SHARE TO :

Tips Mencegah Penularan Penyakit Tuberkulosis (TBC)

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 8:34 am tanggal February 20, 2017

Tips Mencegah Penularan Penyakit Tuberkulosis (TBC) – TBC atau TB sering dikenal masyarakat umum sebagai penyakit paru-paru. Memang benar, TBC merupakan salah satu jenis dari penyakit yang menyerang paru-paru. WHO menyatakan bahwa jumlah kasus penyakit TB terbesar adalah di Asia Tenggara, yaitu mencapai 33% dari seluruh kasus TB di dunia. Perlu diketahui bahwa di Indonesia TBC masih tergolong penyakit epidemiologi (wabah), bahkan Indonesia merupakan negara urutan ke-3 penderita TBC terbanyak setelah India dan Cina. Secara angka, penderita TBC di Indonesia lebih dari 500 penderita per 100.000 penduduk. Agar kita terhindar dari TBC, bagaimanakah cara terbaik mencegah penularan TBC ? Berikut informasi selengkapnya :

Tuberkulosis (TBC)

TBC merupakan singkatan dari Tuberkulosis. Kenapa disebut tuberkulosis ? Karena disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis, sehingga dalam dunia medis menyebutnya Tuberkulosis atau lebih sering dikenal dengan TBC atau TB.

Seseorang akan menderita TBC jika mendapatkan atau terkena bakteri TBC. Maka dari itu perlu diketahui bagaimana cara penularan TBC, agar kita tau cara terbaik untuk mencegahnya.

Cara Penularan TBC

TBC menular dari satu penderita ke penderita yang lain melalui percikan dahak orang yang menderita TBC. Namun penularan TBC tidak semua dapat terjadi, terdapat beberapa faktor yang menentukan seseorang dapat tertular TBC atau tidak. Diantaranya :

  1. Jumlah organisme/ bakteri yang keluar
  2. Konsentrasi/ jumlah bakteri dalam udara
  3. Lama waktu terpapar bakteri
  4. Daya tahan tubuh dari individu

Indonesia memiliki iklim tropis dan sub-tropis sehingga sangat cocok untuk kelkangsungan hidup bakteri TBC. Dengan demikian dimana saja berada, dapat berpotensi untuk terkena paparan bakteri TBC. Namun, jumlah bakteri dalam udara akan lebih terkendali jika berada dalam tempat yang kelembaban udaranya rendah, dalam artian wilayah yang memiliki kelembaban udara tinggi dapat mempertahankan bakteri di udara lebih lama. Sehingga penderita TBC di wilayah tersebut bisa jadi lebih banyak. Pada intinya, seseorang dapat tertular TBC jika di lingkungan sekitar terdapat penderita penyakit TBC yang tidak mendapatkan pengobatan dan berpotensi untuk menyebabkan bakteri.

Jika kita mengetahui seseorang menderita TBC, maka sebaiknya segera untuk melakukan terapi/pengobatan rutin. Karena pasien TBC dalam jangka waktu 5 tahun jika tidak diobati maka :

  1. 50% akan meninggal dunia.
  2. 25% akan sembuh sendiri jika memiliki pertahanan tubuh yang kuat.
  3. 25% akan menjadi kasus kronis dan tetap menjadi penyakit yang menular.

Gejala Penyakit Tuberkulosis (TBC)

Penyakit TBC menyerang organ paru-paru, sehingga gejala yang ditimbulkan tidak jauh dari hal-hal yang berkaitan dengan pernapasan, seperti :

  1. Batuk.
  2. Batuk berdahak.
  3. Sesak napas.
  4. Nyeri dada.

Adapun gejala yang timbul secara sistemik atau gejala yang ditimbulkan tubuh secara keseluruhan dapat berupa:

  1. Demam.
  2. Keringat malam.
  3. Penurunan Berat Badan (BB) secara drastis.

Tips Terbaik untuk Mencegah Penularan TBC

Ingat bahwa di Indonesia, penyakit TBC merupakan penyakit wabah, sehingga jumlah penderita TBC masih sangat banyak dan berpotensi untuk terus menularkan bakteri TBC. Agar kita terhindar dari TBC, kita harus melakukan beberapa hal seperti berikut :

  1. Imunisasi BCG : Imunisasi BCG biasanya didapat ketika bayi. Jika anda memiliki bayi, maka berikanlah imunisasi dasar lengkap agar si bayi juga mendapatkan imunisasi BCG.
  2. Jika ada yang dicurigai sebagai penderita TBC maka harus segera mendapatkan pengobatan sampai tuntas agar tidak menjadi penyakit yang lebih berat dan menjadi sumber penularan bakteri TBC.
  3. Bagi penderita tidak meludah sembarangan. Pada dasarnya penularan bakteri TBC berasal dari dahak penderita TBC. Walaupun dahak dari penderita TBC sudah mengering, tetap berpotensi menyebarkan bakteri TBC melalui udara.
  4. Tidak melakukan kontak udara dengan penderita. Bagi Anda yang masih sehat, sebaiknya membatasi interaksi dengan orang yang menderita TBC atau Anda dapat menggunakan alat pelindung diri (masker) ketika Anda harus kontak dengan mereka.
  5. Minum obat pencegah dan hidup secara sehat.
  6. Rumah harus memiliki ventilasi udara yang baik, sehingga sinar matahari pagi dapat masuk ke dalam rumah.
  7. Menutup mulut dengan sapu tangan bila batuk serta tidak meludah/mengeluarkan dahak di sembarangan tempat dan menyediakan tempat ludah yang diberi lisol atau bahan lain yang dianjurkan dokter dan untuk mengurangi aktivitas kerja serta menenangkan pikiran.
  8. Dengan melakukan sinar ultraviolet untuk membasmi bakteri. Sinar ini bertujuan untuk membasmi bakteri penyebab peyakit TBC.
  9. Tips terakhir untuk mencegah penyakit TBC adalah dengan pemberian obat isoniazid. Obat ini sangat efektif memberikan dampak tuberkulin positif, akan tetapi hasil photo ronsen anda tidak akan menunjukkan adanya penyakit TBC. Untuk mengetahui cara mencegah penularan TBC, segeralah anda mengambil tindakan yang bijak agar tetap sehat dan terhindar dari TBC.

Semoga artikel yang kami sampaikan kali ini dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih 🙂 .

SHARE TO :