SHARE TO :

Penyakit Virus Ebola Penyebab dan Penanganannya

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 6:36 am tanggal September 24, 2016

Penyakit Virus Ebola Penyebab dan Penanganannya – Virus Ebola menjadi momok mematikan warga masyarakat dunia. Virus ini sangat mematikan dan sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. Bahkan para dokter dan perawat harus menggunakan pengamam ekstra untuk pakaian dan semua alat medis agar tidak tertular virus ebola. Virus ini merebak di Afrika.

Penyakit ini disebabkan oleh virus dan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Ebola pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di Sudan dan Kongo. Para pakar menduga bahwa virus ebola sudah hidup dalam tubuh kelelawar pemakan buah atau codot. Virus tersebut kemudian menyebar ke hewan lain dan kemudian menjangkiti manusia melalui darah saat mereka membersihkan darah hewan buruan yang sudah terkontaminasi.

Penyakit Virus Ebola Penyebab dan Penanganannya

Penyakit Virus Ebola Penyebab dan Penanganannya

Penyebaran Virus Ebola

Ebola adalah penyakit yang mematikan yang disebabkan oleh virus dan menyebar melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh penderita seperti urine, tinja, air liur, serta air mani. Dalam hal ini kontak langsung berarti darah atau cairan tubuh lain seperti air liur atau ingus penderita yang langsung menyentuh hidung, mata, mulut atau luka seseorang yang terbuka.

Kelompok orang yang berisiko tinggi tertular virus ini umumnya adalah keluarga yang tinggal serumah dengan penderita atau orang yang merawat penderita seperti petugas medis. Jika ada anggota keluarga yang diduga menderita ebola, Anda sebaiknya tidak merawatnya sendiri di rumah dan segera membawanya ke rumah sakit. Selama dirawat, penderita ebola akan menjalani pemantauan secara ketat dan pemeriksaan laboratorium secara rutin karena mereka tetap dapat menularkan penyakit ini selalama darah dan cairan tubuhnya masih mengandung virus.

Lingkungan sekitar yang terkontaminasi virus ebola juga berisiko menularkan penyakit ini. Misalnya pakaian, seprai dan jarum suntik bekas penderita. Karena itu, petugas medis yang merawat penderita ebola perlu meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalisasi perlindungan yang digunakan.

Virus ebola dapat bertahan di luar tubuh, termasuk pada kulit penderita. Oleh sebab itu, tradisi pemakaman yang mengharuskan keluarga atau teman dekat untuk memandikan jenazah juga berpotensi menularkan virus ebola. Keluarga dan petugas medis disarankan untuk menangani jenazah penderita ebola dengan perlindungan maksimal. Proses pemakaman sebaiknya diserahkan kepada pihak yang terlatih dalam menangani kasus jenis ini.

Tidak seperti pada kasus flu atau cacar air, ketika air liur yang ada di udara dapat menularkan virus ke orang lain, cairan tubuh penderita perlu kontak langsung untuk menular. Tetesan air liur atau ingus penderita ebola yang tidak sengaja bersin dan batuk hanya dapat menularkan virus jika terkena hidung, mata, mulut, serta luka terbuka seseorang. Oleh karena itu, penularan ebola melalui batuk atau bersin tidak umum terjadi.

Gejala Virus Ebola

Masa inkubasi, yaitu jarak waktu antara masuknya virus kedalam tubuh hingga muncul gejala pertama, penyakit ebola adalah sekitar 2-21 hari. Tetapi penderita ebola tidak menularkan virus sebelum menunjukan gejala. Penularan virus ebola hanya akan mulai terjadi pada saat gejala muncul. Gejala awal yang mengindikasikan penyakit ini atara lain:

-Serangan demam yang muncul secara tiba-tiba
-Sakit kepala.
-Merasa sangat lemas.
-Nyeri pada otot dan sendi.
-Sakit tenggorokan.

Setelah gejala-gejala diatas muncul, akan muncul gejala lanjutan yang meliputi:

-Muntah.
-Ruam.
-ganggun fungsi hati dan ginjal.
-Pendarahan pada tubuh yang terkadang juga keluar melalui mulut, hidung, mata, atau telinga.

Virus Ebola dapat menyebar dengan cepat dan sangat mematikan, jadi hindarilah kontak kontak langsung dengan penderita. Jika Anda menduga Anda atau ada anggota keluarga Anda tertular virus Ebola, segera temui dokter untuk menjalani pemeriksaan.

Penyebab Virus Ebola

Ebola adalah penyakit hasil dari infeksi Ebola. Ada empat spesies yang bisa menular ke manusia dan semuanya berasal dari Afrika.

Ebola menular melalui beberapa cara:

1. Hubungan langsung dengan hewan yang terinfeksi, terutama darah dan dagingnya.
2. Hubungan langsung dengan darah dan cairan tubuh/sekresi seperti feses, muntah, liur, urin dan air mani penderita. Seorang yang tidak menunjukkan gejala – gekala tersebut tidak menularkan Ebola.
3. Hubungan langsung dengan organ atau jenazah penderita

Infeksi terjadi ketika kulit dan jaringan yang rusak (mata, hidung, dan mulut) dari seseorang yang sehat bersentuhan dengan cairan tubuh penderita Ebola. Cairan tubuh bisa menempel dan menular melalui pakaian, seprai, dan jarum. Ebola tidak menular melalui udara dan melalui air.

Perawatan Penderita Penyakit Virus Ebola

Penyakit virus ebola tidak terdapat obat maupun vaksinnya pada saai ini. Sebagai gantinya, perawatan hanya dapat dilakukan untuk menstabilkan pasien. Perawatan dukungan uyang dapat dilakukan antara lain:

-Memberikan obat untuk mempertahankan tekanan darah.
-Mengatur keseimbangan elektrolit dalam tubuh.
-Memberikan ekstra oksigen jika diperlukan.
-Memberikan cairan infus intravenous untuk mencegah dehidrasi.
-Merawat infeksi yang terjadi sebagai efek samping penyakit dan juga mencegah adanya infeksi lanjutan.

Daya tahan tubuh setiap orang berbeda dalam menghadapi penyakit ebola. Ketika seseorang dapat saja sembuh tanpa adanya komplikasi, kadang orang lain menderita efeksamping dari penyakit ini.

Mencegah Penyakit Ebola

Setiap orang bisa mengambil langkah pencegahan untuk melindungi diri dari Ebola. Langkah-langkah tersebut antara lain:

-Menghindari kontak darah atau cairan tubuh lain.
-Membaca dan mencari informasi mengenai penyakit ini dan bagaimana cara mencegahnya.
-Mempraktekan kebersihan tubuh, termasuk mencuci tangan dengan sabun, air mengalir atau dengan sanitizer berbasis alkohol.
-Berhati-hati ketika ikut serta dalam acara penguburan orang yang meninggal karena penyakit ebola.
-Berhati-hati ketika menagani barang-barang yang pernah dipegang oleh penderita ebola, termasuk didalamnya pakaian, tempat tidur, jarum suntik dan peralatan medis lainnya.

Jika Anda tinggal di daerah yang terkontamninasi ebola, cara terbaik untuk melindungi diri dan keluarga adalah dengan secepatnya melapor ke rumah sakit dan pusat kesehatan lainnya bila seseorang ada yang memiliki gejala ebola. Sekian pembahasan mengenai Virus Ebola, Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih.

SHARE TO :