SHARE TO :

Penyakit Rematik Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 7:15 am tanggal October 3, 2016

Penyakit Rematik Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya – Rematik adalah penyakit yang menimbulkan rasa sakit akibat otot atau persendian yang mengalami peradangan. Rematik biasa disebut juga dengan nama arthritis Secara umum penyakit ini ditandai dengan sejumlah gejala, seperti pembengkakan, kemerahan, nyeri di lutut, siku, pergelangan maupun di bagian sendi-sendi lain, gangguan di otot dan tendon. gejala rematik memang cukup luas.

Sendi seseorang bisa mulai bermasalah di usia 40-an. Namun, ada orang yang sampai usia 70-an sendinya baik-baik saja. Cepat lambatnya proses tadi, ditentukan oleh beberapa faktor risiko, diantaranya : mutu tulang rawan dan kelebihan berat badan. Tulang rawan yang bagus akan lebih tahan terhadap kondisi aus. Ibarat ban mobil kalau kualitasnya bagus maka persendian tidak mudah aus walau dipakai lama.

Penyakit Rematik Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya Tanpa Operasi

rematik

Tulang rawan yang bagus akan lebih tahan terhadap kondisi aus. Ibarat ban mobil kalau kualitasnya bagus maka persendian tidak mudah aus walau dipakai alam. Jenis rematik yang paling banyak diderita penduduk dunia adalah:

– Arthritis reumatoid (AR) yaitu radang sendi, gout (asam urat) yang disebabkan oleh kadar asam urat yang berlebihan dalam darah.
– Osteoarthritis (OR), yaitu pengapuran sendi. Jenis ini paling banyak di jumpai. Penyakit jenis ini bersifat degenaratif, yang angka kejaidannya meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Rematik pada orang berusia produktif umumnya disebabkan peradangan. Peradangan ini bisa karena asam urat atau sebab-sebab lain. Rematik karena asam urat ini banyak dijumpai pada pria berusia 30-an dan 40-an tahun. Namun, Sekitar 90% penderita rematik adalah orang yang berusia di atas 60 tahun. Jika usia kita telah melewati 50 tahun, sebaiknya jangan terlalu banyak melakukan aktivitas yang membebani anggota badan. Penderita rematik yang berbadan gemuk sebaiknya menurunkan berat badan agar beban lutut tidak terlalu berat.

Sendi-sendi yang terserang akan mengalami peradangan dan menimbulkan gejala seperti berikut:

– Sendi menjadi bengkak karena cairan yang menumpuk.
– Terasa kaku, terutama pada pagi hari atau setelah lama tidak digerakkan.
– Merah dan terasa panas.
– Terasa sakit akibat peradangan yang aktif.

Rematik yang terus berkembang bisa menyebabkan kerusakan dan perubahan bentuk permanen pada sendi. Akibatnya pergerakan sendi mulai terbatas dan fungsi sendi bisa hilang sepenuhnya. Ketika sendi-sendi diserang oleh sistem imun maka terjadilah peradangan dan kerusakan pada sendi ehingga memunculkan berbagai gejala rematik berupa nyeri sendi, kekakuan sendi, dan pembengkakan.

Gejala rematik tahap awal, diantaranya, yaitu :

– Sendi kaku dipagi hari.
– Sendi bengkak.
– Kelelahan.
– Demam ringan.
– Mati rasa dan kesemutan.

Dan untuk gejala rematik yang serius, yaitu :

– Nyeri dada.
– kaki dan tangan sulit digerakan.
– Bintik-bintik merah.
– Gangguan pada mata.
– Gangguan lambung.
– Fraktur.
– Mudah memar.

Rematik bisa berpengaruh pada organ tubuh, seperti pada paru-paru, kulit dan pembuluh darah maupun jantung. Serangan dari rematik dianggap sebagai serangan simetris di mana sendi yang terserang itu sama di kedua sisi tubuh yang sangat berbeda dari osteoatritis di mana hanya salah satu sendi yang terserang. Penyebab dari rematik memang cukup beragam dan berikut adalah beberapa yang perlu kita waspadai, yaitu :

– Osteoporosis

Tak hanya tulang yang bisa diganggu oleh osteoporosis, tapi segala sendi juga akan terkena serangan sehingga akan terasa sakit.

– Sering terpapar AC

Terlalu sering atau bahkan setiap hari terkena AC akan membuat tulang dan sendi otomatis menderita. Ingat bahwa mengeluarkan udara yang begitu dingin yang lam-kelamaan bisa menusuk tulang.

– Mandi malam-malam-m

Sebaiknya tidak terlalu sering mandi malam-malam karena yang membuat rematik sebenarnya bukan aktivitas mandinya, tapi air dan udara yang dingin. Keduanya akan dapat memicu pengerutan pada kapsul sendi sehingga akan membuat persendian semakin nyeri. Itulah mengapa mandi dengan air hangat di malam hari lebih dianjurkan ketimbang menggunakan air dingin.

– Faktor usia

Rata-rata penderita rematik adalah mereka yang usianya sudah lanjut dimana tubuhnya pun semakin terbatas dan semakin banyak hambatan yang dimiliki sehingga mudah untuk muncul tanda-tanda penyakit rematik, yaitu di usia sudah mencapai 45 tahun lebih.

– Sering keluar malam

Tubuh akan mudah terpapar udara dingin di malam hari yang biasanya dianggap tidak sehat. Ketika terpapar udara dingin, udara yang lembab dan angin kencan, maka tubuh akan mengalami penyumbatan energi.

– Dehidrasi

Bila anda merasa saat ini kurang banyak minum air putih atau malas minum air putih banyak-banyak, tak heran jika penyakit rematik asam urat menghampiri anda. Risiko ini bisa semakin tinggi jika Anda tak segera menangani bahaya dehidrasi.

– Mengonsumsi Obat-obat Tertentu

Obat berbahan kimia selalu ada efeknya dan mengonsumsi obat tertentu mungkin bisa meredakan satu penyakit, tapi kemudian malam  menimbulkan penyakit lainnya sebagai efek samping.  Jenis obat-obatan yang perlu dihindari agar tidak memicu rematik atau memperparah gejala rematik antara lain adalah siklosporina, aspirin, diuretik dan juga beta-blockers. Itulah sebabnya, penting untuk memberi tahu dokter akan kondisi asam urat anda sebelum ia memberi resep obat.

Pengobatan Rematik Secara Alami

Tujuan pengobatan ini adalah untuk mengurangi rasa sakit karena rematik. Salah satu terapi alami yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit adalah dengan berendam dengan air garam. Air garam dapat mengurangi efek inflamasi pada persendian sehingga rasa nyeri yang dirasakan menjadi berkurang.

Pengobatan Rematik secara alami yang lain adalah dengan mengkonsumsi beberapa buah, yang diantaranya adalah:

– Jus semangka

Buah ini sangat efektif untuk mengatasi rematik akibat berlebihnya asam urat pada darah. Porsi konsumsinya adalah Segelas jus semangka (tanpa biji) di pagi dan malam hari.

– Stroberi atau buah beri

Buah-buahan ini juga dipercaya dapat menyembuhkan penyakit rematik. Buah jenis ini Bisa dikonsumsi sebagai buah biasa atau sebagai jus.

– Asparagus

Asparagus juga menjadi salah satu buah yang terbukti bisa mengobati rematik.

– Jus apel

Jus apel yang sudah diragikan (fermentasi) sebanyak setengah cangkir, diminum dua kali sehari dapat digunakan sebagai obat rematik yang anda derita.

– Alpukat

Mengkonsumsi buah alpukat matang secara teratur akan menghindarkan anda dari gejala rematik. Alpukat mengadung Lemak yang akan memberikan lubrikasi alami pada persendian tulang seperti siku,leher, pinggul,pergelangan tangan, lutut, dan pergelangan kaki anda.

Demikianlah informasi mengenai penyakit, mudah-mudahan apa yang disampaikan bisa menjadi solusi dan juga menambah pengetahuan anda agar lebih baik menjaga kesehatan dan menerapakan pola hidup yang jauh lebih baik dan sehat. Semoga bermanfaat. Terima Kasih.

SHARE TO :