SHARE TO :

Penyakit Zika Mengenal Virus Zika Gejala, Penyebab Dan Pengobatannya

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 6:45 am tanggal September 23, 2016

Penyakit Zika Mengenal Virus Zika Gejala, Penyebab Dan Pengobatannya – Infeksi Virus Zika melalui perantara gigitan nyamuk Aedes, terutama spesies Aedes aegypti. Penyakit yang disebabkannya dinamakan sebagi Zika, penyakit zika (Zika disease) ataupun demam zika (Zika fever). Virus zika yang telah mengifeksi manusia dapat menimbulkan beberapa gejala seperi demam, nyeri sendi, konjungtivitis (mata merah) dan ruam. Gejala-gejala penyakit zikadapat menyerupai gejala penyakit dengue dan chikungunya, serta dapat berulang beberapa hari hingga satu minggu.

Gejala Virus Zika

Selain gejala umum yang telah disebutkan, gejala virus zika yang ditemukan adalah sakit kepala, nyeri di belakang mata dan lelah. Gejala ini bersifat ringan dan berlangsung hingga sekitar satu minggu.

Mengenai masa inkubasi dari gejala pada virus zika, hingga saat ini masih belum diketahui dengan pasti. Namun kemungkinan berlangsungnya beberapa gejala diatas bisa 2-7 hari setelah pasien terkena infeksi atau paparan virus ini. Artinya, bila setelah si penderita di gigit nyamuk dan mengalami beberapa gejala diatas, maka kondisi seperti ini perlu diwaspadai dan segera dapatkan penanganan medis agar tindakan yang tepat bisa segera didapatkan sehingga kemungkinan buruk dari penyakit ini akan dapat dihindari.

Transmisi virus ika yang terjadi di dalam kandungan dikaitkan dengan terjadinya mikrosefali dan kerusakan otak pada janin. Mikrosefali adalah kondisi dimana lingkar kepala lebih kecil dari ukuran normal.

Penyakit Zika Mengenal Virus Zika Gejala, Penyebab Dan Pengobatannya

Penyakit Zika Mengenal Virus Zika Gejala, Penyebab Dan Pengobatannya

Penyebab Virus Zika

Penyebab penyakit Zika (Zika disease) ataupun demam Zika (Zika fever) adalah virus Zika. Virus Zika termasuk dalam garis virus flavivirus yang masih berasal dari keluarga yang sama dengan virus penyebab penyakit dengue/demam berdarah.

Virus Zika disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi. Nyamuk ini menjadi terinfeksi setelah menggigit penderita yang telah memiliki virus tersebut. Nyamuk ini sangat aktif di siang hari dan hidup serta berkembang biak di dalam maupun luar ruangan yang dekat dengan manusia, terutama di area yang terdapat genangan air.

Walaupun jarang, virus Zika dapat ditransmisikan dari seorang ibu ke bayinya. Virus Zika berkemungkinan ditularkan dari seorang ibu hamil pada janin di dalam kandungannya. Dapat pula bayi tertular pada waktu persalinan.Hingga saat ini, kasus penularan virus Zika melalui proses menyusui belum ditemukan sehingga ahli medis tetap menganjurkan ibu yang terinfeksi untuk tetap menyusui bayinya.

Selain itu, terdapat beberapa laporan virus Zika yang penularannya terjadi melalui tranfusi darah dan hubungan seksual.

Pengobatan Virus Zika

Meski terbilang virus yang telah ditemukan sejak lama, akan tetapi hingga sampai saat ini belum ada obat-obatan yang dapat menyembuhkan dengan total atau pengobatan yang ditujukan untuk dapat membunuh virus jenis ini. Pengobatan yang dilakukan tim medis ketika si penderita dibawa ke dokter atau ke rumah sakit, saat ini hanya difokuskan untuk dapat mengurangi gejala yang dirasakan oleh si pasien, sehingga si pasien bisa merasa lebih baik.

Pengobatan virus zika difokuskan kepada upaya mengurangi gejala yang dirasakan oleh pasien karena vaksin serta obat-obatan penyembuh penyakit ini belum ditemukan. Pengobatan terhadap gejala yang dialami dapat berupa pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi, obat pereda rasa sakit untuk meredakan demam dan sakit kepala, serta istirahat yang cukup. Penggunaan aspirin dan obat anti peradangan nonsteroid lainnya tidak direkomendasikan sebelum kemungkinan pasien terkena dengue dapat dihilangkan.

Sementara itu, bagi penderita atau pasien yang terlanjur terinfeksi dengan penyakit ini, mereka akan dianjurkan untuk selalu waspada dan menjaga diri untuk terhindar dari gigitan nyamuk. Seperti halnya mengenakan pakaian yang tertutup atau memakai lotion anti nyamuk atau bahkan mengisolasi diri di dalam ruangan yang sudah diberikan anti nyamuk.

Pencegahan Virus Zika

Mencegah gigitan nyamuk adalah salah satu tindakan pencegahan awal yang bisa membantu Anda terhindar dari infeksi virus zika. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan saat berada di daerah yang terjangkit virus zika, antara lain:

Memastikan tempat yang Anda tinggali memiliki pendingin ruangan atau setidaknya memiliki tirai pintu dan jendela yang dapat mencegah nyamuk masuk ruangan.
Gunakan kelambu pada tempat tidur jika area yang Anda kunjungi tidak memiliki hal di atas.
Gunakan baju dan celana berlengan panjang
Gunakan bahan penolak serangga yang terdaftar pada badan perlindungan lingkungan atau environmental protection agency (EPA), sesuai dengan instruksi yang tertera pada kemasan. Instruksi yang terlampir akan memberikan informasi mengenai pengaplikasian ulang, area pengaplikasian yang diperbolehkan, waktu dan durasi pengaplikasian.
Bayi yang berusia di bawah dua bulan tidak diperkenankan menggunakan bahan penolak serangga ini sehingga Anda harus memastikan agar pakaian bayi dapat melindunginya dari gigitan nyamuk.
Gunakan juga kelambu pada tempat tidur bayi, kereta dorong bayi, dan gendongan atau alat pengangkut bayi lainnya.
Perhatikan area tubuh anak yang berusia lebih dewasa saat mengaplikasikan bahan penolak serangga. Hindari area tubuh yang terluka atau sedang mengalami iritasi, area mata, mulut, dan tangan.
Pilihlah perawatan, pencucian, atau pemakaian pakaian serta peralatan yang menggunakan bahan dengan kandungan permethrin. Pelajari informasi produk dan instruksi penggunaan mengenai perlindungan yang diberikan. Hindari menggunakan produk ini pada kulit.
Pelajari juga informasi mengenai daerah yang akan Anda kunjungi, seperti fasilitas kesehatan dan area luar ruangan terbuka sebelum waktu keberangkatan tiba, khususnya area yang terjangkit virus Zika.
Lakukan tes virus Zika sekembalinya Anda, khususnya perempuan hamil, dari daerah penyebaran virus Zika.

Waspadai gigitan nyamuk untuk menghindari terinfeksi Virus Zika. Sekian artikel mengenai Penyakit Virus Zika semoga bermanfaat. Terimakasih.

SHARE TO :