SHARE TO :

Penyebab Gejala Batuk Rejan Dan Cara Mengobati secara alami

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 2:00 am tanggal December 6, 2016

Penyebab Gejala Batuk Rejan Dan Cara Mengobati Secara Alami

Penyebab Gejala Batuk Rejan Dan Cara Mengobati Secara Alami –  Batuk rejan atau pertusis merupakan infeksi bakteri paru-paru dan saluran pernapasan yang mudah sekali menular. Batuk rejan sering dianggap sebagai batuk anak-anak vaksin tetapi penyakit ini bisa mengancam nyawa apabila terjadi pada lansia dan anak-anak, Khususnya bayi yang belum cukup umur untuk mendapat vaksin pertusis.

batuk-rejan

Penyakit ini memiliki ciri rentetan batuk keras trus menerus yang diawali tarikan napas panjang lewat mulut (whoop). Seseorang dapat menderita batuk rejan selama 3 bulan.

Batuk rejan bisa membua seseorang kekurangan Oksigen dalam darahnya. Dan juga bisa terjadi berbagai komplikasi, contohnya pneumonia. Bahkan penderita batuk rejan dapat secara tidak sengaja melukai tulang rusuk mereka sebab batuk yang sangat keras.

Batuk rejan bisa menyebar dengan cepat dari orang ke orang. Maka dari itu, vaksin pertusis diperlukan untuk mencegah seseorang terkena batuk rejan.

Gejala Batuk Rejan

Biasanya, gejala batuk rejan akan muncul antara 7-21 hari usai bakteri Bordetella pertussis masuk dalam saluran pernapasan seseorang. Perkembangan gejala batuk rejan ada tiga tahapan, terutama pada bayi dan anak kecil :

Tahap Petama

Munculnya gejala-gejala ringan seperti hidung berair dan tersumbat, bersin-bersin, mata berair, radang tenggorokan, batuk ringan, hingga demam. Gejala ini bisa bertahan hingga dua minggu, dan di tahap inilah pendereita beresiko menularkan batuk rejan ke orang disekitarnya.

Tahap kedua

Tahap ini ditandai dengan meredanya semua gejala-gejala flu, tetapi batuk justru bertambah parah dan tak terkontrol. Ditahap inilah terjadi batuk keras terus menerus yang diawali tarikan napas panjang lewat mulut (whoop). Setelah mengalami serangan batuk, penderita akan mengalami muntah (biasanya dialami oleh bayi dan anak-anak) serta tubuh mengalami kelelahan. Tahap ini dapat berlangsung dua sampai empat minggu atau lebih.

Tahap ketiga

Tahap inilah tubuh penderita mulai membaik, tetapi gejala batuk rejan tetap ada bahkan penderita dapat batuk lebih keras. Tahap pemulihan ini dapat bertahan hingga dua bulan atau lebih tergantung dari pengobatan.

Berikut beberapa kondisi yang harus segera menerima penanganan Dokter

  • Bayi berusia 0-6 bulan terlihat sangat tidak sehat.
  • Anda atau anak kesulitan untuk bernafas.
  • Anda atau anak anda mengalami komplikasi serius, seperti kejang pneumonia.
  • Mengeluarkan bunyi saat menarik nafas.
  • Muntah akibat batuk rejan yang parah.
  • Tubuh menjadi memerah atau membiru.

Penyebab Batuk Rejan

Bakteri Bordetella pertussis yang menyebar melalui udara adalah penyebab terjadinya serangan batuk rejan pada seseorang. Bakteri ini dapat masuk dan kemudian menyerang dinding dari trakea dan bronkus (percabangan trakea yang menuju ke paru-paru kanan dan kiri).

Perkembangan saluran udara merupakan salah satu cara tubuh bereaksi terhadap inferksi oleh bakteri. Saluran udara yangmembengkak dapat membuat penderita harus menarik napas dengan kuat melalui mulut sebab kesulita bernafas. Hasil tarikan nafas yang kuat inilah yang memunculkan bunyi dengkingan (wgoop) yang panjang.

Cara lain yang akan dilakukan tubuh saat bakteri menginfeksi dinding saluran udara yaitu dengan memproduksi lendir kental. Tubuh akan merangsang penderita batuk rejan untuk coba mengeluarkan lendir kental tersebut.

Komplikasi Batuk Rejan

Penderita batuk rejan yang beresiko besar terkena komplikasi yang mungkin terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa adalah :

  • Napas terputus-putus
  • Dehidrasi dan penurunan berat badan akibat muntah secara berlebihan.
  • Pneumonia
  • Tekanan darah rendah
  • Mengalami kejang-kejang
  • Kerusakan otak sebab kurangnya pasoka oksigen menuju ke otak

Gagal ginjal

Orang-orang yang rawan tertular batuk rejan antara lain :

  • Ibu hamil saat trimester terakhir kehamilan.
  • Bayi baru lahir
  • Bayi yang berusia dibawah 1 tahun dan belum mendapatkan vaksinasi komplit DPT.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah
  • Orang yang mengidap penyakit kronis seperti asma atau gagal jantung.
  • Anak-anak berusia di bawah 10 tahun yang belum divaksin DPT.

Selain itu ada pula kelompok yang rawan menularkan, yaitu para pekerja fasilitas kesehatan, perawatan sosial dan perawatan anak. Orang-orang ini juga perlu diberikan tindakan pencegahan.

Pengobatan Tradisional Batuk Rejan

1.Daun Semangi

Masak 1/2 genggam daun semangi segar dalam air 3 gelas sampai airnya tersisa 2 gelas. Bagilah ke dalam 3 tarakan minum, lalu minumlah dengan dicampur bersama madu dan perasan jeruk nipis. Lakukan pengobatan ini rutin selama 3 hari untuk hasil optimal.

2.Daun Waru 6 Lemba, Daun Jintan 10 lembar, Buah Noni Matang 1 Buah, Bidara Upas 1/2 Jari.

Haluskan semua bahan dengan blender, lalu masak dalam air sebanyak 180 cc sampai tersisa 3/4nya. Minumkan dalam 3 kali minum dengan dicampur bersama madu 1 sendok makan, ulangi setidaknya 3 hari.

3.Daun lindah buaya 50 gram, Noni matang 1 buah, gula batu

Potong-potong lidah buaya dan Noni matang dan campurkan dengan air sebanyak 200cc. Blender bahan-bahan tadi sampai halus, masukan gula batu, lalu masak sampai mendidih dan airnya 3/4. Sajikan sebanyak 2 porsi sehari, dan lakukan berulang beberapa hari untuk mengatasi penyakit sampai tuntas.

4.Daun Sambiloto, 5 gram dan bawang putih 1 siung

Rebus semua bahan dalam air 300 cc sampai sampai tersisa setengahnya saja. Minum 2x sehari sehari selama 3 hari dan rasakan hasilnya

5.Daun Pegagan 13gram dan kencur 10 gram

Tumbuk kedua bahan tadi sampai tercincang kasar, lalu rebus dalam air sebanyak 300 cc sampai tersisa 150 cc. Minum sebanyak 3x selama 2-3 hari untuk optimal.

Itulah beberapa obat Tradisional batuk rejan yang selama ini diterapkan sebagai solusi tradisonal batuk rejan. Cara yang sudah diterapkan dari turun temurun ini akan membantu Anda mendapatkan hasil pengobatan yang lebih optimal.

SHARE TO :