SHARE TO :

Tips Mengatasi Penyakit Rabies Dan Pengobatanya

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 12:20 am tanggal October 11, 2016

Rabies pada umumnya bisa dikenal jenis penyakit anjing gila yaitu dari penyakit yang serius dan bisa menyarang melalui saraf otak dan suatu sistem saraf. Gejala ini digolongkan sebagai dari penyakit yang sangat mematikan yang harus untuk ditangani dengan cepat.

Gejala Rabies di indonesia

Menurut data yang dihimpunan kementrian kesehatan indonesia, sudah terdapat sekitar 70 ribu kasus gigitan hewan yang sudah menyebar virus rabies di tahun 2013. Dari keseluruhan kasus tersebut terdapat 119 orang di antranya yang posisif terkena penyakit rabies.

Di tahun 2013 tersebut, Provinsi bali kini masih menjadi daerah yang mendapatkan kasus gigitan hewan yang bisa menular penyakit rabies dengan persentase bisa mencapai 60 persen dari total kasus di seluruh indonesia. Dan sedangkan didaerah kedua paling banyak untuk mendapatkan kasus gigitan hewan yang penular rabies merupakan Provinsi Riau (7,4 persen), diikuti dengan nusa tenggara timur, sumatra Utara dan Sumatera Barat.

Tips Mengatasi Penyakit Rabies Dan Pengobatanya

Tips Mengatasi Penyakit Rabies Dan PengobatanyaAkibat dari gejala rabies

Rabies akibatkan dari gejala virus lyssaviruses. Gejala virus ini bisa menular ke manusia serta melalui hewan sehingga sudah terjangkit gejala penyakit ini. Sudah terdapat terjangkit rabies jika air liur dari hewan rabies tersebut masuk ke dalam tubuh melalui gigitan, dan juga dari cakaran pun bisa rabies sebelumnya setelah menjilat kuku-kukunya. Beberapa kasus yang sudah terjadi, seseorang terjangkit rabies karena luka di tubuhnya sudah terjilat oleh hewan yang sudah terinfeksi.

Selain ditularkan oleh hewan, penuralan gejala penyakit rabies dari manusia pun juga bisa terjadi. Tetapi dengan sejauh mungkin sudah terjadi yaitu menyebaran virus melalui transplantasi dan pencangkokan organ.

Di Negara Indonesia, 98 persen kasus dari ditularkan melalui gigitan anjing dan 2 persen ditularkan melalui gigitan kucing dan kera. Juga di indonesia rabies pada hewan sudah ditemukan sejak 1884. Dari kasus rabies pada manusia di indonesia sudah pertama kali di temui pada tahun 1894 di Jawa Barat.

Gejala rabies

Bisa dibutuhkan dari virus rabies untuk sangat bervariasi sehingga biasanya antara 2 minggu sampai tiga bulan. Pada kasus sangat jarang  sekali, inkubasi sehingga bisa terjadi inkubasi virus terjadinya hanya dalam empat hari. Masa inkubasi yaitu dari jarak waktu ketika virus bakteri hanya dalam waktu empat hari. Inkubasi yaitu dari jarak waktu ketika virus pertama kali masuk ke semua tubuh sampai gejala timbul.

Sesudah tergigit hewan yang berpenyakit virus rabies, virus ini bisa berkembang biak di dalam tubuh inang. Virus-virus Akan menuju ujung saraf dan berlanjutan menuju saraf tulang belakang juga otak mana perkembangbiakan sudah terjadi sangat cepat. Terjadinya bisa memperbanyak sehingga menyebar ke paru-paru kelenjar air liur, hati, ginjal dan Organ-Organ yaitu.

Gejala-gejala penyakit rabies pada manusia antranya gejala demam tinggi, terasa gatal di bagian yang sudah terinfeksi, terjadinya suatu perbedaan piraku untuk menjadi agresif dan takut terhadap air dan hidrofobiad. Hampir semua hewan  gejala hampir sampa dengan manusia sehingga tanpa hidrofobiad ketika penyakit rabies memasuki fase yang terakhir baik manusia atau hewan yang sudah d rasakan bisa dialami kematian

Diagnosis rabies

Sehingga kini belum ada yang mendeteksi seseorang yang sudah terinfksi gejala virus rabies ketika baru didigigit Rabies baru diketahui jika virus sudah selesai berinkubasi dan memulai terornya melalui gejala. Oleh sebab itu untuk menentukan terkena rabies atau tidaknya bagi seseorang, dokter hanya mengacu pada keterangan pasien. Dalam melakukan diagnosis, biasanya dokter akan bertanya apakah pasien telah mengunjungi tempat atau daerah yang rawan rabies dan apakah pasien telah digigit oleh hewan yang berpotensi membawa virus penyakit tersebut

Pengobatan rabies

Jika Anda telah digigit hewan yang berpotensi menularkan rabies, satu hal yang perlu dilakukan pertama kali adalah mencuci luka gigitan tersebut dengan sabun dan basuh dengan air bersih yang mengalir. Selanjutnya bersihkan luka dengan menggunakan antiseptik atau alkohol. Jangan tutupi luka menggunakan perban apa pun dan biarkan luka tetap terbuka. Setelah itu, segera ke rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat untuk diperiksa lebih lanjut.

Jika rabies yang menjangkiti seseorang masih berada pada tahap awal atau sebelum gejala muncul,  dokter akan melakukan pengobatan yang disebut profilaksis pasca pajanan yang terbukti sangat efektif dalam menangkal gejala rabies. Melalui profilaksis pasca pajanan, dokter akan membersihkan bagian tubuh yang terinfeksi, serta memberikan serangkaian vaksinasi untuk mencegah virus menyebar ke otak dan sistem saraf. Pada sebagian kasus, dokter juga akan memberikan serum anti rabies.

Namun jika penderita terlambat mendapatkan penanganan dan gejala sudah muncul, maka maka pada fase ini biasanya dokter akan lebih berfokus pada upaya membuat pasien tetap tenang dan senyaman mungkin karena pasien menghadapi risiko kematian.

Pemberian vaksinasi rabies

Penularan rabies dapat dicegah melalui vaksinasi. Vaksinasi secara berkala biasanya hanya diberikan kepada mereka yang dalam pekerjaannya sering berinteraksi dengan hewan sehingga berpotensi tinggi untuk terjangkit, contohnya dokter hewan dan pengurus kebun binatang.

Kiat menghindari rabies

Menjaga diri sendiri dan keluarga dari penularan virus rabies sebenarnya tidak sulit. Ketika mengunjungi desa atau daerah pelosok yang belum terbebas dari rabies, usahakan Anda dan keluarga Anda tidak sembarangan menyentuh hewan liar.  Ajarkan pada anak-anak Anda mengenai bahaya memiara hewan liar tersebut beserta alasannya.
Jika terdapat luka pada anak-anak Anda, tanyakan pada mereka dari mana luka tersebut berasal karena dikhawatirkan didapat dari gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi rabies. Didik anak-anak Anda agar paham bahwa gigitan hewan bisa berbahaya.

SHARE TO :