SHARE TO :

TBC Tulang Belakang Penyebab, Gejala, Serta Pengobatannya

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 4:34 am tanggal February 6, 2017

TBC Tulang Belakang Penyebab, Gejala, Serta Pengobatannya – TBC Tulang Belakang atau dikenal juga dengan nama penyakit Pott, yaitu tuberkulosis yang terjadi di luar paru-paru, dimana menjangkiti tulang belakang. Penyakit ini umumnya menginfeksi tulang belakang pada area toraks (dada belakang) bagian bawah dan vertebra lumbalis (pinggang belakang) atas. TBC Tulang Belakang ini adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Tuberculosis biasanya menyerang paru-paru, namun juga bisa berdampak pada bagian tubuh lainnya seperti tulang. Tuberculosis tulang adalah suatu proses peradangan kronik dan destruktif yang disebabkan basil tuberculosis yang menyebar secara hematogen dalam tingkat yang lebih jauh. Virus ini menyebar lewat udara.

Pintu masuk pada tubuh manusia adalah lewat saluran pernafasan atau paru-paru. Perkembangan bakteri TBC di dalam tubuh terbilang sangat lamban, tergantung pada daya tahan tubuh orang yang bersangkutan, Meskipun perkembangan sangat lamban namun dalam banyak kasus yang terjadi, Tuberculosis selalu berakhir dengan kematian. Tuberculosis tulang (TBC tulang) dapat menyerang hampir semua tulang tapi yang paling sering terjadi adalah TBC pada tulang belakang, pinggul, lutut, kaki, siku, tangan dan bahu. Rahang bawah (mandibula) dan sendi temperomandibular adalah daerah yang paling jarang terjangkit oleh kuman TBC.

TBC Tulang Belakang Penyebab, Gejala, Serta Pengobatannya Yang Aman

TBC

TBC tulang belakang terjadi akibat menyebarnya bakteri tuberkulosis dari paru-paru ke tulang belakang hingga ke keping/sendi yang ada di antara tulang belakang. Kondisi ini menyebabkan matinya jaringan sendi dan memicu kerusakan pada tulang belakang. Beberapa faktor risiko lain yang menyebabkan seseorang terinfeksi TBC tulang belakang, antara lain : Faktor sosial ekonomi yang rendah atau buruk. Tinggal diarea yang memiliki tingkat kasus tuberculosis tinggi atau endemik. Orang yang kekuranan nutrisi. orang-orang kelompok lanjut usia. Terinfeksi HIV yang mengakibatkan rendahnya sistem kekebalan tubuh. Orang dengan sistem kekebalan tubuh menurun. Pecandu minuman keras atau pengguna obat-obatan terlarang.

Orang-orang yang berisiko terkena penyakit Tuberculosis maeupun TBC tulang belakang harus mengenali gejala-gejala dengan baik demi membantu memudahkan penentuan diagnosis setelah menjalani tes. Seperti halnya tuberculosis, keberadaan TBC tulang belakang sulit dideteksi. Pada umumnya, pasien mengalami nyeri punggung kronis yang tidak diketahui penyebabnya. Maka dari itu, dokter mengalami kesulitan untuk mendiagnosis. Kondisi semacam ini bisa berlangsung sekitar empat bulan. Selain gejala umum tuberculosis, TBC tulang belakang juga memiliki gejala-gejala tambahan yang mungkin dirasakan oleh sebagian penderitanya, antara lain :

– Serangan atau gejala yang muncul sifatnya bertahap.
– Demam.
– Berkeringat di malam hari.
– Kehilangan berat badan.
– Anoreksia (gangguan makan) yang memicu penurunan berat badan.
– Sakit punggung yang terlokasir.
– Memiliki posisi tubuh tegak dan kaku.
– Tulang belakang yang melengkung keluar menyebabkan punggung menjadi bungkuk (kifosis).
– Pembengkakan pada tulang punggung.
– Muncul benjolan pada pangkal paha yang menyerupai hernia.
– Dan jika mengenai sistem saraf, kemungkinan akan ada gangguan saraf yang memengaruhi organ-organ tubuh.

Pengobatan TBC Tulang Belakang Yang Aman

Pengobatan TBC tulang belakang berkemungkinan memerlukan tindakan operasi sebagai bentuk perawatan tambahan selain antibiotik yang diberikan untuk mengobati tuberculosis. Pemberian antibiotik tetap dilakukan hingga periode pengobatan yang telah ditentukan dan harus dihabiskan. Beberapa jenis antibiotik yang umumnya digunakan, antara lain rifampicin dan ethambutol. Efek samping yang mungkin timbul dari obat-obatan ini, antara lain sakit kuning, demam, ruam, gatal-gatal, menurunnya nafsu makan, dan urine berwarna gelap.

Walau masa penyembuhan dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, TBC tulang belakang tetap dapat disembuhkan selama segera bisa dideteksi dan ditangani dengan benar. Tujuan lain dari penanganan cepat ini adalah untuk mengurangi risiko pasien terkena komplikasi, berupa berbagai jenis kelainan atau cacat pada tulang belakang hingga mengalami kelumpuhan. Beberapa tindakan pencegahan TBC tulang belakang lain yang tidak kalah penting, yaitu :

– Tutupi mulut atau kenakan masker ketika berada ditempat umum ketika bersin, batuk, atau tertawa.
– Bagi non penderita, kenakan masker jika berinteraksi dengan penderita TBC. Hindari pula terlalu sering berinteraksi dengan para penderita.
– Mulailah kebiasaan mencuci tangan secara teratur.
– Pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik demi melancarkan pergantian udara di dalam rumah.

Penyakit TBC tulang belakang ini bisa menyebar dan semakin parah jika tidak ditangani, dapat menyebar dari satu vertebra kevetebra yang berikutnya, melemahkan tulang dan menghancurkan cakram bantalan di antara tulang dan sendi. Dalam kasus yang parah, tulang belakang dapat keropos dan bisa membahayakan sumsum tulang belakang dan akhirnya menyebabkan kelumpuhan tubuh bagian bawah.

SHARE TO :