SHARE TO :

Tips Mengatasi Radang Panggul dan Pengobatanya

Diposkan oleh : Hendri Liu pada 6:42 am tanggal October 8, 2016

Tips Mengatasi Radang Panggul dan Pengobatanya – Gejala radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) yaitu suatu vitus infeksi ynag menjangkiti tuba fallopi, rahim, ovarium, leher rahim, dan panggul perempuan. Gejala Penyakit ini yaitu akibat utama infertilitas yang bisa dicegah. Kasus radang panggul sebagian besar ditemukan pada perempuan berusia 15-24 tahun yang aktif secara seksual. Selain infertilitas, penyakit radang panggul yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan nyeri panggul kronis, dan kehamilan ektopik.

Akibat Radang Panggul

Virus infeksi bisa menular seksual merupakan salah satu akibat dari radang panggul. Bakteri pada penyakit bisa menular seksual, seperti chlamydia (klamidia) dan kencing nanah (gonore), adalah beberapa contoh bakteri yang biasanya akibatkan leher rahim bisa terinfeksi. Virus bakteri ini dapat menyebar dari vagina hingga ke organ reproduksi bagian atas.  Akibatnya dari radang panggul pada sebagian besar kasus belum diketahui.

Namun beberapa virus bakteri yang biasanya hidup pada vagina juga dapat mencegah radang panggul. Bakteri ini akan melewati vagina dan menginfeksi organ tubuh lainnya. Faktor risiko radang panggul berkaitan dengan keguguran, persalinan, aborsi, sering berganti pasangan seksual, berhubungan seks tanpa pengaman,mempunyai sejarah radang panggul dan infeksi menular seksual serta kebiasaan mencuci vagina atau vaginal douching.

Tips Mengatasi Radang Panggul dan pengobatanya

Tips Mengatasi Radang Panggul dan pengobatanya

Gejala Radang Panggul

Organ reproduksi yang terinfeksi radang panggul tidak untuk menunjukkan gejala, sehingga pada sebagian besar kasus dapat sulit untuk dikenali. Gejala yang dialami dapat berupa rasa sakit pada panggul, sakit pada perut bagian bawah, sakit ketika buang air kecil, atau sakit saat berhubungan seksual. Selain itu dapat terjadi demam tinggi, mual, dan muntah-muntah.

Keputihan yang berubah warna menjadi kuning atau hijau juga bisa menjadi pertanda telah terjadi infeksi pada organ reproduksi Harus mewaspasdai juga periode menstruasi yang lebih lama dan sakit serta pendarahan yang terjadi di antara menstruasi atau setelah berhubungan seksual.

Baca juga: Cedera Hamstring

Segera temui dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Akibat yang tidak dapat untuk mengonsumsi antibiotik oral, sedang hamil, atau merasakan kehamilan ektopik, memiliki gejala radang selaput perut yang berabses atau pelvic peritonitis, dianjurkan segera dirujuk ke rumah sakit bisa didapatkan penanganan yang sesuai.

Diagnosis Radang Panggul

Diagnosis radang panggul atau pelvic inflammatory disease, didapatkan berdasarkan gejala yang dialami pasien. Selain melihat gejala, salah satu prosedur yang digunakan untuk mengetahui apakah seseorang benar memiliki radang panggul adalah dengan mengambil sampel dari vagina atau leher rahim. Pemeriksaan yang dilakukan pada organ reproduksi  akan memberikan informasi mengenai tingkat infeksi bakteri serta jenis bakteri yang menginfeksi. Beberapa tes yang mungkin dilakukan, antara lain tes darah, tes urine, tes kehamilan dan USG. Dokter juga dapat melakukan CT scan atau MRI.

Pasien dapat didiagnosis radang panggul setelah hasil tes terhadap bakteri penyebab chlamydia atau gonore dinyatakan positif dan terbukti berisiko terhadap penyakit itu. Walau pada sebagian besar kasus, hasil yang keluar adalah negatif, namun bukan berarti pasien tersebut tidak memiliki risiko radang panggul. Dapat juga dilakukan sebuah tes berupa tindakan operasi laparoskopi (keyhole surgery) atau pembedahan kecil pada bagian perut mungkin dilakukan untuk memasukkan kamera kecil dan melihat organ perut pasien.

Dokter akan melihat atau mengambil sampel dari organ tubuh untuk memastikan diagnosis radang panggul. Proses pengambilan sampel jaringan pada uterus untuk diperiksa disebut juga dengan biopsi endometrium.

Pengobatan Radang Panggul

Pengobatan radang panggul atau pelvic inflammatory disease dapat dilakukan dengan cara pemberian antibiotik pada penderita yang masih berada pada tahapan awal penyakit. Biasanya penderita akan diberikan antibiotik metronidazole, ofloxacin, doxycycline, atau ceftriaxone untuk mengobati infeksi bakteri. Pemberian antibiotik dapat dibarengi dengan obat pereda sakit, seperti ibuprofen dan paracetamol jika Anda merasakan sakit di daerah perut atau panggul. Pasien yang sedanghamil disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi antibiotik.

Sebagian besar pasien dengan kasus radang panggul berat dapat menerima antibiotik melalui infus di rumah sakit. Pengobatan antibiotik harus diselesaikan sesuai dengan periode konsumsi yang dianjurkan oleh dokter agar dapat menyembuhkan infeksi bakteri yang ada. Dokter juga bisa menganjurkan pasien agar melepas alat kontrasepsi IUD bila penderita tak kunjung membaik setelah beberapa hari.

Untuk mencegah penyebaran virus infeksi pada orang lain selama periode pengobatan ini, pasangan seksual Anda juga disarankan untuk menjalani tes serta melakukan pengobatan walau tidak nampak gejala yang sama. Dokter juga akan menganjurkan Anda dan pasangan untuk tidak berhubungan seksual selama proses pengobatan berlangsung.

Gejala Radang panggul yang berada pada tahapan serius dapat ditangani dengan operasi pengangkatan rahim atau histerektomi atau pengangkatan ovarium atau ooforektomi. Prosedur ini dilakukan jika pemberian antibiotik tidak efektif menyembuhkan infeksi atau jika abses telah muncul pada organ yang terinfeksi. Pengangkatan organ dilakukan sebagai tindakan pencegahan menyebarnya infeksi ke panggul atau perut.

Komplikasi Radang Panggul

Komplikasi radang panggul terjadi ketika penyakit tidak segera ditangani atau penderita tidak menyelesaikan periode pengobatan yang diwajibkan. Jenis komplikasi yang bisa timbul adalah sakit panggul jangka panjang, munculnya abses, berulangnya penyakit radang panggul pada penderita, infertilitas, dan terjadinya kehamilan ektopik.

Radang panggul yang kembali dan menginfeksi area yang sama membuat kondisi organ reproduksi tersebut rentan terhadap bakteri. Inilah kenapa penderita radang panggul harus menyelesaikan masa pengobatannya hingga tuntas demi mengurangi risiko terjadi infertilitas dan sakit panggul yang sangat mengganggu aktivitas.

Infeksi berulang khususnya pada tuba fallopi dapat mengakibatkan terjadinya kehamilan ektopik. Infeksi ini menyebabkan luka dan menyempitnya tuba fallopi hingga sel telur menjadi tersangkut kemudian berkembang di dalam tuba fallopi. Jika hal ini terus berlanjut, dapat terjadi pendarahan dalam yang mengancam nyawa penderitanya sehingga tindakan operasi harus segera dilakukan.

Pencegahan Radang Panggul

Salah satu penyebab radang panggul adalah infeksi menular seksual, seperti penyakit chlamydia (klamidia) yang kasusnya umum menimpa kalangan pria muda serta memiliki gejala yang tidak terlihat.

Infeksi ini dapat dihindari dengan menerapkan kebiasaan yang aman saat berhubungan seksual. Kebiasaan ini dapat dimulai dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual dan menggunakan alat kontrasepsi kondom, spiral, dan/atau spermisida tiap berhubungan seks. Hindari alat kontrasepsi yang dipasang di dalam rahim jika Anda melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan.

Selain memulai kebiasaan seksual yang sehat, Anda juga dapat melakukan beberapa tindakan pencegahan seperti berikut:

  •  Pemeriksaan kesehatan rutin pada diri Anda dan pasangan, lakukan pemeriksaan ginekologi maupun tes infeksi menular seksual untuk mendeteksi gejala penyakit radang panggul atau penyakit lainnya.
  • Makin cepat penyakit dapat terdiagnosis, maka makin besar pula tingkat kesuksesan pengobatan.
  • Segera temui dokter jika Anda merasakan gejala radang panggul atau infeksi menular yang tidak biasa, seperti sakit panggul berat atau perdarahan di antara periode menstruasi.
  • Saling terbuka mengenai sejarah infeksi menular seksual dengan pasangan Anda adalah salah satu tindakan pencegahan yang dapat menyelamatkan kesehatan bersama.
  • Pertahankan kebiasaan kebersihan yang sehat, hindari mencuci vagina (vaginal douching) dan bilaslah alat kelamin dari arah depan ke belakang seusai buang air untuk mencegah bakteri masuk melalui vagina.
  • Hindari atau pantang berhubungan seksual beberapa saat khususnya setelah persalinan, keguguran, aborsi, atau setelah melalui prosedur ginekologi lain untuk menjaga agar kondisi rahim tetap aman dari infeksi bakteri.

Pencegahan radang panggul, atau pelvic inflammatory disease, akan lebih mudah dilakukan bersama pasangan. Saling mengetahui sejarah infeksi menular seksual, informasi penyakit menular seksual terkini, dan saling mendukung selama proses pengobatan dapat memperlancar proses penyembuhan.Pemeriksaan dan konsultasi dokter yang rutin sangat disarankan jika Anda sedang mengidap penyakit lain di saat bersamaan.

SHARE TO :