SHARE TO :

Penyebab Dan Cara Mengobati Vaginitis dengan alami

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 6:38 am tanggal November 2, 2016

Penyebab Dan Cara Mengobati Vaginitis dengan alami – Vagitis merupakan infeksi atau inflamasi yang terjadi pada vagina. Kondisi ini umumnya dibarengi dengan indikasi yang meliputi munculnya keputihan atau perubahan warna, jumlah keputihan yang anda alami, bau yang ditimbulkan, iritasi atau gatal-gatal pada Vagina, rasa sakit saat berhubungan seks atau buang air kecil, serta flek atau pendarahan ringan.

Walaupun begitu, ada juga pengidap yang mungkin merasakan gejala lain, misalnya bau tidak sedap pada vagina (terutama setelah berhubungan seks) atau bahkan sama sekali tidak merasakan gejala.

penyakit-vaginitis

Vaginitis memang dapat ditangani sendiri tanpa ke dokter, Contohnya jika anda sudah mengenal gejala-gejala sebab telah mengalami vaginitis dan sembuh sepenuhnya. Tetapi periksakan lah diri anda ke dokter ketika anda merasakan gejala-gejala karena yang tidak biasa atau perubahan pada vagina anda. Khususnya jika anda :

  •  Belum pernah mengalami infeksi vagina
  •  Merasakan gejala-gejala yang berbeda dengan infeksi vagina yang belum anda alami sebelumya
  •  Berhubungan seks lebih dari 1 orang. Gejala vaginitis terkadang mirip dengan penyakit menular seksual.
  • Tetap mengalami infeksi vagina meski sudsah menggunakan obat anti jamur yang dijual bebas.

Penyebab dan Faktor Resiko Vaginitis

Jenis Vaginitis yang dirasakan pasien biasanya ditentukan berdasarkan penyebab yang sebagian besar bisa berupa :

  • Infeksi jamur atau bakteri. Pada keadaan normal, Vagina memang memiliki sebagian kecil  sel-sel jamur atau bakteri tampa menyebabkan gangguan apapun. Akan tetapi infeksi akan terjadi apabila jamur atau bakteri tersebut berkembang biak tampa terkendali.
  • Penyakit menular seksual, seperti trikomoniasis, chlamydia ( Klamidia ) dan herpes genital.
  • Iritasi akibat bahan-bahan kimia, contohnya sebab kandungan sabun, pewangi pakaian, atau kondom yang memicu reaksi energi.
  • Membasuh bagian dalam vagina.
  • Atrofi vagina, yaitu penipisan dinding vagina sebab penurunan kadar estrogen setelah menopause.

Selain mengakibatkan yang beragam, ditemukan banyak faktor lain yang dapat meningkatkan resiko anda untuk mengidap vagitis. Faktor tersebut meliputi :

  • Perubahan hormon, misalnya sebab menopause, hamil, atau menggunakan metode kontrasepsi hormonal.
  •  Aktif berhubungan seks, tereutama jika anda mempunyai lebih dari satu pasangan.
  • Mengidap penyakit menular seksual.
  • Efek samping obat-obatan, Contohnya antibiotik dan kortikosteroid.
  • Penyakit diabetes yang tidak diobati dengan baik.
  • Menggunakan produk pembersih daerah intim, contohnya sabun sirih.
  • Mengenakan pakaian lembab atau ketat.

Diagnosis dan Pengobatan Vaginitis

Langkah pertama dalam proses diagnosis vaginitis  yaitu dengan menayakan gejala-gejala yang dialami,riwayat kesehatan pasien, serta memeriksa keadaan vagina. Dokter kemudian yang mengambil sampel cairan vagina untuk diperiksa di laboratorium. Proses ini dilakukan untuk mendeteksi penyebabnya.

Setelah menunjukan hasil diagnosis, dokter akan memberikan metode pengobatan yang sesuai dengan penyebab di balik vaginitis yang dialami pasien. obat yang diberikan biasanya anti jamur atau antibiotik

Obat anti jamur diberikan untuk mengatasi infeksi vagina akibat jamur. Sedangkan antibiotik bagi pengidap yang disebabkan bakteri.

Apabila Vaginitis yang dialami pasien akibat penurunan hormon estrogen, dokter akan menyarankan terapi penggantian hormon. Terapi ini akan menggantikan hormon estrogen alami tubuh.

Sedangkan dalam menangani vaginitis akibat reaksi alergi terhadap bahan-bahan kimia, pasien disarankan untuk menghindari substansi pemicu alergi. Dokter juga terkadang memberikan obat oles estrogen untuk meredakan gejala-gejala vaginitis.

Selain obat-obatan, ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk meringankan gejala, sekaligus mempercepat penyembuhan. Berikut cara sederhana yang bisa anda lakukan:

  • Menjaga agar Vagina dan sekitar tetap bersih dan kering, pastikan anda memakai sabun tampa bahan pewangi dan menyekanya hingga benar-benar kering. Hindari berendam air hangat sebelum infeksi sembuh sepenuhnya.
  • Jangan membasuh bagian dalam vagina
  • Gunakan kompres air dingin untuk mengurangi ketidak nyamanan vagina.
  • Kenakan pakaian dalam yang berbahan katun dan tidak ketat.

Vaginitis memang tidak berakibat fatal. Walaupun begitu, vaginitis yang dibiarkan bisa menyebabkan komplikasi tertentu, contohnya lebih rentan terinfeksi penyakit menular seksual seperti seperti klamidia dan HIV. Bagi pengidap yang sedang hamil, vaginitis akibat trikomoniasis dan vaginosis bakteri diduga bisa bisa mengakibatkan kelahiran prematur dan bayi yang lahir beresiko memiliki berat badan yang tidak memadai.

SHARE TO :