SHARE TO :

Penyakit Usus Buntu Penyebab, Gejala Dan Pengobatannya Yang Alami

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 1:53 am tanggal October 31, 2016

Penyakit Usus Buntu Penyebab, Gejala Dan Pengobatannya Yang Alami – Penyakit usus buntu adalah peradangan atau pembengkakan apendiks atau usus buntu. Sedangkan usus buntu adalah organ berbentuk kantong kecil dan tipis berukuran 5 hingga 10 cm yang terhubung pada usus besar. Hingga saat ini, alasan kenapa kita memiliki usus buntu masih belum diketahui. Apendisitis merupakan penyakit umum yang bisa menyerang siapa saja. Tetapi, kalangan muda yang berusia 10 sampai 30 tahun adalah kelompok orang yang paling sering mengalami kondisi ini.

Apendiks disebut juga dengan umbai usus buntu. Wujudnya berupa pipa kecil yang panjangnya kira-kira 4 inci (10cm), terletak di ujung usus buntu atau di bagian pertama dari usus besar. Pipa Kecil ini mungkin mengalami peradangan karena kotoran yang mengeras atau terjadi pembentukan batu di dalamnya. Peradangan usus buntu ini terjadi juga karena penumpukan kotoran-kotoran atau sisa-sisa makanan di dalam usus besar.

Penyakit Usus Buntu Penyebab, Gejala Dan Pengobatannya Yang Alami Tanpa Operasi

usus buntu

Fungsi usus buntu hampir sama dengan fungsi tonsil yakni menstimulasi mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan berbagai kuman. Usus buntu ini menyebabkan rasa yang sangat nyeri di perut, biasanya di sebelah kanan. Jika peradangan semakin berat, umbai usus buntu itu dapat pecah dan menyebabkan isi usus menyebar ke seluruh perut bagian bawah. Kejadian ini disebut dengan radang selaput perut. Biasanya jalan terakhir untuk menangani usus buntu adalah dengan mengoperasinya.

Usus buntu sering terjadi pada meeka yang memiliki pola makan yang tidak sehat dan teratur. Mereka yang berisiko terkena usus buntu berkisar usia 8-25 tahun. Usus buntu terjadi ketika usus kecil yang berbentuk jari melekat pada usus besar di sebelah kanan rongga perut bagian bawag. Usus buntu memang menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Umumnya mereka yang mengalami usus buntu memutuskan untuk melakukan operasi pembedahan pengangkatan usus buntu.

Penyebab penyakit ini belum diketahui dengan pasti, sehingga pencegahannya juga belum diketahui. Meski demikian, sebagian besar apendisitis diperkirakan terjadi akibat tersumbatnya “pintu masuk” menuju usus buntu oleh : Tinja. Dan kelenjar getah bening yang membengkak dalam dinding usus. Pembengkakan ini biasanya berkembang setelah terjadi infeksi saluran pernapasan atas. Penyumbatan tersebut akan menyebabkan terjadinya inflamasi dan pembengkakan. Tekanan akibat pembengkakan akan memicu pecahnya usus buntu.

Gejala utama pada penyakit usus buntu adalah sakit perut. Meski demikian, tidak semua jenis sakit perut akan berujung pda apendisitis. sakit perut yang mengindikasikan penyakit ini biasanya berawal di perut bagian tengah. Pada awalnya, rasa sakit itu akan datang dan pergi. Beberapa jam kemudian, rasa sakit akan berpindah ke perut kana bawah (tempat usus buntu berada) sebelum akhirnya bertambah parah dan terus menerus terasa sakit.

Rasa sakit juga akan bertambah parah ketika terjadi penekanan pada bagian perut tersebut. Begitu juga pada saat anda batuk atau berjalan. Beberapa gejala lain yang dapt menyertai sakit perut itu antara lain :

  • Kehilangan nafsu makan.
  • Perut kembung.
  • Tidak bisa buang gas.
  • Mual dan Muntah.
  • Konstipasi atau diare.
  • Demam.

Penyakit usus buntu juga sering dikira sebagai penyakit lain, seperti keracunan makanan, sindrom iritasi usus yang parah, konstipasi biasa, dan infeksi saluran kemih. Wanita muda juga sering mengira gejal penyakit ini sehubungan dengan kandungan, seperti kehamilan ektopik atau nyeri menstruasi.

Gejala-gejala yang identik dengan peradangan usus buntu terkadang hanya ditemukan pada sebagian penderita. Gejala tersebut juga cenderung mirip dengan penyakit lain sehingga sulit didiagnosis. Letak usus buntu pada tiap orang berbeda-beda. hal ini juga dapat mempersulit proses diagnosis. Ada yang terletak dibagian di bagian lain, misalnya rongga panggul, di belakang usus besar atau di bawah oragan hati.

Pengobatan Penyakit Usus Buntu Secara Alami Dan Mudah

Langkah pengobatan utama untuk penyakit usus buntu adalah melalui prosedur operasi pengangkatan usus buntu atau yang dikenal dengan istila apendektomi. Usus buntu tidak memiliki fungsi yang penting bagi tubuh manusia dan pengangkatannya tidak akan menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.

Sebagian orang yang mengalami penyakit usus buntu mungkin lebih memilih melakukan operasi untuk mengangkat usus buntu melalui prosedur “lubang kunci”. Namun, jika ada sebagian orang juga yang tidak mau melakukan operasi dan lebih memilih melakukan pengobatan sendiri di rumah dengan ramuan trasidisional menggunakan bahan-bahan alami. Bahan-bahan memang lebih mudah didapatkan dan juga lebih minim efek samping. Berikut ada beberapa bahan-bahan alami yang bisa anda gunakan untuk mengobati penyakit usus buntu, diantaranya :

  • Sambilito

Daun sambilito bisa digunakan untuk mengobati penyakit usus buntu. Da beberapa bahan yang haru disiapkan untuk mengobati usus buntu yaitu daun sambilito 30 gram, 400 ml air, dan 1 sdm madu. Cara membuat ramuan penyakit usus buntu ini adalah dengan merebus sebanyak 30 gram daun sambilito yang sudah dibersihkan ke dalam 400ml air. Rebus hingga tersisa setangahnya, lalu sering air rebusan tadi dan tambahkan 1 sdm madu murni. Setelah dingin, minum ramuan tradisional ini sebanyak 3x dalam sehari secara rutin.

  • Temulawak

Cara mengobati usus buntu selanjutnya adalah dengan memanfaatkan temulawak. Bahan-bahan yang harus disediakan adalah temulawak 30 gram, kunyit 25 gram dan 500 ml air. Cara pembuatannya cuci dan bersihkan temulawak dan kunyit yang sudah disediakan, lalu rebus campuran temulawak dan kunyit tersebut ke dalam 500 ml air hingga tersisa setengahnya. Setelah itu, saring air rebusan tadi, lalu minum dengan teratur.

  • Mengkudu dan Madu

Campuran mengkudu dan madu juga berkhasiat menyembuhkan usus buntu. Bahan-bahanya adalah 1 sdm madu, 1 buah mengkudu masak. Cara pembuatannya cukup mudah, bersihkan mengkudu terlebih dahulu hingga bersih, lalu parut buah mengkudu yang sudah dibersihkan dan peras airnya. Ambil air mengkudu, lalu campurkan dengan 1 sdm madu. Setelah itu, minum ramuan tersebut sebanyak 2 kali sehari.

Ramuan tradisional diatas terbukti berkhasiat untuk meredakan penyakit usus buntu yang diderita tanpa harus menjalani operasi. Pengobatan dengan menggunakan obat alami usus memang lebih efektif dan mudah didapatkan. Untuk itu jagalah kesehatan usus anda dengan selalu perhatikan pola makan dan pola hidup anda dengan baik dan benar.

Demikianlah informasi mengenai penyakit usus buntu, semoga apa yang di sampaikan diatas bisa menambah pengetahuan anda dan memberi solusi untuk anda dalam melakukan pengobatan usus buntu tanpa operasi. Terima Kasih.

SHARE TO :