SHARE TO :

Penyebab Gejala Dan Mencegah Sakit Pada Dada Secara Efektif

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 1:47 am tanggal October 28, 2016

Penyebab Gejala Dan Mencegah Sakit Pada Dada Secara Efektif –  Rasa nyeri dada merupakan rasa sakit yang tertekan yang menjangkit dada. Bagian tubuh yang mengalami nyeri dimulai dari bahu sehingga ke tulang rusuk. Sangat jarang tetapi rasa nyeri bisa menjelar ke rahang, leher dan sampai ke tangan.

Rasa nyeri di bagian dada yang harus untuk dianggapi dengan secara serius dan bisa menjadi gejala dari semua penyakit, nyeri dada bisa berakibat gejala serangan jantung. Segera untuk menemui dokter bila anda merasakan nyeri dada yang berulang-ulang tidak membaik karena untuk menentukan penyebab sangat diperlukan untuk pemeriksaan yang saksama.

penyebab-gejala-dan-mencegah-nyeri-pada-dada-secara-efektifPenyebab Umum Rasa Sakit Di Bagian Dada

Rasa Sakit di bagian dada sering kali dengan penyakit jantung, sehinga banyak yang mengalami rasa nyeri dada karena diakibatkan dari penyakit jantung, contoh masalah dari percernaan otot dan tulang. Dari akibat rasa nyeri dada pada umunya tidak tergolong gawat.

  • Mengalami Cedera pada bagaian otot dada dan tulang rusuk.
  • Costochondritis dan inflamasi pada tulang rawan yang bisa menyambungkan pada tulang dada dengan tulang rusuk.
  • Penyakit asam lambung dan rasa nyeri ulu pada hati (GERD).
  • Batu empedu dan gangguan pada kandung empedu.
  • Gangguan menelan dan disfagia.
  • Mastis dan peradngan pada jaringan payudara.
  • Infeksi herpes zosfar.
  • Fibromyalgia.

Dengan selain dari akibat-akibat ada juga dari akibat rasa sakit di bagian dada tidak terkait dengan jantung namun perlu segera ditangani dari dokter:

  • Serangan panik dan kecemasan – detak jantung penderitanya bisa semakin cepat, sesak nafas dan dilanda rasa ketakutan dan kecemasan yang hebat.
  • Pneumotoraks dan adanya udara di antra kedua lapisan yang bisa membungkus paru-paru sehingga paru-paru mengimpis dan penderitanya sangat sulit untuk bernafas.
  • Embolin paru dan terbentuk dari gumpalan darah di pembuluh darah paru-paru.

Kondisi ini sebaiknya untuk segera di bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan darurat. Beberapa tanda-tanda dari rasa sakit dada pada umumnya tidak berhubungan dengan jantung :

  • Dada terasa nyeri saat batuk sedang menarik nafas panjang.
  • Sulit untuk menelan.
  • Dada terasa sakit ditekan.
  • Nyeri ulu hati dan serasa makanan dari lambung naik kembali ke kerongkongan.
  • Rasa nyeri yang semakin bertambah dan sangat mengganggu, maka untuk itu temui dokter.

Harus Menghindari Rasa sakit Dada Akibat Gangguan Pada Jantung

Nyeri dada bisa terjadi dari gangguan pada jantung contoh angin dan serangan jantung. Angina sehingga terjadi dengan adanya penyempitan arteri dan menyuplai darah ke otot jantung sehingga aliran darah ke jantung menjadi terbatas. Jantung tidak mendapatkan oksigen yang cukup dan akhirnya bisa berakibat dada terasa nyeri.

Bila nyeri dada yang timbul di saat melakukan kegiatan fisik dan rasa nyeri tersebut segera hilang usia beristirahat, maka kemungkinan besar merupakan angina. Bila merasakan rasa nyeri yang bertahan lebih dari 20 menit, Anda tidak mungkin terkena serangan jantung. Serangan jantung bisa berakibat dada anda mengalami seperti di remas ditekan dengan benda yang berat.

Pendarahan Utama Antra Angina Dan Serangan Jantung Adalah :

  • Rasa nyeri kerena berakibat dari kegiatan fisik, relatif yang ringan, berlangsung dari kurang dari 20 menit dan reda setelah mengosumsi obat untuk angina.
  • Rasa tidak nyaman akibat dari serangan jantung akan bisa berlanjut dan pengobatan angina dengan alat semprot nitrogliserin yang sudah dilakukan. Nyeri dari serangan jantung bisa berdampak saat tidur dan istirahat tanpa perlu untuk dipicu dari aktivitas yang berat. Nyeri dada bisa disertai dengan berkeringat merasakan mual dan rasa sakit yang menyeluruh ke lengan kiri dan rahang.

Dari beberapa gejala yang bisa menandakan serangan jantung dan masalah jantung lainnya :

  • Dada merasakan nyeri disaat melakukan kegiatan fisik dan reda dengan beristirahat.
  • Dada mengalami seperti tertekan dan sangat sakit.
  • Rasa sakit bisa menyebar ke lengan, terutama lengan sebelah kiri.
  • Sangat sulit untuk bernafas.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Rasa nyeri yang berlangsung lama.
  • Meraskan pusing dan mudah lemas.
  • Keringat dinging.

Bila anda merasakan nyeri di bagian dada dengan gejala-gejala di atas segera untuk menemui dokter dan ke rumah sakit yang terdekat.

Perlu untuk diingat dari sebagian penderita penyakit jantung tidak merasakan rasa sakit yang sangat parah dan hanya mengalami sedikit ketidaknyamanan pada dada. Karena itu untuk mewaspadai mereka yang menderita obsitas, hipertensi dan tekanan darah tinggi, kolestrol yang sangat tinggi, diabetes dan merokok. Bila anda mempunyai satu dari faktor risiko ini dan mengalami tidak nyaman pada dada, untuk periksa ke dokter memastikan bukan serangan jantung.

Perikarditis bisa akibatkan dari nyeri dada. Perikarditis merupakan peradangan pada kantong yang bisa mengelilit jantung. Terasa nyeri dan sakit yang bertambah sangat parah di saat berbaring dan menarik nafas.

ari serangan jantung juga bisa sangat membahayakan nyawa dan akibatkan nyeri dada, adalah diseksi aorta. Sehingga bisa terjadi di lapisan dinding pembuluh darah utama tubuh, aorta sobek sehingga aliran darah ke tubuh yang menghambat. Sesak nafas hilang kesadaran dan denyut nadiyang sangat lemah di salah satu sisi tangan. Kini sangat tergolong sangat fatal dan memerlukan untuk pertolongan medis secepatnya.

Diagnosis Sakit Dada

Bila anda merasakan sakit di bagian dada terjadi sangat parah, sehingga terus kambuh dan tidak menunjukan tanda yang membaik, langkah dari teraman merupakan memeriksakannya ke dokter. Dengan ke dokter akibatnya dasar bisa untuk diketahui dan ditangani dengan cepat.

  • X-ray rongga dada bisa dilakukan untuk memeriksa bentuk dan ukuran jantung pembuluh darah juga masalah pada paru-paru.
  • Electrocardiogram (ECG). Otot jantung yang cedera dan terkuka tidak dapat untuk menyakurkan implus dengan secara normal dan kini dilakukan untuk memeriksa aktivitas kelistrikan jantung dengan melalui elektroda yang menempel di kulit.
  • Tomografi terkomputasi (CT scan). Bisa dilakukan untuk memeriksa aorta dan keberadaan gumpalan darah di paru-paru.
  • Tes darah. Bisa untuk dilakukan memeriksa kadar enzim yang meningkat ketika terjadi luka dan kerusakan pada otot jantung.
  • Katertisasi jantung (angiogram). Kini bisa untuk memeriksa penyumbatan dan penyempitan arteri yang menuju jantung.
  • Echocardiogram. Echocardiogram untuk memeriksan struktur dan fungsi kerja jantung dengan mengunakan gelombang suara yang menghasilkan gambar.
  • Tes latihan stres. Stres bisa dilakukan. Dari tujuan dari tes-tes untuk mengukur respons pembuluh darah dan jantung terhadap tingkat aktivitas.

SHARE TO :