SHARE TO :

Penyebab Keracunan Makanan Dan Cara Mengatasinya

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 4:25 am tanggal September 26, 2016

Penyebab keracuanan makanan dapat terjadi karena mengosumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh organisme menular, yaitu seperti virus bakteri dan parasit. Kontaminasi juga sering terjadi ketika makanan sedang di proses dan dimasak dengan secara tidak benar.

Kontaminasi pada umumnya terjadi pada kasus keracuanan makanan yang dipengaruh dari:

  • Virus bakteri yaitu Campylobacter, salmonella, Escherichia coli (E.coli), Listeria,dan Shigella.
  • Virus, contohnya noroviris dan rotavivus.
  • Parasit, yaitu cryptosporidium, Entamoeba histolytica,dan giardia.

Penyebab Keracunan Makanan Dan Cara Mengatasinya

Berikut ini merupakan jenis makanan yang mudah terkontaminasi jika tidak untuk ditanggani simpan dan diolah dengan baik.

  •  Dari danging mentah.
  •  Susu.
  • Makanan siap saji, yaitu potongan daging matang, keju lembek, atau roti isi kemasan.
  • Telur mentah.
  • Kerang-kerang mentah.

Gejala Keracunan Makanan

Gejala keracunan makanan bisa dimulai dari beberapa saat sesudah makan hingga tiga hari setelah memakan-makanan yang terkontaminasi. Suatu gejala pada umumnya diantra yang lain:

  • Terasa mual dan sering muntah-muntah.
  • Diare.
  • Sakit dan kram perut.

Akibat Dari Keracunan Makanan

Hal ini beberapa yang bisa merasakan terjadinya keracunan makanan:

  • Tidak menyimpan makanan dengan suhu yang tepat, dengan contoh tidak disimpan di dalam kulkas dan yang terutama produk dan olahan susu.
  • Tidak memasak makanan dengan secara mentah-mentah, dengan terutama diging unggas, burger dan sosis.
  • Meninggalkan makanan yanag sudah terewati masa kedaluarsa
  • Memakan-makanan matang yang sudah masa kedaluarsanya sudah abis.
  • Kontaminasi silang,contohnya memakai pisou dan memotong daging mengiris roti, dan disimpan daging mentah diatas makanan siap makan sehingga cairan dari dagingmentes ke makanan dai bawah
  • Orang yang sakit dan dengan tangan kotor dan menyentuh makanan.

Cara Mengatasi Keracunan Makanan

Sering sekali banyak kasus keracunan makanan tidak butuh pengobatan khusus. Apabila meredakan gejala yang sudah terjadi, bisa beristirahat dengan secukupnya dan meminum banyak cairan karena sudah merasakan dehidrasi , maka gejala yang sudah berakitbat akan bertampah parah dan msa pemulihan bisa menjadi makin sangat lama.

Orang yang rentan yang sudah merasakan dehidrasi alangkah baiknya beri cairan rehidrasi oral dan bisa di kenal dengan nam oralit. Oralit bisa berkerja bisa digantikan dengan glukosa,garam,dan mineral yang sangat penting akibat muntah dan diare.  Bila sementra waktu dengan sebaiknya bisa terhindar dari makanan dan bisa mengalami yang lebih baik. Dan bisa mengosumsi makanan yang mudah untuk dicerna yaitu bubur.

Beberapa ini dengan keadaan yang mengharuskan anda bisa pengobatan karena mengalami keracunan makan:

  • Sudah merasakan demim tinggi.
  • Gejala yang sudah parah dan tidak membaik dan hingga beberpa hari.
  • Merasakan gejala dehidrasi yang sangat parah, dengan contoh urine beraroma tidak enak, dan berawana gelap, dan sangat sedikit.
  • Bayi anda sudah mengalami keracunan makanan.
  • Sehingga terjadi keracunan makanan dan terkait dengan sumber kontaminasi tertentu.
  • Sudah merasakan munta-muntah lebih dari dua hari.
  • Diare yang bertahan lebih dari tiga hari dan tinja bercampur darah.

SHARE TO :