SHARE TO :

Penyebab Dan Gejala Buta Warna

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 8:41 am tanggal March 18, 2017

Penyebab Dan Gejala Buta Warna – Buta warna adalah berkurangnya kualitas penglihatan terhadap warna yang umumnya diturunkan kepada anak dari orang tua sejak dilahirkan. Penderita buta warna cenderung mengalami kesulitan saat melihat warna hijau, merah, biru, atau campuran warna-warna tersebut. Kasus buta warna total sangat jarang terjadi dan kebanyakan penderita buta warna bisa beradaptasi dengan kondisi ini sehingga tidak selalu dianggap sebagai kondisi yang serius. Buta warna merupakan sebuah kelainan pada mata yang diakibatkan oleh ketidakmampuan sel kerucut pada mata untuk menangkap spektrum atau gradasi warna tertentu.

Buta warna adalah kondisi dimana mata kita mengalami masalah dalam penglihatan untuk membedakan warna-warna tertentu. Buta warna terjadi ketika syaraf reseptor cahaya diretina mata mengalami perubahan, terutama sel kerucut. Sel-sel saraf retina terdiri atas sel batang dan sel kerucut, untuk sel batang peka terhadap hitam dan putih, sedangkan untuk sel kerucut peka terhadap warna lain selain warna hitam dan putih. Buta warna sendiri merupakan suatu kelainan mata yang banyak ditemukan pada anak dan balita. Kelainan ini dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan kualitas hidup sang anak. Kebanyakan kasus buta warna disebabkan karena bawaan sejak lahir (turunan). Namun, dapat pula terjadi karena umur, penyakit atau kecelakaan. Ha ini dikarenakan buta warna merupakan kelainan yang bersifat genetik dan gennya terkait pada kromosom X. Itu sebabnya, kebanyakan buta warna dialami oleh anak laki-laki.

Penyebab Dan Gejala Buta Warna Yang Perlu Diketahui

buta warna

Penderita atau penyandangnya sendiri kadang tidak menyadari kelainan yang dideritanya. Untuk buta warna yang disandang sejak lahir, biasanya mengenai kedua mata, umumnya terdeteksi saat anak mulai belajar macam-macam warna. Konsultasi dan pemeriksaan pada dokter spesialis mata akan lebih membantu menegaskan kelainan yang ada. Buta warna lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita. Orang yang mengalami buta warna memiliki persepsi yang berbeda akan warna dibandingkan orang pada umumnya. Buta warna umumnya disadari sejak kecil, ditandai dengan pengidapnya yang kesulitan menyebut nama sebuah warna.

Buta warna ini terdiri dari dua kelompok besar, yaitu buta warna total dan buta warna parsial. Buta warna merah-hijau adalah tipe yang paling umum, sedangkan buta warna total adalah yang paling jarang terjadi. Pengidap buta warna total atau monokromasi melihat dunia ini hanya berwarna hitam dan putih. Pada retina, terdapat tiga macam sel kerucut berdasarkan fotopigmen yang dimilikinya, yaitu sel kerucut merah, hijau, dan biru. Fotopigmen adalah molekul yang mendeteksi warna. Masing-masing fotopigmen sensitif dengan warna tertentu. Buta warna terjadi karena kelainan pada salah satu atau lebih dari ketiga fotopigmen pada sel kerucut.

Biasanya buta warna terjadi akibat faktor keturunan dalam keluarga, dan jika buta warna terjadi akibat keturunan maka tidak dapat disembuhkan karena tidak mungkin menggantikan sel kerucut pada retina. Selama tidak mengganggu sebagian besar aktivitas sehari-hari, kondisi ini tidak memerlukan penanganan khusus karena memnang tidak menimbulkan gangguan kesehatan kronis. Hal-hal seperti membedakan warna lampu lalu lintas dapat disiasati dengan menghafalkan posisi lampu lalu lintas tersebut.

Untuk itu beebrapa faktor terjadi buta warna antara lain karena faktor genetika pengaruh kromosom x lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Faktor Usia Pengaruh degradasi komosom yang berkurang seiring dengan penambahan usia. Bahan kimia seperti Pupuk, faktor akibat penyakit tertentu seperti alzheimer, anemia, dan diabetes. Akibat Efek samping dari berbagai jenis pengobatan tertentu Seperti Chloroquin untuk pengobatan malaria, Ethambutol pengobatan TBC Paru, dan jenis pengobatan Penyakit jantung contoh obatnya digoxin.

Jika buta warna disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu atau kondisi kesehatan yang telah ada sebelumnya, maka kondisi buta warna dapat diringankan dengan penanganan khusus. Maka untuk itu kita perlu menjaga kesehatan mata kita sejak dini, dan bagi orang tua juga harus memperhatikan kesehatan mata anak, karena buta warna bisa berdampak pada aktivitas anak kita menjadi terganggu. Dan terkadang seseorang yang menderita buta warna malah tidak menyadari sampai dirinya menjalani tes buta warna. Untuk itu rutin lah memeriksa kesehatan mata anda ke dokter agar anda mengetahui kesehatan mata anda.

SHARE TO :