SHARE TO :

Penyebab Gejala Demam Kuning Dan Pengobatan Secara Tradisional

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 8:47 am tanggal January 9, 2017

Penyebab Gejala Demam Kuning Dan Pengobatan Secara TradisionalDemam kuning merupakan penyakit yang diakibatkan oleh virus yang ditularkan melalui perantara nyamuk. Biasanya terdapat di daerah Amerika Selatan,Afrika,dan Karibia.

Nyamuk yang membawa virus di dalam tubuhnya ini kemudian menyebarkan ke penduduk di sekitar pengidap maupun turis yang sedang mengunjungi area itu sampai menyebabkan demam dan gangguan serius pada organ hati dan ginjal.

nyamuk

Infeksi virus yang telah merambat ke organ hati turut mengganggu fungsi organ ini sehingga mengakibatkan perubahan pada warna kulit menjadi menguning.

Penyebab Demam Kuning

Penyebaran demam kuning diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang mulanya menggigit penderita penyakit ini, biasanya manusia dan monyet. Nyamuk ini kemudian menularkan demam kuning di antara sesama manusia atau monyet lainya, atau dari manusia ke monyet, dan sebaliknya. Selain gurun sahara di Afrika dan area tropis Amerika Selatan, atau bahkan pemukiman manusia yang bersih sekalipun, tdiak luput dari perkembangbiakan nyamuk ini.

Virus yang akhirnya berdiam dalam kelenjar saliva nyamuk Aedes aegyptiini kemudian masuk ke aliran darah manusia atau monyet lainnya melalui gigitan dan menyebakan sakit pada inang baru yang didiaminya. Waspadai senja sampai fajar sebab pada waktu-waktu itu penyebaran virus demam kuning paling banyak terjadi, saat nyamuk Aedes aegypti menjadi sangat aktif.

Gejala Demam Kuning

Demam kuning menyebabkan demam, sakit kepala, mual, muntah, serta nyeri otot pada penderitanya. Biasanya menjadi 3 tahap infeksi virus demam kuning dengan tahap awal yang cenderung tidak bisa dibedakan dari infeksi virus lainnya, atau dapat juga tampa sengaja.

Tahapan awal infeksi bisa berlangsung selama 3-4 hari da biasanya dimulai 3-6 hari sejak infeksi virus atau sejak gigitan nyamuk terjadi. Gejala lain yang mungkin muncul adalah kehilangan nafsu makan, sensitif berlebihan terhadap cahaya serta kemerahan pada mata, lidah dan wajah.

Tahapan kedua yaitu tahap remisi, dimana keadaan pasien tampak membaik. Secara umum pasien sembuh di tahap yang berlangsung kurang lebih 2 hari ini. Walau begitu, dirasankan untuk mewaspadai karena ada sekitar 15-25% pasien bisa memasuki fase ketiga yang lebih beresiko dan bisa berujung kematian.

Fase ketiga, waspadai munculnya kerusakan pada organ hati yang dapat membuat warna mata dan kulit menjadi kuning. Selain itu dapat muncul juga demam yang disertai pendarahan di dalam tubuh, muntah darah pendarahan hati atau hepatitis serta kerusakan multi organ.

Pencegahan demam kuning

Demam kuning bisa dicegah dengan pemberian vaksin yang dilakukan sebelum seseorang melakukan perjalanan ke area yang berpotensi menyebarkan demam kuning.

Vaksin bisa dilakukan minimal sepuluh hari sebelum waktu keberangkatan dengan waktu ideal pemberian vaksin adalah 3-4 minggu.

Usia yang aman untuk menerima vaksin ini adalah pasien dengan jarak usia antara 9 bulan sampai 60 tahun agar terlepas dari resiko penyakit radang otak sampai kematian.

Efek samping bisa berlangsung selama 5-10 hari pasca pemberian vaksin. Adapun efek samping yang dirasakan tergolong umum dan ringan, yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot dan kelelahan serta rasa sakit pada area bekas suntikan vaksinasi. Pada beberapa kasus yang langka,vaksinasi demam kuning bisa menimbulkan reaksi alergi, reaksi pada sistem saraf, dan bahkan kematian sehingga konsultasi kepada dokter sangat disarankan sebelum melakukan vaksinasi.

Orang yang telah mendapatkan vaksin pencegah demam kuning akan mendapatkan sertifikat yang harus diperhatikan sebelum memasuki area berpotensi. Vaksin ini bertahan sampai 10 tahun atau mungkin seumur hidup. Sertifikat vaksin akan berakhir dalam 10 tahun apabila anda mendapatkannya sebelum juni 2016. Saat ini World Health Organization menyatakan pemberian penguat/booster vaksin mungkin tidak perlu kecuali pada keadaan-keadaan tertentu.

Anda mungkin harus mendapatkannya lebih dari 10 tahun yang lalu dan anda membutuhkan sertifikat vaksin.

Apabila ingin berangkat ke daerah yang terjangkit demam kuning dan mendapatkan vaksin lebih dari 10 tahun, orang-orang berikut juga direkomendasikan untuk mendapatkan booster :

  • Perempuan yang sedang hamil
  • Anak di bawah usia dua tahun
  • Seseorang yang mempunyai sistem imunitas yang rendah, seperti penderita HIV dan calon penerima transplantasi sumsum tulang.

Sebagai tindakan pencegahan tambahan, menghindar sengatan nyamuk juga dapat dilakukan dengan cara menggunakan penolak nyamuk yang mengandung permethrin pada pakaian, sepatu, Perlengkapan berkemah dan pada sekat tambahan pintu maupun jendela.

Sementara untuk kulit, gunakan penolak nyamuk yang khusus kulit yang tahan lama. Penolak nyamuk untuk kulit yang mempunyai yang memiliki bahan aktif picaridin, IR3535, dan DEET dalam konsentrasi yang tinggi dapat memberikan perlindungan yang lebih lama dari gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gunakan dengan bijak sana dan sesuaikan dengan waktu yang dibutuhkan.

Hindari penggunaan penolak nyamuk pada anak yang berusia di bawah 2 tahun karena mengandung bahan kimia yang berbahaya. Sebaiknya anda bisa menggunakan penolak nyamuk pada kereta dorong dan anti nyamuk saat sedang berada diluar ruangan. Beberapa bahan alami, seperti minyak lemon eucalyptus, bisa pula dipergunakan dengan pengecualian pada anak berusia di bawah usia tiga tahun.

Ingatlah untuk selalu menyimpan data perjalanan anda, seperti lokasi luar ruangan, terutama apabila pada daerah yang menjangkit demam kuning. Pasien yang pernah atau telah mengalami demam kuning dan sembuh, pada akhirnya secara alami akan membentuk kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.

Pengobatan Demam Kuning Dengan Bahan-bahan Tradisional

Berikut merupakan pengobatan dengan bahan-bahan tradisional :

1. Cabe Rawit

Capsium merupakan salah satu kandungan penting di dalam cabe rawit yang sudah terbukti ampuh mengurangi gejala demam kuning. Disaat demam dalam tingkatan yang tinggi, cadangan energi dalam tubuh akan terkuras, hal tersebut membuat penyembuhan akan terhambat. Oleh sebab itu, mengonsumsi cabe ataupun paprika rawit bisa melawan demam tersebut.

2. Lemon dan garam

Cara alami mengobati penyakit demam kuning dengan menggunakan ramuan garam dan lemon. Orang yang menderita demam kuning biasanya mengalami dehidrasi yang diakibatkan muntah-muntah.

Dehidrasi bisa menyebabkan tubuh terasa sakit dan lemah. Oleh karena itu lemon dan garam disini bisa menangkalnya. Cara penggunaanya pun cukup mudah, dimana anda hanya perlu mencampurkan 3 sampai 4 sendok bubuk lemon ke dalam segelas air .

Selanjutnya tambahkan sedikit garam, lalu campur kembali. Konsumsi minuman ini setiap anda mengalami rasa sakit ataupun dehidrasu akibat dewmam kuning.

3. Lada hitam dan daun kemangi

Lada hitam dipercaya terbukti bisa menyembuhkan demam kuning, sedangkan daun semangi dipercaya dapat melawan bakteri dan digunakan sebagai anti-oksidan alami.

Untuk menggunakanya, anda bisa mencampurkan setengah liter air dengan beberapa daun kemangi serta setengah sendok lada hitam yang sudah dihancurkan, masak sampai mendidih dan air berubah warna.

lanjutkan dengan mendiamkanya sampai dingin dan konsumsi sebanyak dua kali dalam sehari. Anda juga bisa menambahkan 2 sdm madu meningkatkan rasanya.

4. Bawang Putih

Dengan mengolah bawang putih menjadi obat herbal. seperti seperti yang kita tahu bersama, bawang putih mempunyai banyak sifat yang baik bagi tubuh.

Diantaranya sifat anti-oksidan. Semua sifat tersebut bisa secara efektif meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Secara tidak langsung peningkatan imun bisa mempercepat penyembuhan demam kuning.

5. Air Kelapa

Air kelapa tidak hanya tetapi juga dapat menyembuhkan dehidrasi, memberikan asupan nutrisi penting, menambah energi dan mengobati demam. Untuk cara penggunaanya sendiri sangat mudah. Anda hanya perlu mengonsumsi air kelapa sebanyak 4-5 kali dalam sehari.

SHARE TO :