalami luka pada kulit. jika tidak dirawat dan diobati dengan benar, luka tersebut memiliki risiko terkontaminasi dan mengalami infeksi. Salah satu infeksi yang mungkin terjadi adalah tetanus.

Tetanus merupakan infeksi yang tergolong serius dan disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini umumnya terdapat dalam debu, tanah, serta kotoran hewan dan manusia. Bakteri tetanus sering kali masuk ke tubuh melalui luka terbuka akibat cidera atau luka bakar. Jika berhasil memasuki tubuh, bateri tetanus akan berkembang biak dan melepas neurotoksin, yaitu racun yang menyerang sistem saraf.

Neurotoksin yang mengacaukan kinerja saraf dapat menyebabkan pengidap mengalami kejang dan kekakuan otot yang merupakan gejala tetanus yang utama. Gejala ini dapat menyebabkan rahang pengidap mengatup rapat dan tidak bisa terbuka atau biasa disebut dengan istilah rahang terkunci (lockjaw). Selain itu, masalah susah menelan juga dapat dialami oleh pengidap tetanus.

Penyakit Tetanus  Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Penyakit Tetanus Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Gejala Penyakit Tetanus

Gejala tetanus bisa muncul kapan saja muali dari beberapa hari sampai beberapa minggu setelah bateri penyebab tetanus masuk kedalam tubuh melalui luka. Dengan rata-rata masa inkubasi tujuh sampai delapan hari gejala tetanus baru muncul.

Gejala tetanus secara berurutan sebagai berikut:

-Spasme dan kaku pada otot rahang.
-Diikuti kekakuan pada otot leher.
-Kesulitan menelan.
-Otot perut menjadi kaku.
-Kejang tubuh yang menyakitkan sampai tulang punggung melengkung, berlangsung beberapa menit. Kejang ini biasanya dipicu oleh kejadian kecil, seperti suara keras, sentuhan fisik atau cahaya.
-Kematian dapat terjadi karena kesulitan bernafas, lantaran otot-otot pernafasan tidak berfungsi norma.
-Demam.
-Berkeringat.
-Tekanan darah tinggi.
-Denyut nadi atau jantung cepat.

Penyebab Penyakit Tetanus

Telah dibahas sebelumnya bahwa penyebab penyakit tetanus adalah bakteri. Bakteri penyebab tetanus adalah Clostridium tetani, yang secara alami ditemukan di tanah, debu dan kotoran hewan. Merupakan sejenis bakteri yang hanya dapat tumbuh dan berkembang pada situasi lingkungan yang kurang oksigen (anaerob).

Ketika bakteri ini memasuki luka yang dalam (miskin oksigen), spora bakteri dapat menghasilkan toksin yang kuat, yang disebut tetanospasmin. Secara aktif toksin ini akan mengganggu neuron motorik, yaitu saraf yang mengendalikan pergerakan otot manusia. Efek racun pada neuron motorik yaitu menyebabkan kekakuan otot dan kejang yang menjadi tanda-tanda utama dan gejala tetanus.

Pengobatan Penyakit tetanus

Pada tahap awal, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik sambil menanyakan riwayat kesehatan, vaksinasi yang pernah diterima serta gejala-gejala yang dialami pengidap. Seseorang diduga kuat mengidap tetanus jika dia memiliki luka terbuka dan mengalami gejala kekakuan serta kejang otot yang sakit. Tetapi dokter akan menggunakan tes spatula untuk memastikannya. Dalam tes ini, dokter akan memasukan spatula tersebut (semacam sendok) ke tenggorokan pengidap tetanus untuk memancing gag reflex atau refleks muntah. Pengidap infeksi tetanus akan bereaksi dengan menggigit spatula tersebut karena otot tenggorokannya mengalami kejang.

Status vaksinasi pengidap akan menentukan langkah pengobatan yang diberikan oleh dokter. Jika pasien belum divaksinasi tetanus, dokter akan menganjurkan perawatan di rumah sakit. penanganan ini biasanya menggunakan kombinasi obat-obatan, diantaranya:

-Obat penenang atau sedatif.
-Relaksan otot atau pelumas otot. Obat ini biasa digunakan saat dosis obat penenang harus dikurangi.
-Obat penghambat neuromuskular (NBA). Obat ini bekerja dengan memblokir sinyal saraf dari otak ke otot. Dengan memicu paralisis atau kelumpuhan otot sementara, obat ini dapat membantu pengidap yang mengalami kejang otot yang parah. Vecuronium adalah contoh obat penghambat neuromuskular yang sering digunakan.
-Imunoglobulin tetanus (antitoksin). Obat ini dapat mencegah penyabaran neurotoksin dalam tubuh.
-Antibiotik. Antibiotik seperti penisilin juga diberikan untuk melenyapkan bakteri yang ada dan mencegah penyebaran neurotoksin.

Alat bantu pernapasan atau ventilator juga mungkin diperlukan jika tetanus atau obat NBA berdampak pada otot-otot pernapasan.

Selain pemberian obat, langkah operasi dapat menjadi pilihan untuk menangani tetanus jika luka pasien yang terinfeksi berukuran besar. Prosedur ini diperlukan untuk membersihkan luka dengan mengangkat benda asing (misalnya, besi tajam) dan jaringan mati agar bakteri tetanus dapat dilenyapkan.

Asupan kalori, Khususnya protein juga perlu ditingkatkan hingga dua kali lipat untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Langkah ini dapat dilakukan dengan meningkatkan konsumsi daging dada ayam atau bebek, daging sapi tanpa lemak serta putih telur.

Langkah Pencegahan Penyakit Tetanus

Langkah utama untuk mencegah tetanus adalah vaksinasi. Di Indonesia, vaksin tetanus termasuk salah satu dari lima imunisasi wajib untuk anak. Imunisasi tetanus diberikan sebagai bagian dari vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus). Proses vaksinasi ini harus diberikan dalam lima tahap, yaitu pada usia 2, 4, 6, 18 bulan, dan 4-6 tahun.

Bagi anak berusia di atas 7 tahun, tersedia vaksin Td yang juga berfungsi memberikan perlindungan terhadap tetanus sekaligus difteri. Proses vaksinasi Td perlu diulang tiap 10 tahun untuk mempertahankan kekebalan tubuh terhadap tetanus serta difteri.

Selain vaksin, pencegahan tetanus juga dapat dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan luka agar tidak terinfeksi dan cepat sembuh. Pemberian imunoglobulin tetanus juga biasanya dianjurkan oleh dokter untuk mencegah terjadinya infeksi tetanus pada luka.

SHARE TO :