SHARE TO :

Penyebab Gejala Biduran dan Pengobatan Tradisional

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 7:49 am tanggal December 23, 2016

Penyebab Gejala Biduran dan Pengobatan Tradisional

Penyebab Gejala Biduran dan Pengobatan Tradisional – Biduran yang dalam istilah medis disebut urtikaria adalah reaksi dari kulit yang mengakibatkan timbulnya bilur bewarna merah atau putih dan terasa gatal.

biduran

bilur ini awalnya muncul di satu bagian tubuh dan akhirnya menyeybar. Salah satu penyebab umumnya adalah alergi. Ukuran dan bentuk bilur pun dapat berbeda-beda.

Ruam pada kasus urtikaria atau biduranakan terasa gatal, tetapi dapat juga terasa perih atau menyengat. Gejala urtikaria dapat bertahan berjam-jam hingga beberapa hari.

Urtikaria yang terjadi selama kurang dari enam minggu disebut sebagai urtikaria akut atau jangka pendek. Tapi ada juga kasus urtikaria yang bertahan lebih dari 6 minggu atau bersifat kambuhan selama beberapa atau bahkan tahun.Keadaan yang jarang terjadi ini dikenal dengan istilah urtikaria kronis atau jangka panjang.

Penyebab Biduran atau Urtikaria

Munculnya bilur pada kulit ini dipicu oleh tingginya kadar histamin yang dilepaskan ke kulit. Histamin menyebabkan pembuluh darah menjadi rileks dan melebar sehingga aliran darah pun meningkat. Dengan banyaknya darah yang mengalir di bawah permukaan kulit, kulit pun terlihat memerah. Kelebihan cairan jugalah yang menyebabkan pembengkakan pada kulit dan rasa gatal-gatal.

Berikut beberapa yang menyebabkan terjadinya biduran :

  • Terjadi kontak dengan pemicu atau penyebab alergi, misalnya lateks dan bulu binatang.
  • Makanan penyebab biduran yang paling umum adalah kacang, cokelat, makanan laut, telur, gandum, dan susu.
  • Hampir semua obat-obatan bisa menyebabkan urtikaria, misalnya antibiotik,  aspirin, obat anti-hipertensi dan ibuprofen.
  • Zat aditif atau bahan tambahan dalam makanan seperti pemanis, pengawet, penguat rasa, pewarna, pengental, dan lain-lain.
  • Infeksi seperti hepatitis dan demam kelenjar.
  • Gigitan serangga
  • Faktor lingkungan seperti pajanan terhadap kondisi atau cuaca panas maupun dingin, pajanan terhadap air tertentu, atau bahkan sinar matahari.
  • Stres.

Kadang keadaan Biduran kronis tidak diketahui penyebab pastinya. Tapi beberapa faktor dapat memicu munculnya biduran atau memperburuk gejala yang ada, contohnya minum minuman berakohol atau minuman berkafein, merasa stres, dan suhu udara yang panas.

Cara Mengenali Biduran Pada Kulit

Biduran dapat dipastikan dengan cara memeriksa bilur atau ruam yang ada pada kulit secara langsung oleh dokter. Dokter akan menanyakan seputar kondisi biduran yang diderita.

Mulai dari kapan dan bagaimana biduran muncul, lalu apakah pasien telah mengonsumsi obat atau makanan yang belum pernah dikonsumsi sebelumnya, dan apakah ada perubahan pada keadaan lingkungan.

Cara Mengobati Biduran

Biduran sebagian besar tidak memerlukan pengobatan khusus. Gejala ini umumnya akan menghilang dalam beberapa hari. Apabila terasa sangat mengganggu,obat antihistamin dapat digunakan untuk mengatasi rasa gatal. Untuk kasus yang lebih parah gunakan tablet kortikosteroid.

Biduran dan Penyakit Yang Menyertai

Angioedema merupakan pembengkakan pada lapisan kulit yang lebih dalam. Pembengkakan ini umumnya terjadi pada bagian mata, bibir, dan alat kelamin.

Biduran dapat juga menjadi bagian dari gejala anafilaksis. Anafilaksis merupakan sebuah reaksi alergi yang parah dan terjadi secara tiba-tiba sampai bisa menyebabkan kematian. Keadaan ini dianggap sebagai keadaan darurat sebab beberapa gejalanya yang ekstrem.

Berikut beberapa gejala anafilaksis lainya :

  • Pembengkakan pada kelopak mata, bibir, tangan dan kaki.
  • Sesak napas yang disebabkan oleh penyempitan saluran udara
  • Sakit perut dan muntah-muntah.

Pengoabatan Biduran Dengan Bahan Tradisional

1. Buah Asam dan Temulawak

Siapkan buah asam, 15 gram temulawak, dan gula aren. Rebus semua bahan tersebut ke dalam 2 gelas air hingga tersisa setengahnya. Biarkan dingin, kemudian saring. minum ramuan ini untuk mengobati biduran anda. anda bisa menambahkan madu untuk menambah rasa lezat.

2. Bawang Merah dan Daun Kelor

Siapkan bahan berupa 3 lemabra dan kelor, sebutir bawang merah, dan 2 gram pulosari. Rebus-bahan bahan-bahan tersebut ke dalam 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas saja. setelah disaring, minum ramuan ini 2 kali dalam sehari .

3. Kunyit dan Sambiloto

Siapkan bahan-bahan berupa 10 gr sambiloto, 20 gr kunyit, 30 gr daun kelor, 1 sdm adas, 3 butir bawang merah. Tumbuk hingga halus semua bahan jadi setelah anda mencucinya. Rebus ke dalam 600 cc air sampai tersisa sepertiga bagian. Setelah disaring dan dingin, anda dapat minum ramuan ini sebanyak 3 kali sehari.

4. Obat alami mengobati biduran menggunakan daun jombang

Rebus 30 gram daun jombang ke dalam 400 cc air sampai tersisa setengahnya. Minum ramuan ini selagi hangat.

5. Akar Rosa Multifona Thumb

Rebus akar tumbuhan tersebut ke 400 cc air sampai tersisa setengahnya. Setelah di saring, minum ramuan alami ini setiap pagi dan sore hari.

6. Minyak kayu putih dan zaitun

Siapkan minyak kayu putih, minyak aitun, dan menthol kristal masing-masing sebanyak 1 sdm. Aduk semua bahan sampai merata. Gosokan pada kulit anda untuk mengobati biduran.

7. Jahe dan Cuka Beras Hitam

Siapkan bahan berupa 100 cc Cuka Beras hitam, 30 gram jahe, dan gula merah. Tumbuk dulu jahe sampai halus, kemudian rebus bersama lainnya ke dalam air. Setelah dingin, minum ramuan tradisional ini sebanyak 2 kali dalam sehari.

8. Mengobati biduran menggunakan Leunca

Cuci tanaman leunca yang telah dibuang akarnya, kemudian tumbuk. Balurkan pada kulit sampai warna leunca menjadi hijau. Lakukan sebanyak 3 kali dalam sehari untuk mengobati biduran anda.

9. Mengobati Biduran Dengan Daun Sirih

Siapkan daun sirih dan ketepeng, masing-masing sebanyak 20 lembar. Rebus kemudian saring. Minum untuk mengobati biduran secara alami. Selain mengobati biduran, daun sirih juga bisa digunakan untuk menghilangkan bau badan secara alami.

Demikian merupakan cara mengobati biduran menggunakan bahan alami. pilih salah satu cara termudah yang bisa anda lakukan.

SHARE TO :